Dunia Ide - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 21 April 2015

Dunia Ide


“Di dalam dunia ide tidak ada perubahan, semua ide bersifat abadi dan tidak dapat diubah. Di dunia ide semuanya sempurna”.
                Demikianlah pandangan Plato mengenai sebuah ide. Ide adalah citra penting pertama dari sebuah realita, yang bersifat non material, abadi dan tidak berubah. Ide tersebut memang benar-benar ada dan berada diluar pemikiran kita, serta ide tersebut nantinya akan saling berkaitan. Seperti tiga meja itu berhasil dibuat dengan ukiran-ukiran yang bagus, tiga meja tersebut tidak terlepas dari tiga, begitu selanjutnya tiga berhubungan dengan ganjil. Maksudnya adalah tiga buah meja yang berbahan dari kayu itu telah selesai dibuat dengan hiasan ukiran yang baik, kata “tiga meja” tersebut maksudnya  tiga buah, begitu seterusnya kata “tiga” selanjutnya adalah kata yang bermula karena tiga adalah angka ganjil. Begitulah penjelasan dari sebuah pemikiran sang filsuf  terhadap ide (sebuah pemikiran) yang menjadi teman hidupnya selama puluhan tahun.
Filsuf asal Athena tersebut mengungkapkan bahwa, terdapat puncak yang tinggi antara hubungan-hubungan ide tersebut. Menurut murid Socrates ini “Hanya ada satu ide yang bagus dan indah”. Ide tersebut tidak hanya condong ke benda-benda  kasar yang dapat dipegang saja. Namun, juga mengenai konsep-konsep pikiran dan hasil dari sebuah intelektual, begitulah sifat dari sebuah ide. Atau lebih tepatnya yang kita kenal sebagai ilmu filsuf (filsafat).
Contoh ide atau pemikiran lainnya seperti, sebuah kebaikan adalah kebenaran dan keindahan, sebuah kebenaran adalah keindahan dan kebaikan, sebuah keindahan adalah kebaikan dan kebenaran. Demikianlah contoh sebuah filsafat selanjutnya dari Plato, pemikiran ini tidak jauh mengacu pada nilai moral mahasiswa saat ini. Niai moral mahasiswa memang menjadi permasalahan sosial belakangan ini. Dikarenakan sebagian dari mereka terlalu terburu-buru dalam memutuskan sesuatu dan sebagian kecil dari mereka masih labil dalam melakukan sesuatu, serta beberapa dari mereka juga belum bisa mengendalikan emosionalnya.
Mahasiswa yang dahulu dikenal sebagai pejuang dan harapan bangsa ini, kini hanya isapan jempol semata. Mahasiswa di era modern saat ini lebih dikenal sebagi perusak harkat dan martabat bangsa karena perilaku-perilaku mereka.
Namun tidak semua mahasiswa mempunyai nilai moral yang buruk, sebagian dari mereka juga masih ada yang mempunyai nilai moral yang baik, teguh pendirian dan tidak terpengaruh oleh dunia luar. Tidak sedikit juga dari mereka yang mempunyai prinsip serta telah mengambarkan atau memikirnya masa depannya. Merekalah salah satu harapan bangsa yang sebenarnya. Yang mempunyai kebaikan, kebenaran serta keindahan tersebut.
Mahasiswa dikatakan berbuat kebaikan karena didalam kebaikan tersebut terdapat kebenaran dan keindahan. Mahasiswa dikatakan berbuat kebenaran karena didalam kebenaran tersebut terdapat kebaikan dan keindahan. Serta mahasiswa dikatakan berbuat keindahan karena didalam keindahan tersebut terdapat kebenaran dan kebaikan. Demikianlah penjelasan dari pemikiran seorang filsuf  sekaligus pilitikus yang dapat dikaitkan dengan perilaku-perilaku mahasiswa saat ini.