Jejak Langkah Sang Ratu Kriminal - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 21 April 2015

Jejak Langkah Sang Ratu Kriminal


Tahun ini, seandainya masih hidup dia berusia 124 tahun. Dialah Dame Agatha Mary Clarissa Christie, seorang penulis yang lahir di Torquay, Inggris.  Wanita yang lebih dikenal dengan nama Agatha Christie sebagai nama pena miliknya ini, merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Lahir dari orang tua yang bernama Frederick Alvah Miller dan Clara Boehmer, tepat pada tanggal 15 September 1890. Dalam hidupnya, Agatha telah melakukan pernikahan sebanyak dua kali dengan dikaruniai seorang putri dari suami pertamanya.
Semasa hidupnya, Agatha Christie tidak pernah disekolahkan oleh orang tuanya. Sejak dirinya kecil hanya ada tutor yang secara teratur berkunjung ke rumahnya untuk berbagi ilmu dasar. Meskipun tak pernah merasakan namanya bangku sekolah, namun dia mampu membuktikan jika ia bisa menjadi lebih baik dengan hasil karya ciptanya. Anak bungsu ini, menunjukkan kecintaannya pada buku yang telah tumbuh sejak kecil. Selain itu, dorongan dari sang ibu lah yang membuat ia masuk di dunia tulis menulis dan menghasilkan karya yang luar biasa.
Semasa Agatha remaja, beberapa kali ia menulisan naskah-naskah teater amatir, namun belum terpikir olehnya untuk menjadikan menulis sebagai profesi. Sampai suatu saat ia berhasil menyelesaikan cerpen pertama yang bertajuk ‘The House of Beauty. Berawal dari cerpen inilah, si bungsu memulai untuk menciptakan sebuah novel pertamanya berjudul ‘Snow Upon the Desert’ yang mengambil latar belakang kota Kairo dan ditulis berdasarkan pengalamannya tinggal selama 3 bulan di kota itu saat menemani ibunya yang sedang sakit. Sayangnya, tidak ada satu pun penerbit yang mau menerbitkan novelnya tersebut. Tetapi, Agatha tidak putus asa sampai di sini, dia mendapatkan banyak dukungan dari sahabat dan keluarganya.
Dalam hidupnya, Agatha Christie sangat menyukai cerita-cerita detektif, terutama serial ‘Sherlock Holmes’ dari Sir Arthur Conan Doyle. Hal ini lah yang kemudian membuat Agatha memutuskan untuk membuat cerita detektifnya sendiri. Sehingga pada tahun 1920, novel pertamanya yang berjudul ‘The Mysterious Affair at Styles’ diterbitkan di Amerika dan di Inggris satu tahun kemudian, yang ketika itu Agatha masih berkarir sebagai apoteker. Sambutan positif pembaca mendorong Agatha untuk terus menulis fiksi kriminal dengan tokoh-tokoh yang tak kalah unik.
Disaat Agatha Christie mencapai puncak ketenarannya, tiba-tiba pada tangal 3 Desember 1926 dia dikabarkan seolah menghilang ditelan bumi. Tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana hilangnya sang penulis papan atas ini. Namun, ada perspektif yang menyebutkan bahwa hilangnya Agatha Christie karena mengalami amnesia yang disebabkan gangguan urat syaraf setelah kematian ibunya dan masalah dalam perkawinan pertamanya. Ada yang berpendapat bahwa ini hanyalah sebuah aksi publisitas saja. Sampai pada akhirnya tanggal 14 Desember di sebuah hotel di Yorshire, Agatha Christie ditemukan
Karya fiksi kriminal yang ditulisnya menghasilkan kisah misteri paling terkenal di dunia. Karyanya paling laku sepanjang masa. Buku-bukunya telah terjual sebanyak lebih dari satu miliar eksemplar dalam bahasa Inggris dan satu miliar lagi dalam 45 bahasa asing. Sebagai contoh kepopulerannya yang semakin meluas, Agatha adalah penulis paling laris di Perancis, dengan lebih dari 40 juta eksemplar novelnya terjual dalam bahasa Perancis. Agatha menerbitkan lebih dari 80 novel dan naskah teater yang kebanyakan merupakan kisah detektif dan misteri ruangan tertutup. Dia adalah seorang tokoh besar dalam fiksi kriminal untuk keberhasilan komersialnya dan inovasinya dalam genre tersebut. Karyanya telah banyak yang difilm kan, diantaranya yang paling sering diulang-ulang ialah "Pembunuhan di Atas Orient Express", "Pembunuhan di Sungai Nil", "Kereta 4.50 dari Paddington".
Kepiawaian Agatha Christie dalam hal menulis tidak dapat diragukan lagi. Terkadang dalam ceritanya dia suka mempersulit kisahnya dengan teka-teki yang lain dari umumnya.
Dia begitu teliti dalam menentukan alur ceritanya, tetapi dia akan memastikan kalau para pembacanya akan memperoleh semua informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan teka-teki yang diberikan seperti pelaku dalam novel akan sangat sulit ditebak, tetapi sebeum kisah berakhir pembaca akan diberitahu tentang pelaku serta bagaimana dia melakukan aksinya dengan rapi. Dan hal ini juga akan membuat pembaca lebih imajinatif. Sampai sekarang, karya-karya sang “Ratu Kriminal” masih terus melekat dihati para penggemarnya melalui berbagai bentuk adaptasi, seperti film, serial televise, teater, sampai animasi.