Belajar Berfilsafat - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 21 April 2015

Belajar Berfilsafat

           “Nak apa apa ada roti untuk  kakek makan?” Tanya kakek tua dengan penampilan kusut  agak lesu, “ ada kek  akan kuambilkan dulu“,  jawabku pelan.  Namun setibanya depan pintu, kakek tua itu menghilang begitu saja  menyisakan buku hitam dan gambar salib.  tak sempat kutanyakan siapa namanya,   namun sepertinya kakek tua itu sedang berpetualang. Aku buru-buru mengambilnya “ tapi apa maksud kakek tua itu?” tanyaku dalam hati  ,,
 Jika aku shopi mungkin orang itu adalah orang yang aneh yang tiba datang dan meninggalkan sesuatu buat shopi . Tapi aku bukan shopi. Dengan penasaran  ku lihat buku itu, rupanya ada nama yang sepintas aku dengar  yaitu nische . Akupun membacanya, namun   selang beberapa waktu,   aku telah menghabiskan banyak lembar dari buku itu. Tapi ada hal yang aneh , yaitu     ”tuhan telah mati” ia benar, itu kira-kira sepintas gagasan nische yang membuatku menjadi munafiq pada agama, entahlah kenapa? Orang tuaku mengajariku keimanan sedang aku  Seperti selalu ada bisikan dalam fikiranku sehingga membingungkanku pada masalah teologi. Tidak seperti  biasanya alam, fikiran, keyakinan tampak sebagai sesuatu yang meragukan dan tak pasti di ujung fikiranku setelah membaca buku nische. Padahal aku baru saja selesai membaca sekitar seperempat dari buku yang berjudul nische yang  tepat berada didepanku.


kalaupun demikian, dengan fikiran agak berat dan  malam yang membuat tubuhku menggigil karena waktu itu sunyi mulai bersepatu waktu, laci dan jendela kamarku tampak seperti mendiam tak mau berbicara apapun, namun aku tetap perlahan membaca bait paragraf dari buku nische yang rasanya tak mungkin aku selesaikan dalam waktu singkat dan mata yang mulai mengantuk . Tetapi, dalam beberapa peragraf berikutnya, lagi kedua, gagasan nische tuhan telah mati itu kutemui , namjun aku menghiraukannya begitu saja dan menutup buku, sembari meletakkannya tepat disampingku dengan mengesploitasi malam dengan tidur karena malam telah mulai  larut, dan besok aku  harus berangkat pukul 06.00 WIB kesekolah.
“leo leo leo,,” suara bi ani membangunkanku dari luar pintu kamar sambil mengetoknya. “iya bi… aku udah bangun ”  rupanya fajar sudah terbit dan bunyi ayam kampung telah selesai membangunkan warga. Seketika itu pula  Tampak jelas dari jendela orang berlalu lalang menuju tempat peribadatan mereka_masjid_ untuk sekedar melakukan aktivitas berjamaah shalat subuh pagi itu. Perlahan aku  ambil udhu’ dan berangkat menuju perkumpulan warga, rupanya semua warga telah berkumpul  dalam masjid. Namun tepat depan masjid fikiranku mulai lagi dihantui oleh gagasan nische  seorang filosof perancis yang sempat  tadi malam aku membacanya. Seperti yang kuduga bahwa rasanya  aku tidak puas menerima gagasan nische bahwa tuhan telah mati dan gejolak dalam hati yang terasa meragukan, adakah tuhan yang mereka sembah adalah tuhanku? Atau tidakkah mereka sedang menyembah keyakinan mereka dan aku mengikutinya dengan tidak pasti? Atau pula mereka sedang dibodohi oleh agama dan tuhan?. “ ah tidak “ gumamku dalam hati sambil melanjutkan jalanku menuju shaf yang tampaknya sedang kosong.
Lima menit telah lewat dengan ritual shalat  penuh  khusu’  namun aku lagi-lagi  terganggu oleh  pikiranku sendiri,  sepertinya aku saat ini tidak sedang beragama  namun aku hanya berkeyakinan itulah yang Membuatku bingung.
Malam kedua, rupanya aku ingin kembali melanjutkan  membaca  buku nische  untuk sementara waktu karena kehausanku pada gagasannya, selanjutnya pada alinia keempat aku bahkan sama sekali tidak menyangka  bahwa nische selalu mendapat keritikan, terutama dari kalangan filosof islam. Aku kini bahkan mulai mengaguminya karena ditengah kemelut seperti itu dia bahkan mencipta gagasan filsafatnya menjadi populer. Rasanya aku menjadi penganutnya,  beberapa hari dikamar mengurung  diri sambil  merenung sebab aku menemui jalan buntu  dan tidak lagi menemukan tuhanku, namun banyak orang  menganggapku gila dan bahkan orangtuaku mengasingkan aku, Karena aku disangka telah belajar ilmu sesat. Bagi aku mereka adalah orang gila yang tidak pernah bertanya kenapa mereka harus tunduk pada sesuatu yang bodoh dan tunduk pada tuhan yang diciptanya sendiri melalui keyakinan mereka.