Organisasi Intra Kampus; Antara ada dan tiada - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 27 May 2014

Organisasi Intra Kampus; Antara ada dan tiada



Organisasi merupakan suatu wadah bagi sekelompok orang yang memiliki kesamaan tujuan. Agar sebuah organisasi dapat bertahan, maka organisasi memerlukan sosok pemimpin yang ideal. Seperti halnya fenomena pemilu di Indonesia saat ini, yang bertujuan untuk menjadikan Negara Indonesia lebih maju dari sebelumnya.
Begitupun dengan organisasi mahasiswa saat ini, mahasiswa membutuhkan pemimpin yang bisa mengayomi mereka secara bijaksana. Tidak lepas dari itu, ruang lingkup mahasiswa pun memerlukan sosok pemimpin yang bisa memberikan wadah bagi mahasiswa yang lain dan hal itu di atur dalam sebuah sistem atau undang-undang yang berkaitan dengan organisasi. Sama halnya dengan suatu bangsa yang membutuhkan seorang pemimpin dengan kemampuan memimpin yang baik dan mementingkan kesejahteraan rakyat serta dapat mempertahankan eksistensi bangsanya sendiri.
Tentunya regenerasi menjadi penting untuk mewujudkan kader-kader bangsa menjadi baik, oleh karena itu evaluasi semasa menjadi pemimpin adalah salah satu cara untuk memperbaiki keberadaan organisasi seperti HIMAPRODI atau organisasi lain.
Oleh karena itu pemimpin yang baru menjadi sangat penting untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang belum terpenuhi. Regulasi kepemimpinan organisasi mahasiswa intra kampus saat ini berbarengan dengan pemilu di Indonesia saat ini.

Regulasi kepemimpinan organisasi mahasiswa yang di kenal dengan sebutan HIMAPRODI (Himpunan Mahasiswa Program Studi) khususnya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Sampai saat ini, hanya beberapa saja yang sudah melakukan pergantian kepemimpinan di HIMAPRODI. Sementara sebagian lagi masih dalam proses pergantian kepemimpinan baru.
Setiap prodi memiliki sistem yang sama dalam melaksanakan regulasi kepemimpinan HIMAPRODI. Ada yang membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mencalonkan menjadi ketua, ada pula yang ditunjuk menjadi calon ketua HIMAPRODI karena dedikasinya selama menjadi pengurus.
 Ketika demokrasi dibuka seluas-luasnya, dan semua mahasiswa jurusan memiliki kesempatan untuk menjadi ketua HIMAPRODI, maka kemungkinan adanya calon ketua yang tidak kompeten pun semakin besar. Apalagi jika calonnya tidak mengetahui seluk beluk HIMAPRODI. Seperti halnya Negara kita yang menganut sistem demokrasi. Saat ini siapa pun bisa mencalonkan diri menjadi pemimpin. Namun, kenyataannya? ketika mereka terpilih menjadi pemimpin, mereka belum dapat membawa perubahan yang baik bagi Negara ini.
                Selain itu, apakah regulasi kepemimpinan dapat mengubah kinerja HIMAPRODI menjadi lebih baik lagi ke depannya? Selama ini, kegiatan yang dilakukan HIMAPRODI tidak banyak yang tercium ke permukaan. Hanya beberapa kegiatan formal saja yang terekspos. Sementara kegiatan rutin yang lain tidak banyak diketahui oleh mahasiswa jurusannya. Kurangnya sosialisasi mengenai program kerja kepada mahasiswa jurusan, membuat tidak semua mahasiswa jurusan mengetahui kegiatan apa yang rutin dilakukan HIMAPRODI.
                Hal tersebut amatlah disayangkan. Sebagai organisasi intra yang dijadikan wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi dan melakukan kegiatan positif, malah tidak dimanfaatkan secara maksimal. Keikutsertaan mahasiswa jurusan dalam kegiatan-kegiatan rutin pun tidak menyeluruh. Hanya beberapa mahasiswa saja yang diikutsertakan. Dalam suatu organisasi, diperlukan adanya partisipasi dari semua pihak, untuk menciptakan mahasiswa yang militan.
Idealnya seorang Pemimpin yang mereka harapkan dapat mengemban tugasnya dengan penuh amanah, baik dan membuat perubahan-perubahan positif dalam organisasi yang di pimpinnya. berdasarkan keinginan para mahasiswa tentunya. Bukankah untuk menjadi seorang pemimpin yang ideal dibutuhkan adanya kerjasama yang baik dengan semua pihak dan harus bijaksana, tidak seperti kerupuk yang melempem ketika di terpa angin.
Dan bahkan keberadaan organisasi kampus saat ini seperti hangat-hangat tai kucing yang hanya semangat di awal namun tidak berfungsi di akhir kepemimpinannya. Mungkin bisa di bilang adanya sama halnya dengan tidak ada. (Nur)

No comments:

Post a Comment