Dibawah Naungan Masjid Ulul Albab - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Dibawah Naungan Masjid Ulul Albab

Tanpa mengurangi sedikitpun fungsi utamanya, tiba-tiba seiring dengan perkembangan waktu. Tempat ini jadi begitu memiliki banyak fungsi bagi mahasiswa.

Jika anda sedang duduk bersama kawan-kawan anda di suatu tempat, membentuk sebuah lingkaran, lalu bercengkrama. Entah apapun itu bahasan, beserta kontennya, berdebat mengenai suatu masalah, ngerumpi atau membicarakan orang lain disekitar, atau mungkin berdiskusi dan sebagainya, bahkan meskipun hanya membicarakan hal sepele dan tidak berarti untuk mengisi kekosongan, Tidakkah itu menyenangkan? Setidaknya, berapa kali dalam sehari mahasiswa melakukan aktifitas sederhana itu? Suatu bentuk interkasi sosial secara langsung yang sering sekali dan berpotensi setiap hari kita lakukan dengan teman-teman kita dimanapun dan kapanpun. karena tidak mungkin dalam sehari mahasiswa tidak menyapa teman sesama mahasiswa atau menyapa dosen. meskipun hanya berkata “hai”. Ini merupakan budaya yang memang sudah mengakar dalam diri manusia, dan menjadi fitrahnya untuk bersosialisasi antar sesama sebagai makhluk sosial.
Terutama sebagai mahasiswa, dalam waktu satu hari yang melelahkan ditengah-tengah kepadatan jam kuliah yang terkadang sampai membuat pikiran penuh. Umumnya diskusi dan berbagai macam perbincangan itu sendiri bisa dilakukan dimana saja, namun kebanyakan mahasiswa melakukannyadidalam kelas, kafe, atau mungkin hanya sekedar di warung kopi.Lantas bagaimana jika anda mendengar ajakan, “ ayo, kita bicarakan dimasjid saja!” atau mungkin, “ nanti kita kerjakan bersama di masjid ya.” Tutur salah satu mahasiswa jurusan KPI selepas jam kuliah
Ya, masjid. Tempat ibadah suci bagi umat muslim ini jadi tempat yang multifungsi, alias sangat banyak manfaat dan fungsinya selain hanya tempat ibadah di era ini. Jika yang kita tahu masjid hanya sebagai tempat sholat ataupun hanya sekedar pengajian, berbeda halnya dengan masjid yang satu ini, dan mungkin beberapa masjid dilokasi lainnya. Tidak lain dan tidak bukan ialah masjid Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya. Masjid yang tepat berhadapan langsung dengan gedung rektorat UIN ini menjadi sentral bagi mahasiswa UINSA. Pada jam kerja, tempat ibadah ini tidak pernah sepi dikunjungi oleh mahasiswa, dosen, maupun orang luar yang sedang berkeperluan. Hampir semua kegiatan selepas kuliah mereka dilakukan di masjid ini, terutama di serambi masjid. Mulai dari berdiskusi, bercengkarama, beristirahat, menyantap bekal, membaca buku, bermain laptop, kerja kelompok, hingga melakukan kaian-kajian tertentu, bahkan tempat agenda ma’had bagi mahasiswa semester dua, semuanya menjadi aktifitas yang biasa dilakukan di masjid ini. Selain tempatnya yang luas, sehingga memungkinkan menampung sebagian besar mahasiswa. Entah kenapa, begitu udara di area masjid sedikit lebih sejuk dibandingkan dengan tempat lain. Terasnya bewarna coklat berbahankan marmer membuat pijakan kaki terasa isis. Dan akhirnya, ada banyak faktor yang menyebabkan kenapa mahasiswa betah berlama-lama dimasjid ini. Dari rasa nyaman dan betah inilah timbul kebiasaandanbudaya sehingga sangat mempengaruhi fungsi masjid yang satu ini.
“masjidnya UIN ya? Sangat usefull menurut saya.” Ucap Shella singkat saat ditanyai tentang kegunaan masjid. “saya juga sering menghabiskan jam kosong kuliah saya disana. Biasanya sama teman-teman. Bahkan saya punya teman yang dalam dua kali dalam seminggu menggunakan masjid UIN sebagai alternatif tempat menginap, karena rumahnya jauh dan aktifitas dari kampus yangmembuat dia sering pulang malam,” Jelas kembali mahasiswi semester dua jurasan KPI fakultas dakwah ini.
Dari tuntutan dan keadaan yang berbeda-beda, Masyarakat UINSA memiliki kebiasaan  baru bagi masjid Ulul Albab tanpa disadarinya. Kebiasaan-kebiasaan ini akhirnya mengakar dan berlanjut setiap kali mahasiswa baru datang dan begitu seterusnya. Tidak bisa dipungkiri, masjid Ulul Albab menjadi tempat persinggahan mahasiswa di momen-momen tertentu. Sebuah bangunan yang memberi banyak kemanfaatan bagi yang menginjakkan kaki di dalamnya. Inilah hal kecil nansepele yang sering kita lupakan. Hanya sekadar duduk dan berdiam diri, tanpa mensyukuri juga menyadari bahwa bangunan yang sering kita datangi itu memberikan kemudahan bagi kita. Menjawab panggilannya, untuk memenuhi rahmatnya. Rumah Allah ini, mari kita menjaga kesakralannya sebagai bentuk rasa cinta kita terhadap bangunan penuh berkah ini.

No comments:

Post a Comment