Revitalisasi Infrastruktur untuk UIN apa IAIN ? - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 17 December 2013

Revitalisasi Infrastruktur untuk UIN apa IAIN ?


Anggaran dana yang diberikan oleh IDB (Islamic Developent Bank) kepada pihak UINSA, tidak ada keterkaitannya dengan berubahnya IAIN menjadi UIN.

IDB berikan dana khusus untuk pengembangan  IAIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini telah beralih status menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya, dana   yang diberikan IDB pun tidak hanya dialokasikan dalam bentuk fisik tapi juga non fisik, pengalokasian dana  secara fisik yakni untuk sejumlah pembangunan gedung baru guna merevitalisasi infrastruktur yang ada di UINSA. Namun anggaran dana untuk revitalisasi tersebut tidak ada kaitannya dengan perubahan IAIN menjadi UIN. Karena menjadi UIN atupun tetap menjadi IAIN  revitalisai dan pengembangan infrastruktur tetap akan dilakukan  .  Seperti yang dipaparkan oleh Rofiq selaku pembantu umum rektorat mengatakan “bahwasanya pembangunan infrastruktur di UIN saat ini memang tidak ada kaitannya dengan perubahan status IAIN menjadi UIN. sedangkan  rencana penambahan sejumlah gedung baru, pembangunan infrastruktur, serta renovasi memang sudah terprogram sebelumnya, dan UIN sendiri prosesnya sudah sejak 2009 yang lalu, jadi tidak terkait langsung dengan berubahnya status IAIN menjadi UIN,” ujarnya.
Dalam merevitalisasikan infrastruktur tersebut ada tujuh penambahan gedung baru yang sudah direncanakan oleh pihak rektorat dan  IDB . Seperti twin tower (dihitung dua), pasca sarjana, gedung syari’ah, gedung tarbiyah, GREENSA sport center, dan laboratorium terpadu empat lantai.

Selayaknya dalam proyek pembangunan gedung  biasanya terdapat tim – tim khusus, dalam pembangunan revitalisasi infrastruktur UIN  tersebut  juga  terdapat tim-tim khusus dalam hal  perencana,  pelaksana, dan  tim pemantau  . cara perekrutan tim tersebut  pun tidak asal dipilih langsung, namun dari berbagai proses seleksi panjang  dari  pihak rektorat dan  IDB , lalu di SK-kan oleh rektorat. Dari ketujuh proyek pembangunan gedung tersebut juga terdapat beberapa proyek pembangunan yang sampai saat ini masih dalam proses pemilihan pemenang tender oleh pihak IDB salah satunya adalah  pada proyek twin tower.
Sedangkan  dalam merevitalisasi infrastruktur pada  bangunan-bangunan  tua seperti fakultas dakwah dan fakultas adab hanya di permak bagian depannya  saja karena dianggap masih sangat layak pakai, namun dalam peremajaan gedung - gedung tua tersebut diharuskan memakai arsitektur  gaya ornamen timur tengah agar tidak terjadi penjomplangan gedung – gedung baru dengan gedung – gedung yang lama, arsitektur tersebut adalah   sesuai rujukan dari pihak IDB selaku penyuplai dana. “bangunan lama dirubah interior depannya saja dengan ornamen timur tengah supaya tidak njomplang dengan desain bangunan-bangunan yang baru,” ujarnya pria separuh baya berkemeja warna putih motif garis itu saat ditemui di ruangannya.
Rofiq juga menambahkan bahwa dana yang diberikan IDB kepada pihak UIN tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur dan penambahan gedung baru saja, tetapi dana tersebut juga diberikan untuk pengembangan dan pemberdayaan kepada para dosen dan staff sebagai wujud dari pengembangan mutu . Seperti pengembangan dan pelatihan dosen , beasiswa s2 dan s3 .

No comments:

Post a Comment