Mensucikan Politik di Masyarakat - Araaita.com

Breaking News

Friday, 30 May 2014

Mensucikan Politik di Masyarakat




Masyarakat dan politik adalah dua hal yang seolah selalu terkait keberadaannya dalam kehidupan. Keduanya tidak bisa dipisahkan  karena keduaanya adalah sebagai objek dan subyek  yang saling memiliki keterkaitan. Menurut pengertian sendiri masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka dimana sebagian besar adalah interaksi antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Sedangkan politik sendiri adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat, yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan dalam negara,
Namun dalam sudut pandang yang berbeda politik dapat diartikan sebagai sebuah  kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di dalam tengah- tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam hal ini masyarakat sebagai subjek dalam berpolitik menjadi sisi vital dalam kegiatan berpolitik, karena saat ini politik yang terjadi telah  menyandang stigma negative dari masyarakat mengenai politik itu sendiri, padahal yang membuat stigma negative politik yakni masyarakat sendiri dan yang menjustice politik juga masyarakat sendiri  politik itu bulsyit , politik itu sampah , politik itu kejam, politik itu keras, dalam politik itu  kawan bisa menjadi lawan, lawan bisa menjadi kawan , dan  tidak  ada  yang abadi  kecuali kepentingan, setidaknya gambaran seperti itulah yang di asumsikan masyarakat saat ini gambaran tentang suatu fenomena yang  sudah melekat dan membudaya dalam denyut nadi masyarakat. Stigma negative yang di justice kan pada politik itu seolah bertolak belakang pada sejarah politik yang seharusnya politik itu damai,  politik itu mensejahterakan, bukannya menjadi lumbung alternatife dalam segala  kepentingan. hanya saja dalam perkembangan dan pelaku politik  saat ini sudah jauh berbeda entah karena peradaban zaman yang berbeda atau karena lain sebagainya.
Permasalahan politik pada masyarakat saat ini memang sudah seperti benang kusut yang sangat sulit untuk mengurai semua itu , karena masyarakat kita mulai dari lingkungan kalangan bawah hingga atas sudah diajarakan dan di pertontonkan kebusukan – kebusukan politik,  seperti yang sudah kita saksikan pada pemilu 2014 kemarin masyarakat kita dengan ikhlas dan pasrah mempertaruhkan lima puluh ribu rupiah  untuk lima tahun nasibnya, entah atas dasar apa atau bagaimana masyarakat semua begitu mudah  merelakan nasibnya untuk kemaslahatan dirinya, sedangkan negeri kita membutuhkan orang-orang baik yang lahir dari tengah masyarakat yang baik bukan dari masyarakat yang bermental politik  kotor untuk  menghiasi kursi parlemen dan tampuk kepemimpinan presiden. Pemilu 2014 menjadi pertaruhan politik bagi masyarakat, ajang pemilu tak saja merombak peta kekuatan politik antarparpol, tapi juga menentukan arah kebijakan nasional. Gerbong politik di DPR mengalami perombakan dengan hasil akhir dari pertarungan politik anggota legislatif dalam pemilihan umum. Namun kita sebagai rakyat hanya menjadi penggembira sesaat, penonton bayaran dalam pesta demokrasi politik.
Politik  tidak  baik tersebut telah meracuni  kita semua misalnya saja  ketika dalam masyarakat untuk setingkat RT maupun RW saja sering kita jumpai mengenai suatu perlakuan khusus terhadap orang khusus demi melancarkan kepentingan sendiri ataupun dalam seseorang berumah tangga dalam kehidupan sehari hari tak jarang ditemukan politik dari suami ke istri atau sebaliknya demi untuk kepentingan sesaat. Mengapa dan kenapa semua ini?  Ataukah memang  politik dalam masyarakat saat ini harus seperti politik yang dilakukan Karl Max yang memiliki pandangan politik radikal sehingga harus memaksanya pindah dari paris karena faham Marxisme nya. Seorang politikus Indonesia Sawiran SE juga mengatakan berpolitik adalah seni mensejahterakan masyarakat,  politik tak hanya dari sekadar mengumbar slogan dan kosakata yang penuh retorika semata.  Dalam teori politiknya  Socrates  juga ber asumsi bahwa politik adalah selalu  berupaya jujur, adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan.
              Masyarakat harus disadarkan bahwa politik tidak hanya  demokrasi basa basi bukan hanya kompetisi bebas dengan menggunakan  partai-partai untuk merebut jabatan pemerintahan, tetapi politik  juga adalah menghormati harkat martabat hidup manusia dan membangun sistem demokrasi, ekonomi, dan sosial yang berdikari.
Bentuk-bentuk kontributif masyarakat dalam berpolitik yang bersih  sendiri adalah hal abstrak karena setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk berpolitik. Kontribusi tidak harus dengan mengkampanyekan politik bersih atau lain sejenisnya, tetapi dengan memulai dari diri sendiri dan keluarga untuk menjadi bagian dari masyarakat yang berpolitik bersih dan menejahterakan adalah sebagai suatu bentuk dari kontribusi. jadi dengan kontribusi, menentukan pandangan dan menjalankan perilaku politik bersih. Masyarakat akan menilai seseorang dalam hal ini sebagai pelopor dalam politik bersih walaupun itu dimulai dari diri sendiri. Masyarakat adalah suatu elemen bangsa, disaat itulah pemahaman akan politik itu mensejahterakan, politik itu besih, politik itu suci yang harus disadarkan mulai saat ini masyarakat  perlu digugah kembali untuk dapat mewujudkan  masyarakat sebagai pelaku politik yang bersih dan suci, bersih dan mesejahterakan.*(Maulana)

No comments:

Post a Comment