Syaikhona Kholil Bangkalan - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 16 January 2014

Syaikhona Kholil Bangkalan

Setelah menguras ide-ide yang ada di dalam tempurung otak dan secuil tenaga, agar dapat bertahan dalam situasi urgent untuk menyongsong masa terhadap 1tahun kedepannya. Para rombongan ARA AITA bersiap-siap untuk melangkahkan kakinya di tempat yang dapat mencuri hati bagi para pendatang yang sebelumnya belum menginjak kakinya di pulau Madura, yaitu makam Syekhona Kholil.
Setibanya disana, teman-teman New News yang masih bersifat abstrak di dalam struktur ARA AITA, langsung beranjak dari mobil menuju ke lokasi yang ada di seberang jalan. Mereka mengambil beberapa bilas air untuk berwudlu lalu kemudian ke tempat makam yang sudah terbangun di dalam sebuah masjid yang di hiasi arsitektur menarik. “Ayo rek, wudlu dulu,” semangat anak-anak new news sambil menuju tempat wudlu. lalu mereka melantunkan tahlil bersama di sebelah kanan sisi masjid makam tersebut.
Setelah lantunan tahlil selesai, mereka langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menyebar kebeberapa sisi makam untuk menemukan narasumber yang bisa dijadikan informasi untuk tulisan kami. “ Kita sekarang menyebar aja, biar dapat banyak,” perkataan dari beberapa crew yang saling melontarkan pendapatnya didepan masjid, sambil mencuri pandangan terhadap sekeliling tempat yang dikira mereka dapat menemukan sasaran empuk untuk dimintai keterangan. Dimana demi mencari suatu informasi demi memuaskan rasa haus akan informasi yang dirasa baru, belum mereka temui sebelumnya. Kemudian beberapa dari crew mendapatkan seorang juru kunci. Mereka tak ingin memberikan kesan pulang dengan tangan hampa. Sehingga mereka mewarnai waktu yang hanya beberapa
menit itu untuk mencari kepuasan mereka akan informasi.

Goresan Sejarah Singkat Dari Syekhunna Kholil
Syekhona Kholil mempunyai garis keturunan dari Sunan Gunung Jati Cirebon, dan dari Sleman Mojoagung juga ada.  Beliau sejak masih menyandang umur dini, beliau kurang mendapatkan suasana kasih sayang dari orang tuanya, ketika kecil beliau sudah merasakan masa pilu yangmana ditinggal oleh ibunya, beliau tinggal bersama kakanya Maryam, hanya dari maryamlah Syekhunna Kholil mencoba mengunduh iklim kasih sayang yang belum ia dapatkan sebelumnya. ”Syekhona Kholil dulu itu nasibnya kasihan sekali, tapi saya salut melihat perjuangannya,” sambil mencoba mengingat kembali sejarahnya Syekhonna Kholil yang menjadi bunga bagi penghuni pulau Madura itu. Sejak umur 9th beliau sudah mencari iklim kehidupan yang baru di pondok, beliau juga tak ingin menghabiskan waktunya pada satu atap saja, tapi beliau sudah mengantongi 4 atap lain yang sudah pernah beliau singgahi,  diantaranya di Mekkah, Banyuwangi, Sudo Giri dan Gresik.

