Ada Sampah Dimana-mana - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Ada Sampah Dimana-mana


Membuang sampah pada tempatnya, terdengar sangat sepele. Namun di lingkungan UINSA masih banyak ditemui sampah yang berserakan dan tidak dibuang pada tempatnya. Bahkan hal tersebut menjadi budaya warga UINSA, yakni suka membuang sampah sembarangan.
Sampah, merupakan salah satu unsur yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan manusia. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia, maka akan berujung menghasilkan sampah. Contohnya ketika kita makan atau minum, paling tidak kita menyisahkan dua macam sampah. Yaitu sampah plastik dari bungkus makanan atau minuman, dan yang kedua adalah sampah sisa dari makanan atau minuman yang kita makan.
Sebagai manusia yang dilahirkan untuk menghuni bumi ini, sepatutnya kita menjaganya. Dari hal yang sepeleh yakni menjaga kebersihan lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya. Terdengar sepeleh, namun apakah kita bisa melakukannya secara konsisten?.
Sejauh kaki melangkah menyusuri jalan diarea Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), sejauh itulah kita masih menemukan sampah yang berserakan dibeberapa titik. Membuang sampah sembarangan sepertinya sudah membudidaya dikalangan warga UINSA. Seperti yang diungkapkan Arfindi Mahasiswi Ilmu Komunikasi semester 2, bahwa dia masih sering menemukan sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, bahkan dia juga merupakan salah satu pelakunya. “Saya masih sering menemukan sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, bahkan saya juga sering kayak gitu, lha wong tempat sampahnya jauh,” jelasnya.
Arfindi menambahkan, “seharusnya didepan kelas itu ada tempat sampahnya, agar kita itu ndag males buang sampah pada tempatnya. Lah sekarang kita duduk didalam kelas, tempat sampahnya didepan kelas sebelah, kan males buangnya, mending ditaruk bangku aja,” jelas wanita perpostur tinggi itu.
Hal senada juga disampaikan oleh Mashudi Mahasiswa asal Tulungagung, hal yang menyebabkan orang membuang sampah sembarangan itu dikarenakan malas dan sulit menemui tempat sampah. “Saya rasa orang buang sampah sembarangan itu karena dia malas, mereka berfikirnya nanti ada tukang yang bersiin kok, kalau sudah bersih nanti mereka makan gaji buta. Selain itu karena sulit menemukan tempat sampah,” tutur Mashudi.
Crew New News melakukakan pengamatan di lingkungan Fakultas Dakwah. Dan memang benar bahwa jumlah tempat sampah di lingkungan Fakultas Dakwah masih sangat minim. Dalam kondisi seperti ini kita patut mencontoh apa yang dilakukakan oleh Chalid Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam, bahwa dia tidak pernah membuang sampah sembarangan. “Saya tidak pernah membuang sampah sembarangan, saya usahakan kalau ada sampah itu saya simpan dalam saku atau tas, nanti kalau ketemu tempat sampah baru saya buang,” jelasnya. Dia pun berharap agar pihak kampus atau fakultas untuk menambah jumlah tempat sampah. “Saya berharap disetiap kelas ada tempat sampahnya, minimal ya ember. Karena paling tidak kita itu membuang plastik sisa pentol dan botol air mineral,” tambahnya.
“Sebagai bagian dari keluarga besar UINSA kita semua mahasiswa, karyawan maupun dosen punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan, bukan hanya petugas kebersihan saja,” tutur Elma Mahasiswi semester 2 asal Lamongan saat diminta untuk memberi saran agar lingkungan UINSA semakin bersih.

Mashudi menambahkan untuk hal tersebut, agar ruang kelas selalu dibersihkan sebelum kelas intensif dimulai. “Agar semakin bersih, saya berharap setiap pagi sebelum kelas intensif dimulai, supaya para petugas kebersihan membersihkan kelas. Karena selama ini yang saya tau ruang kelaslah yang paling kotor, khususnya dikelas intensif saya yaitu ruang D1.312,” tutur laki-laki berbadan kurus itu.

No comments:

Post a Comment