Kebingungan Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah yang Dipilih - Araaita.com

Breaking News

Monday, 20 April 2015

Kebingungan Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah yang Dipilih

Kurikulum merupakan hal yang terpenting dalam sebuah sistem pendidikan, karena kurikulum adalah merupakan sebuah sistem yang mengatur jalannya pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Jika kurikulum tidak terprogram dengan baik atau pun tidak terlaksana dengan baik, maka suatu institusi pendidikan dapat dipertanyakan kualitas kependidikannya.
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel sendiri, telah memiliki program kurikulum yang baik, bahkan mahasiswa pun dapat memilih mata kuliahnya sendiri secara online ketika melaksanakan validasi KRS (Kartu Rencana Studi), di web resmi UIN Sunan Ampel atas persetujuan dosen wali, dengan catatan mahasiswa harus berdiskusi tentang mata kuliahnya kepada dosen wali terlebih dahulu, supaya mata kuliah yang dipilihya nanti dapat sesuai dengan kurikulum, dan tentu saja memungkinkan ia menjalankan perkuliahan dengan baik.
Akan tetapi meskipun sistem telah diprogramkan dengan baik, bahkan disediakan pula dosen wali sebagai pembimbing mahasiswa. Nyatanya, masih saja ada mahasiswa yang mengalami permasalahan dalam proses validasi KRS tersebut. Sehingga sampai saat ini, masih saja dapat ditemukan mahasiswa yang mengalami kebingunggan ketika melaksanakan perkuliahanya.

Fakta ini menunjukkan bahwa pihak dosen wali masih kurang bersosialisasi dengan mahasiswa bimbingannya. Dan hal ini bisa berakibat fatal bagi pihak mahasiswa, karena tentunya mahasiswa pasti akan merasa kebingunggan, dengan pelajaran yang dipilihannya, yang semula ia anggap sebagai mata kuliah yang pantas ia pilih, justru merupakan mata kuliah yang membuatnya bingung. Dan bahkan bisa berimbas pada keberlangsungan kuliah, yang ditempuh oleh mahasiswa tersebut. Karena dalam sisitem kurikulum tersebut terdapat mata kulia bersyarat, yang mana mata kulia tersebut dapat dipilih hanya setelah mahasiswa tersebut lulus di mata kulia tertentu. Jadi untuk meminimalisir terjadinya hal seperti ini, baik dari pihak dosen wali maupun mahasiswa, harus menyadari bahwa diskusi KRS diantara kedua pihak tersebut, merupakan hal yang paling penting, dan mahasiswa tidak akan kebingungan lagi.