Mahasiswa UIN Tak Peduli Nilai Keislaman - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 27 May 2014

Mahasiswa UIN Tak Peduli Nilai Keislaman

Penerapan nilai-nilai Islam di Universitas Islam secara perlahan mulai luntur akibat ketidakpedulian mahasiswa dalam memeliharanya. Sekarang para mahasiswa Universita Islam lebih cenderung berperilaku tidak agamis, dengan perlahan mulai menghilangkan nilai-nilai keislaman dalam aktivitasnya.
Seperti halnya saling mengucapkan salam sesama umat muslim. Walaupun ini dibilang sepele, tapi kini banyak dari umat muslim tidak melakukannya. Padahal ketika mengucap salam juga berarti saling mendoakan. Fenomena ini seringkali ditemui di kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN SA) Surabaya. Banyak dari mahasiswa mengabaikan hal kecil tersebut.
Padahal, dengan salam atau sapaan akan membawa kepada hubungan relasi yang baik. Selain itu dapat mempererat silaturrahim yang telah terjalin sebelumnya. Sepertinya untuk saat ini mahasiswa tidak hanya melupakan ucapan salam atau sapaan ketika bertemu seseorang melainkan juga berdoa. Dalam memulai segala aktivitas haruslah diawali dengan berdoa. Namun, dari kalangan mahasiswa tidak lagi peduli dengan hal ini, terbukti saat memulai makan tidak lagi ada mahasiswa yang mengawalinya dengan berdoa.
Salah seorang Dosen pernah menceritakan, suatu ketika saat ada pertemuan International antara orang Amerika, Turki dan Indonesia. Ketika mereka sedang melakukan makan bersama. Orang Amerika dan Turki berdoa menurut agamanya masing-masing sebelum makan. Tetapi orang Indonesia sendiri yang kebetulan beragama islam bukan berdoa, melainkan asik memainkan gadgetnya. Jika orang Amerika saja mampu melakukan hal-hal religius yang demikian, mengapa orang Islam yang selama ini selalu dianggap radikal dalam beragama tidak berdo’a sebelum makan?

Orang-orang non muslim dengan cara seperti itu menunjukkan bahwa mereka begitu mensyukuri berkah yang diberikan tuhan-Nya kepada mereka. Sedangkan para muslim kini ? Selayaknya, kita sebagai muslim yang baik harus mengubah sikap dan tingkah laku untuk memelihara citra agama. Selain itu, dari hal tersebut, beberapa persepsi orang lain tentang orang-orang islam yang semula negatif dapat berubah menjadi positif.
Jadi kita sebagai mahasiswa muslim hendaknya membiasakan hal-hal kecil tersebut. Mengucapkan salam dan berdoa bukan perkara yang susah untuk dilakukan secara istiqomah. Dan dengan hal-hal yang sepintas kecil itu pula kita mampu mengawali usaha untuk mengubah citra umat Islam menjadi lebih baik. Dalam hal yang lebih khusus, jika mahasiswa dapat memberikan dan mempertahankan perilaku-perilaku sederhana yang sarat akan nilai-nilai religiusitas Islam ini, maka sebuah Universitas Islam yang menaunginya akan dapat dipercaya di mata masyarakat, dalam hal menghasilkan sarjana-sarjana yang berintelek dan berbekal agama yang lebih dari cukup.
Karena setelah melangkah keluar dari perguruan tinggi, yang terpenting bagi mahasiswa adalah memiliki kemampuan untuk mengabdi di lingkungan masyarakat. UIN SA sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Islam di Surabaya terus berusaha untuk meningkatkan dan menyeleraskan antara pembelajaran sains dan agama tersebut, agar para mahasiswanya tidak salah langkah dalam menghadapi modernitas sampai-sampai meninggalkan nilai-nilai agama yang menjadi pilar bagi suatu Universitas Islam dan perilaku Islami harus ada pada setiap diri mahasiswa muslim.  

No comments:

Post a Comment