Kekeluargaan Ara Aita Yang Harmonis - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 21 April 2015

Kekeluargaan Ara Aita Yang Harmonis

Bapak, ibu, dan anak adalah berbagai komponen yang membentuk satu kesatuan yang dinamakan keluarga. Dalam suatu keluarga terdapat aturan, kebiasaan atau budaya, dan ketetapan-ketetapan tertentu yang mengatur jalannya sebuah keluarga itu. Tapi dengan adanya aturan-aturan dan sebagainya akan memunculkan sebuah keharmonisan yang membuat penghuninya nyaman, begitu pula dengan keluarga kecil Ara-aita

Begitu juga dengan Ara-aita yang di kental akan tradisi kekeluargaannya. Di sela-sela kegiatan padat Ara-aita, terdapat kebiasaan yang tidak dapat di hilangkan, contohnya makan berbaris dalam artian berjejer lurus memanjang, masak-masak ketika ada acara tertentu, bahkan setiap angkatan memiliki kata kunci pengerat antar angkatan. Dengan begitu rasa kekeluargaan dalam keluarga kecil  Ara-aita dapat di pertahankan.
Seperti idealnya sebuah keluarga adalah suatu kesatuan yang terdiri dari kepala keluarga sebagai pemimpin, dan anggota keluarga yang merupakan komponen penting dalam keluarga, bisa berupa anggota muda dalam keluarga hingga orang yang di tuakan atau di hormati dalam keluarga tersebut. Di dalam keluarga itu sendiri, harus memiliki perekat antara satu anggota keluarga dengan angota keluarga yang lain. Beberapa di antaranya adalah menjaga kepercayaan antara satu dengan yang lain, saling menghormati pendapat dan tidak memprioritaskan pendapat atau keputusan sendiri, maka jika dalam suatu keluarga memiliki komponen tersebut akan memunculkan suatu keharmnisan. Tanpa keharmonisan, suatu keluarga akan hancur, terpisah, dan tercerai-belai.
Dalam satu keluarga, terkadang memiliki komitmen atau budaya yang diikuti serta dijadikan panutan. Baik itu berupa kebiasaan, aturan, acara-acara yang di khususkan keluarga itu sendiri, yang mana terbentuk dengan persetujuan dan setiap anggota keluarga, terlepas mengikuti budaya atau aturan-aturan kebiasaan mesyaakat sekitarnya. Suatu keluarga itu akan dianggap baik atau sempurna, apabila dalam kehidupan bermasyarakat sekitarnya juga baik, dengan begitu orang-orang di sekitarnya akan menganggap kehidupan berkeluarganya juga baik.
Di dalam keluarga  Ara-aita juga memiliki budaya yang dikembangkan sebagai aturan untuk crew Ara-aita, di antaranya adalah wajib membaca minimal 10 menit ketika memasuki basecam dengan tujuan agar dapat menambah wawasan crew Ara-aita, menjaga kebersihan besecam dengan tujuan melatih kepekaan terhadap lingkungan, mendiskusikan apa yang telah dibaca dengan orang lain bertujuan untuk mengasah keberanian mengungkapkan pendapatnya, meminta evaluasi kepada setiap senior yang berkunjung ke basecam, hingga kajian-kajian wajib yang di adakan sesuai program kerja yang telah di setujui oleh seluruh anggota crew Ara-aita.
Keluarga tidak selalu terdiri dari bapak, ibu dan anak-anaknya dalam artian lahiriyah. Tapi suatu keluarga bisa terdapat pada suatu perkumpulan atau organisasi. Jika seseorang berada pada perkumpualan yang sepaham dengan dia dan membuatnya nyaman, bisa jadi itu akan menjadi keluarga keduanya. Seperti yang terdapat di keluarga Ara-aita, yang merupakan lembaga pers mahasiswa. Keluarga yang terdiri dari anggota paling muda, yakni mahasiswa semester 1-2, hingga mahasiswa semester atas yang salah satunya menjadi pemimpin lembaga pers ini, dan alumni  Ara-aita yang dituakan atau dihormati.

Suatu keluarga itu, tidak akan lepas dari pandangan masyarakat sekitar, begitu juga dengan Ara-aita. Orang yang tidak terlalu mengenal  Ara-aita akan menilai proses di dalamnya keras dan kejam. Memang aturan dan progra kerja yang tetapkan terlihat sangat menyita waktu, tapi jika dilihat lebih teliti, program-program kerja itulah yang menyebabkan kekeluargaan di dalamnya ada dan berkembang sampai saat ini. Dengan program kerja yang diadakan, otomatis mau ataupun tidak mau anggota Ara-aita harus hadir, dan dengan kehadiran itulah akan terbentuk rasa terbiasa dan saling membutuhkan satu dengan yang lain.