Keterlambatan Buku Ajar Untuk Kelas Intensif Bahasa Asing - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 10 March 2015

Keterlambatan Buku Ajar Untuk Kelas Intensif Bahasa Asing

Buku adalah salah satu prasarana penting yang harus ada dalam sebuah proses pengajaran, namun bagaimanakah jika buku yang dianggap penting tersebut tidak kunjung dibagikan kepada mahasiswa karena adanya kejanggalan dari beberapa pihak yang terkait dengan masalah pembagian buku, dan belum jelas keberadaannya.

Kebijakan terbaru pelatihan bahasa asing di UIN Sunan Ampel Surabaya menyebabkan beberapa kecanggungan, termasuk salah satunya adalah pada fasilitas penunjang bahasa asing. Ada sedikit kejanggalan dari fasilitas yang diberikan oleh P2B. Kejanggalan tersebut  salah satunya ada pada fasilitas intensif yakni buku ajar yang diberikan. Adanya fasilitas buku ajar ini, dirasa kurang merata pada berbagai Fakultas di UIN Sunan Ampel Surabaya.
 Seperti fasilitas buku ajar yang ada di Fakultas Syari’ah, di sana para mahasiswa mendapatkan 3 buku ajar yakni satu buku intensif bahasa Inggris “Road to english”, dan dua buku untuk intensif bahasa Arab yaitu,“Al-arabiyatul litholibat” dan buku TOAFEL (Test Of Arabic Foreign Language). Sedangkan di fakultas Adab mahasiswanya mendapatkan empat buku yakni dua untuk intensif bahasa inggris “Road to English” dan “English Dictionery” dan dua untuk intensif bahasa Arab yaitu “ Al-Arabiyatul Litholibat” dan buku TOAFEL. Sedangkan untuk fakultas dakwah hanya mendapatkan satu buku yakni
TOAFEL.
Mahasiswah banyak yang mengeluh dengan perbedaan ini terutama mahasiswa Fakultas Dakwah. “Fakultas dakwah memang selalu telat menangani masalah buku,“ kata seorang mahasiswi semester dua Jurusan Menejemen Dakwah. Ada pula mahasiswa yang bertanya-tanya dengan adanya hal ini. “Kenapa Fakultas Dakwah bukunya harus berbeda dengan Fakultas lain, adakah kebijakan tersendiri untuk mahasiswanya, atau jangan-jangan masalah anggaran?.” ujar mahasiswi semester dua jurusan BKI itu pada crew new news.
Penyebaran buku penunjang bahasa asing pada setiap Fakultas telah selesai dilaksanakan pada bulan Maret. Menurut bapak Abdul Kadir selaku ketua P2B, menjelaskan pada crew new news ara-aita pada tanggal 05 maret 2015 di ruangannya,“Buku ajar telah dibagikan sejak bulan november kesemua fakultas.” Namun kenyataan yang kini terjadi di fakultas Dakwah adalah tak kunjung beredarnya buku penunjang bahasa Inggris.
Adapun perbedaan jumlah buku yang diterima oleh setiap mahasiswa di fakultasnya masing-masing , merupakan kebijakan dari pihak Fakultasnya sendiri. Termasuk yang berada di Fakultas Dakwah yang dirasa berbeda dengan yang lain. Hal ini berkaitan dengan harapan Fakultas dakwah dan komunikasi yang menginginkan mahasiswanya mahir dalam TOAFEL terlebih dahulu. Namun bukan berarti buku penunjang bahasa difakultas ini tidak ada. Justru buku tersebut akan tetap dipakai sebagai pendamping buku TOAFEL yang akan dipelajari oleh mahasiswa, namun tidak dalam waktu dekat ini “Buku penunjang bahasa untuk semester dua akan tetap dibagikan agar dipakai berselingan dengan buku TOAFEL  sesuai anjuran dari pihak pusat, namun tidak untuk waktu dekat ini,” ujar pak Fahrur Rozi.
Dalam keterlambatan ini dilihat bahwa terdapat kejanggalan yang tidak terjawab, yakni berupa tidak diketahuinya keberadaan buku  pengantar bahasa Arab yang seharusnya ada dua macam yakni “ Al-Arabiyatul Litholibat” dan buku TOAFEL, dan saat ini baru menggunakan satu buku pengantar TOAFEL. Sedangkan pengantar bahasa Inggris yang diketahui sudah disebar ke seluruh Fakultas, saat ini belum  diterima oleh mahasiswa di Fakultas Dakwah sebagai buku ajarnya. Hal ini ternyata masih memiliki keterkaitan dengan tidak diketahuinya buku-buku panduan yang dari pusat.
Tidak diketahuinya keberadaan buku ini masih terus diselidiki oleh pihak Fakultas. Mulai dari menanyakan kepada pihak  staf  akademik dan juga pihak penjaga kampus.” Saat ini saya masih mencoba melacak keberadaan buku yang tiba-tiba menghilang dan akan saya tanyakan kepada pihak pusat.” Pungkas Bapak Fahrur Rozi. Sama halnya dengan buku penunjang keagamaan atau ma’had, yang sampai saat ini belum jelas keberadaannya. Dan sampai saat ini masih di cari kebenarannya. *(Azizah)


No comments:

Post a Comment