Dosen Tentukan Kualitas Mahasiswa - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Dosen Tentukan Kualitas Mahasiswa

Dilakukan tes kembali pada dosen intensif bahasa asing untuk memperbaiki kwalitas mahasiswa sebagai bekal masa depan.

Ketua Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) UIN Sunan Ampel Surabaya, yang baru saja dilantik pada bulan Maret tahun 2014, mempunyai gagasan baru untuk memperbaiki kemampuan mahasiswa dalam berbicara Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Salah satu yang dilakukan oleh ketua P2B untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu dengan dilakukannya tes kembali kwalitas dosen intensif berdasarkan penilaian yang ditentukan.
Ada tiga aspek yang dinilai untuk memilih dosen yang berkwalitas. Pertama dari aspek penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kedua, kemampuan dosen dalam mengajarkan bahasa asing kepada mahasiswa agar cepat dimengerti. Ketiga, dari komitmen dosen dalam mengajar. Maksud dari komitmen dosen ini adalah tepat waktunya dosen datang mengajar, dan menyelesaikan proses mengajarnya sesuai jadwal. Ketiga aspek yang menjadi penilaian dosen intensif ini sudah disetujui oleh semua koordinator bahasa asing di setiaap Fakultas.
Dosen intensif yang pada awalnya berjumlah 120 orang dosen Bahasa Arab dan 120 orang dosen Bahasa Inggris, kini hanya dipilih 70 orang dosen Bahasa Arab dan 70 orang dosen Bahasa Inggris. Dipilihnya dosen-dosen tersebut dianggap lebih berkwalitas atas dasar tiga aspek penilaian yang diberikan. Dari 240 dosen yang sebelumnya dipilih bukan berarti tidak bagus dalam bahasa asingnya, namun dengan pertimbangan yang lain hanya dipilih 140 dosen yang terbaik.
“Untuk mensukseskan program kampus, dimana mahasiswa yang lulus dari UIN Sunan Ampel harus bisa Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta menjadi takeholder dimasa depan mereka. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan dosennya yang dipilih mempunyai kwalitas yang baik.” Ungkap Abdul Kadir selaku ketua P2B (5/3).
Dipilihnya dosen yang berkwalitas bukan semata-mata hanya untuk kepentingan kampus saja, namun ketua P2B juga mempunyai harapan besar kepada mahasiswa agar bisa menguasai bahasa asing terutama Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Dimana hal ini juga dilakukan untuk kepentingan masa depan mahasiswa itu sendiri.
Pelaksanaan intensif bahasa asing yang dilakukan di UIN Sunan Ampel Surabaya, memang sudah lama diberlakukan untuk membantu mahasiswa mencapai nilai TOAFL dan TOFL sebagai syarat kelulusan mahasiswa. Namun, kebanyakan mahasiswa menganggap bahwa intensif bahasa asing ini sangat tidak efektif. Jika setiap mahasiswa menyadari bahwa sebenarnya intensif bahasa asing ini juga bisa membantu mereka dalam menggenggam masa depan ditangan mereka, para mahasiswa tersebut bisa lebih bersemangat lagi dalam menjalani intensif bahasa asing.
“Jika bisa Bahasa Inggris dunia ada dalam genggaman kita, dan jika ingin menguasai akhirat atau ilmu-ilmu keislaman bisa dengan Bahasa Arab. Kita memang tidak menjamin orang yang bisa Bahasa Arab dan Bahasa Inggris akan sukses, cuma hal ini sudah menjadi tren bahwa dunia sudah dikuasai  Bahasa Inggris.” Tutur seorang lelaki yang memakai batik wara hijau ketika ditemui Crew New news. (Dila)