Kurangnya Interaksi Antara Mahasiswa dan Dosen - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Kurangnya Interaksi Antara Mahasiswa dan Dosen


Oleh: Muhammad Iqbalul Khoir Ws
Apakah kita perlu untuk bersosialisasi ? Jawabannya ialah sangat perlu, karena kita merupakan makhluk sosial seperti yang di ungkapkan oleh Emile Durkheim. manusia membutuhkan kepada orang lain dalam berbagai aspek, misalnya dalam aspek pendidikan, politik, sosial, budaya. Dalam aspek pendidikan, kita memerlukan seorang guru yang mengajar ataupun memberikan ilmu untuk memenuhi kebutuhan di bidang keilmuan. Dalam politik, semua orang pasti berpolitik dalam aktivitas kesehariannya mulai dari tawar-menawar barang, pembuatan Akta Kelahiran, STNK dan SKCK dari kepolisian, dan lain-lain sebagainya.
Mengaca dari penjelasan di atas bahwa kita sebagai makhluk sosial harus bisa menjaga stabilitas sosial kita terhadap orang lain, contohnya saja kita berperilaku baik kepada orang lain, menjaga sikap, ketemu teman menyapa dan memberi salam, dan menolong orang yang membutuhkan pertolongan kita. Ketika penjelasan di atas salah satu ada yang sudah dilaksanakan atau bahkan dilakukan, semua itu akan berpengaruh terhadap stabilitas sosial kita yang seharusnya kita jaga.
Dalam hadits pun  dijelaskan hubungan sosial kita dengan orang lain, yakni (hablun minannash) dan hubungan kita dengan allah swt (hablun minallah). Oleh karena itu penting sekali menjaga kedua hubungan tersebut dan mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari kita. Hubungan Vertikal dengan allah ialah ketika kita mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya.  Hal itulah yang dimaksud dengan menjaga hubungan kita dengan sang khaliq, sedangkan hubungan horizontal dengan sesama manusia ialah berbuat baik, saling tolong-menolong sesama, bersikap toleransi terhadap orang lain.
Contoh ruang lingkup yang kecil saja, yakni kampus sebagai miniatur negara yang nantinya juga akan berpartisipasi dalam lingkup yang besar tentunya setelah mahasiswanya keluar dari kampus dan berbaur dengan masyarakat. Seharusnya kita sebagai mahasiswa harus mempunyai mental yang dapat digunakan kita ketika terjun dimasyarakat dimasa yang akan datang sesuai dengan fungsinya, yaitu Agen Perubahan (Agent Of Change) dan Agen Pengawasan (Agent Of Control). Jadi manfaatkanlah waktu usia muda kita dan semangat yang kuat untuk menimba ilmu dikampus, gunakanlah semua itu sebaik-baiknya. Barulah kita mulai membangun hubungan sosial kita dengan masyarakat, sebagai makhluk sosial yang membutuhkan terhadap orang lain.
Akan tetapi, jika seseorang kurang bersosialisasi itu berdampak kepada orang itu sendiri yang nantinya akan berpengaruh terhadap informasi yang akan didapat dari orang lain. Sosialisasi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk kita lakukan karena dengan itu kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan kabar-kabar terbaru baik dalam aspek politik, sosial, pendidikan, dan budaya. Jadi kalau kita ketinggalan informasi akan menyebabkan ketidaktahuan kita terhadap apa yang terjadi kemarin, sekarang, dan yang akan datang.
Semakin banyak sosialisasi yang kita bangun dengan orang lain, semakin banyak pula informasi yang kita dapat, sebaliknya semakin sedikit sosialisasi kita dengan orang lain semakin sedikit pula informasi yang nantinya kita dapat. Oleh karena itu marilah kita bangun komunikasi dari ruang lingkup yang kecil dulu barulah keruang lingkup yang lebih besar. Seperti ruang lingkup yang lebih kecil yaitu kampus, kita sebagai mahasiswa harus aktif berinteraksi dengan mahasiswa lain atau bahkan dengan dosen-dosen yang ada.
Kebanyakan mahasiswa di kampus kurang sosialisasi, baik kepada sesama mahasiswa, maupun kepada dosennya sendiri. Bagaimana mau mendapatkan informasi dan pengalaman yang luas tanpa adanya sosialisasi yang perannya sangat sentral terhadap perkembangan pengetahuan melalui hubungan sosial di atas. Adapun faktor-faktor yang membuat kurang sosialisasi ialah rasa takut, rasa malu, rasa enggan yang ada pada mahasiswa dan saya yakin kalau dosen tidak banyak yang seperti itu, melainkan mahasiswanya yang harus membangun dari awal mental dan kesiapan untuk melakukan interaksi sosial yang nantinya akan melahirkan sosialisasi.
Miss komunikasi merupakan penyebab utama timbulnya kurangnya sosialiasi antara kedua pihak, yakni mahasiswa dan dosen. Dosen pun juga mempunyai tanggung untuk membimbing dan memotivasi mahasiswanya agar belajar berinteraksi lebih dulu sebelum melakukan sosialisasi, baik kepada mahasiswa, dosen, dan bahkan setelah pulang kemasyarakat. Setelah semua itu sudah tercapai akan membuat mahasiswa mempunyai mental yang kuat dan sikap percaya diri (confident) untuk mampu membuat suatu gerakan melalui sosialisasi dengan mahasiswa lainnya dan juga mampu menerapkan ataupun mengaplikasikannya nanti setelah keluar dari kampus yang berada dalam ruang lingkup yang lebih besar, yakni di kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya.
Ketika modal kita sudah ada, untuk berbaur dengan masyarakat itu akan memudahkan kita untuk membangun suatu hubungan sosial kita dengan orang lain. Dampaknya juga cukup besar bukan hanya diri kita sendiri, akan tetapi juga berpengaruh terhadap orang lain. Marilah kita bangun bersama sosialisasi dengan orang lain baik di dalam lingkup kecil, yakni dikampus dan dalam lingkup besar sekalipun di kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu kita harus mempunyai kemauan dan usaha-usaha yang kuat untuk membuang jauh-jauh suatu hal yang menyebabkan kurangnya rasa sosialisasi terhadap orang lain, seperti contohnya: Terjadinya miss komunikasi, adanya rasa takut, rasa malu, rasa enggan dan lain-lain sebagainya, yang menyebabkan terjadinya hal tersebut dan semua itu merugikan kepada diri sendiri.             

No comments:

Post a Comment