Ketika Keanehan-Keanehan Muncul Bertahap Mengiringi Beliau
Ketika umur nya sudah genap12 tahun, beliau sudah menampakkan kisah-kisah yang belum dirasakan keanehan sebelumnya, seperti saat  waktu sholat berjamaah di pondok tuban, beliau dengan nada agak keras mengisi keheningan ketika jamaah khusyuk menghadap Allah dengan sholat selain iringan doa dari imamnya beliau tertawa. Ketika ditanya oleh kyiai nya mengapa dia kok tertawa, beliau menjawab bahwa dia melihat ada seperti berkat di atas kepala kyiainya, dan kyiainya mengaku bahwa saat sholat tadi ia dia sedang memikirkan berkatnya yang ada dimeja takut dimkan kucing.
Lalu ketika ada di mbangil, saat itu kemarau panjang sedang mengguyur daerah tersebut, dan ketika lahan tempat air bersemayam mulai kehilangan air yang menyusut perlahan hingga tempat itu menjadi kering, kmudian beliau itu disuruh kyiainya menggali sumur, setelah menggali kira-kira  2m, langsung keluar lah air yang berlimpah ruah, dan setelah diambil orang sedesa itupun airnya masih banyak, tidak pernah menyusut.
Selain itu, ketika beliau dimintai tolong oleh seseorang yang mengeluh karena timunnya selalu hilang, kmudian oleh beliau saat mengajarkan santrinya kitab, di bacakan disalah satu kitab, yang dibukanya yaitu bacaan khom zait dan dibacanya kepada timun tersebut. Keesokan harinya orang itu kembali lagi dan mengabarkan bahwa pencurinya sudah diketahui, karena pencuri itu tetap berdiri di tempat timun tersebut, tidak beranjak kemana-mana.
Kyai Hasyim Asyari di utus bliau untuk menggali sumur, dan ternyata airnya asin, lalu d tuangkan 1gelas air zam-zam oleh beliau lalu air itu langsung menjadi tawar. Itu adalah salah satu karomahnya dan sampai sekarang ini air sumur tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang yang dipercaya mempunyai khasiat sendiri.

Fungsionalitas Makam Syaikhona Kholil
Kegiatan yang biasanya mewarnai makam ada bermacam, mulai untuk ziarah, lantunan bacaan istigosah yang dihidupkan setiap senin legi, cocokkan, serta tahlilan setiap malam jumat. Tak hanya itu, makamnya beliau juga mengisikan keistimewaannya adalah ketika peziarah yang sedang kesusahan kemudian minta kepada allah melalui beliau banyak yang dapat terkabulkan karena karomahnya beliau sebagai orang yang dekat dengan allah.

Isi Dalam Makam Syaikhona Kholil
Pada awalnya hanya berbentuk beberapa makan dengan congkopnya  sekitar 4*6, kemudian di bongkar dari dihitung mulai tahun 2006-2010 tapi sampai sekarang masih ada beberapa bagian yang belum selesai dari induknya.
Makam  yang paling besar ada Syaikhona Kholil, lalu ada nyai khatimah  sebagai putrinya, imron berkedudukan manjadi putranya dan ki Abdullah Shahal cicitnya yang mempunyai sejarah membngun pondok atas perintah Syaikhona Kholil.

Peninggalan Syaikhona Kholil
Syaikhona Kholil sebelumnya memberikan beberapa buah tangan yang sekarang disimpan oleh keluarganya, seperti sorban, tasbih, kalau tongkatnya dibawa oleh muridnya kyiai Hasyim Asyari, karena dulunya itu beliau menyuruh Hasan Arifin untuk menghantarkan tongkat dan tasbihnya kepada Hasyim Asyari.
Selain seonggok benda-benda yang menemani Syaikhona Kholil semasa beliau masih bernafas ada juga hasil buah tangan yang dibangun atas perintah beliau, yaitu pondok. Dari makam beliau terdapat pondok yang berdiri besar yaitu pondok Syaikhuna Kholil namanya, yang mana dulunya pondok itu adalah pondoknya beliau. Kurang lebih 1 ½ km dari makam beliau. Beliau mendirikan 3pondok.
Syikhona Kholil menitipkan beberapa kata kepada keluarganya agar dapat meneruskan perjuangan beliau.

Pandangan Dari Salah Satu Santri Pondok Syaikhona Kholil Terhadap Beliau
Menurutnya beliau sangat istimewa, karena di buktikan dengan pengalaman yang menjadi warna terang dalam hidupnya. Ketika masuk pondok ia hanya berbekal 45rb tapi bisa
sampai pada jenjang pendidikan S2. “syekhona kholil adalah orangyang sangat istimewa dimata saya, karena setiap saya meminta dengan berdoa kepada allah lewat perantara beliau, doa saya selalu terkabulkan,” cerita beliau sambil menunjukkan rasa senangnya diantara lalu lalang para peziarah yang berbondong-bondong memasuki masjid. (Nino)

No comments:

Post a Comment