Mahasiswa Pakai Sandal Saat Kuliah - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 21 April 2015

Mahasiswa Pakai Sandal Saat Kuliah


“Langkah-langkah kaki yang menuju ke Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) begitu serempak dan terlihat kompak memakai bersepatu, sedang melangkah. Namun dari berjajar langkah sepatu itu terlihat ada yang berbeda. Pemandangan yang ganjal ini dikarenakan terlihatnya sandal yang dipakai oleh beberapa mahasiswa FDK.”
                Siang itu rabu (08/04/2015), di depan Fakultas Dakwah dan Komunikasi terlihat banyak mahasiswa dan mahasiswi yang keluar-masuk ke Fakultas. Bukan hanya itu, terlihat juga beberapa mahasiswa maupun dosen yang berdiam diri di tempat membaca Koran yang tidak pernah pindah dari depan Fakultas. Lalu lalang mahasiswa saat itu memang terlihat ramai, dari langkah-langkah kaki mereka menghasilkan suara yang mampu memecah keheningan siang itu.
Langkah-langkah mahasiswa yang kelur-masuk fakultas begitu rapi, dan tidak terlihat perbedaan jika dilihat dengan sekejab tanpa perhatian. Namun, ketika mata tertuju pada kaki-kaki dari para mahasiswa tersebut akan ada hal yang berbeda. Dari mereka terlihat ada mahasiswa yang keluar-masuk fakultas memakai sandal. Padahal kita tau sendiri, bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi mempunyai kebijakan yang melarang mahasiswanya memakai sandal ketika berada di dalam fakultas.
                Mahasiswa yang memakai sandal ke kampus memang sudah tidak menjadi hal yang baru lagi. Banyak mahasiswa yang pergi ke kampus terutama ke Fakulas Dakwah dan Komunkasi lebih memilih untuk memakai sandal dari pada sepatu dengan alasan yang berbeda-beda. Salah satu alasan yang diungkapkan oleh seorang wanita berkerudung merah gelap ketika ditemui Crew New New. “Saya memakai sandal ke kampus karena memang cuma sandal saja yang saya punya,” ungkap Diana mahasiswi jurusan Manajemen Dakwah yang baru saja keluar dari lobi Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
                Dipilihnya alas kaki yang memperlihatkan jari-jari kaki dengan lebih jelas, bisa jadi juga karena faktor kenyamanan dari mahasiswa itu sendiri. Seperti juga dari pengakuan mahasiswi Manajemen Dakwah yang lain, bahwa dia merasa lebih nyaman saat memakai sandal dari pada sepatu. Meski mereka sudah lama memakai sandal, mereka tidak pernah terkena sanksi dari dosen. Mungkin hal itulah yang membuat mereka merasa tenang dan nyaman, karena tidak pernah mendapat teguran. Bukan hanya mahasiswi saja yang memakai sandal saat melakukan proses kuliah, namun banyak dari mahasiswa juga yang ditemukan sedang memakai sandal saat kuliah.
                Dilakukannya sanksi kepada mahasiswa ataupun mahasiswi karena dipakainya sepatu sebagai alas kaki, tidak dilakukan oleh seluruh dosen. Hanya sebagian dosen saja yang biasanya memberlakukan untuk harus memakai sepatu. Jadi, ini juga bisa dijadikan alasan kenapa para mahasiswa itu lebih memilih memakai sandal ketimbang alas kaki yang lebih menutup seluruh kaki itu. Selain itu, dari pemaparan yang diberikan Diana tentang pilihan dia memakai sandal dari pada sepatu, karena tidak punya sepatu lagi, dipastikan bahwa sepatu yang terlalu mahal juga menjadi alasan mengapa labih memilih memakai sandal.
Berdasarkan Kode Etik Mahasiswa (KEM) UIN Sunan Ampel pada BAB V mengenai pelaksanaan tindakan disiplin, sudah dijelaskan bahwa mahasiswa dilarang memakai sandal saat proses perkuliahan. Namun, jika jenis sepatu sandal tersebut dipakai dengan menggunakan kaos kaki maka tetap diperbolehkan. Tetapi jika mahasiswa saat memakai sepatu sandal tidak disertai kaos kaki seperti yang tercantum pada KEM, maka dosen berhak untuk tidak mengijinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan.
Memang sekarang Kode Etik Mahasiswa belum sepenuhnya bisa tercapai dengan dilihat dari cara mereka dalam memakai alas kaki. Namun sebagai mahasiswa yang sudah mampu membedakan yang baik dan yang buruk dengan semakin dewasanya mahasiswa, paling tidak mahasiswa di UIN Sunan Ampel mampu menjalankan kode etiknya, agar bisa membedakan saat pergi ke kampus dan saat pergi ke Mall yang identik hanya memakai sandal saat pergi.