Kebiasaan Tidur di Kelas - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Kebiasaan Tidur di Kelas


Lelah, kurang tidur, dan kondisi dosen yang yang hanya berceramah dapat memunculkan rasa kantuk yang akan datang tiba-tiba. Rasa jenuh berada di ruang kelas juga akan mengakibatkan kantuk hingga tertidur  pulas di dalam kelas tanpa menghiraukan dosen yang mengajar.

Siang itu, para Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel membentuk sebuah formasi berjajar dan merata, seakan-akan memenuhi seluruh ruangan kelas dengan keberadaan mereka. Salah seorang melantunkan bait-bait do'a kepada yang kuasa, ketika dosen mulai masuk ke ruang perkuliahan dan memimpin temannya yang lain supaya mengikuti lantunan do'anya, dengan tujuan menginginkan tetap dalam lindungan-Nya. Do'a-do'a itu, mereka lantunkan di tengah heningnya siang dalam sebuah kegiatan kuliah. Melantunkan do'a seperti ini selalu diterapkan sebagai persiapan memulai proses pembelajaran.
Di tengah suasana perkuliahan inilah, mulai muncul bibit-bibit kecanggungan antara dosen, mahasiswa, dan mata kuliah yang sedang berjalan. Suasana perkuliahan di siang hari yang memang seharusnya adalah waktu untuk beristirahat, sekarang diikuti dengan setengah hati oleh para mahasiswanya. 
Salah seorang dari mereka terlihat tidak menguasai dirinya lagi, dan sempoyongan bak mengkonsumsi minuman beralkohol tinggi. Sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya) salah satu Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, merasa suasana perkuliahan tidak lagi kondusif dengan suasana lelah dan menjenuhkan, “saya lelah dan pengajarannya membosankan,” tuturnya ketika diwawancarai, (27/03/2015).
Pengungkapan mahasiswi semester dua ini juga terjadi pada sebagian besar Mahasiswa UIN Sunan Ampel. Berbagai Mahasiswa dari Fakultas yang berbeda, juga mengungkapkan hal yang sama tentang suasana monoton dengan cara pengajaran dosen yang terkesan kolot dan membosankan. Salah satunya adalah dari Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunkasi, “dosen yang memberikan materi terlalu monoton atau memebosankan, terlalu serius dan tidak ada canda tawanya,” ungkapnya.
Ruang kelas yang hening, dengan hembusan AC dan sedikit ceramah kajian bak cerita pengantar tidur dari dosen pengajar siang itu, sudah cukup membuat para mahasiswanya tertidur pulas. Hal ini, yang akhirnya akan berakibat buruk pada mahasiswa yang bersangkutan. Nilai buruk atas penilaian dosen terhadap mahasiswa yang tidak aktif, atau terkesan selalu tidur di kelas adalah salah satu contoh konkret, pendapatan nilai buruk yang diperoleh. Padahal tidak semua kesalahan berasal dari mahasiswa dalam hal pembeljaran semacam ini.
Di samping kesalahan metode belajar, kebiasaan buruk mahasiswa juga harus dibenahi. Pernyatan itu senada dengan pengungkapan seorang mahasiswi berinisial IR yang mengaku bahwa dia juga bersalah ketika mengantuk di kelas, “saya itu kurang tidur, saya tidur kurang lebih jam 12-an karena saya terkena Insomnia, kemudian saya manfaatkkan untuk lihat film atau sebagainya,” jelas salah satu Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi itu.
Selain jam tidur yang terlambat dan pengajaran dosen yang kurang efisisien, pada setiap Fakultas lembaran-lembaran penggalian data di sebar ke setiap mahasiswa yang berminat meluangkan waktu untuk menorehkan pendapatnya. Tangan demi tangan menjaba pesan itu yang lancang menanyakan beberapa hal pribadi mereka tentang rasa kantuk yang pernah mereka alami, diantaranya disebabkan oleh  makan terlalu banyak dan akhirnya merasa kekenyangan,  tidak enak badan, Kurang nyambung antara pemahaman dan kajian yang dikaji, dan cuaca dingin.
Sedangkan mereka yang menganggap pelajaran siang itu tidak menjadi sebuah sebab mereka mengantuk, tetap memandangi dan mendengarkan penjelasan dosen dengan khusyu' dan seakan-akan mereka sedang mendengarkan sebuah cerita yang sangat menarik dan belum pernah didengarnya. Berhubungan dengan berbagai tanggapan di ungkapan oleh AN terhadap teman sekelasnya, tentang apa yang dianggap mengganggu konsentrasinya,“ ya biarkan saja, mungkin mereka terlalu capek dan malamnya begadang atau memang itu adalah kebiasaannya,” ungkap salah  satu mahasiswi berbadan gempal itu.
Berbeda dengan pendapat Mahasiswa Fakultas Syari'ah, dalam ceritanya ketika melihat temannya yang tidur di kelas dengan ekspresi wajah yang konyol, dia akan menganbill gambar temannya yang sedang tertidur pulas itu yang kemudian di unggahnya ke sosial media sebagai bahan ejekan di kemudian harinya, “mending di foto, terus di upload, masukin sosmed (sosial media),” guraunya dengan lemak yang mengguncang-guncang di badannya.



No comments:

Post a Comment