Ara Aita Semakin Perjelaskan Jati Dirinya Melalui Karya - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 21 April 2015

Ara Aita Semakin Perjelaskan Jati Dirinya Melalui Karya


Buletin mingguan, majalah, dan jurnal tiga bahasa mengukuhkan LPM Ara Aita sebagai LPM paling produktif se-UIN Sunan Ampel Surabaya
UIN Sunan Ampel Surabaya merupakan kampus hijau yang didalamnya banyak terdapat kegiatan-kegiatan dari organisasi intra (dalam kampus) dan ex-tra kampus(luar kampus). Salah satu organisasi intra kampus adalah Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) yang disebut dengan(PERS). MisalnyaLPM yang ada di Fakultas Dakwah yaitu LPM Ara Aita yang sampai sekarang masih eksis dalam menerbitkan majalah, bahkan jurnalpun mereka terbitkan. Dan tak ketinggalan buletin berjumlah 12 halaman juga rutin terbit setiap minggunya.Berbeda dengan jurnal ataupun majalah Ara Aita yang dikerjakan langsung oleh wartawannya sendiri, khusus untuk buletin NewNewshanya dikerjakan oleh wartawan magang saja, yang notabene adalah anggota LPM Ara Aita yang belum genap berproses selama satu tahun.
Menurut Eko sebagai pimpinan umumdi periode (2013-2014)menuturkan bahwa prestasi yang didapatkan LPM Ara Aita ialah mampu menerbitkan jurnal dan majalah. Dia juga menambahkan bahwa cara pembelajaran di Ara Aita lumayan keras, jadi pada saat itu katanya masih menggunakan kata-kata kotor seperti meso,yakni pada periodenyaluhur yang biasa disapa Pampam yaitumasa periode (2013-2014). Adapun manajemen organisasi di LPM Ara Aita tidak terlalu diperhatikan dan sekarang sudah memulai menata keuangan baru, administrasi baru pada periode itu. Di LPM Ara Aitahanya baru-baru ini yang menggunakan sistem seleksi alam yaitu dimana hanya orang tertentu yang mempunyai kemauan yang kuat untuk berproses di ara aita dan orang-orang seperti itu yang akan bertahan, akan tetapi jika orang yang berproses tidak mempunyai kemauan yang kuat maka dialah yang akan tersingkir dengan sendirinya.
Di periode terdahuluLPM Ara Aitamasih kental memakai sistem seleksi alam ketimbang yang sekarang. Namun yang sekarang sistemnya hanyalah tergantung kepada kemauan pribadi masing-masing individu. Eko juga mengatakan kalau suka berproses di Ara Aita silahkan,kalau tidak suka silahkankeluar dari Ara Aita,dan dia juga berharap untuk kedepannya kaderisasi tidak hanya bagus dari segi kwalitas, akan tetapi juga mempunyai kemauan untuk berproses di organisasi ini,dan dia juga menegaskan bahwa percuma produknya banyak dan bagus, akan tetapi tidak mempunyai penerus ataupun kaderisasi. “mau berproses silahkan, tidak mau berproses silahkan”.Adapun tanggapan dari Eko yang terakhir bahwa kiat berproses di Ara Aitayang pertama ialah produk dan yang kedua ialah proses, bahkan kedua-duanya harus saling melengkapi dan saling menjaga untuk terciptanya suatu hal yang diinginkan dan dinilai lebih baik, ‘’Ungkapnya.
Cerita lain dibalik cara belajar di LPM Ara Aita juga dituturkan oleh Khoiron selaku sekretarisdi Ara Aita angkatan periode (2013-2014),dari sepengetahuan dirinya,bahwa dia sendiri merasa tidak ada prestasi yang berhasil pada periodenya, hanya dia menginginkan bagaimana teman-teman kaderisasinya bisa belajar dan berproses di organisasi ini dengan nyaman tanpa adanya keterpaksaan dalam dirinya, “Tuturnya setelah kami wawancarai di kontrakan.
Di LPM Ara Aita ini dia sendirimerasa tidak tahu apa-apa, akan tetapi dari dulu dia hanya belajar dari pengalaman-pengalamannya saja dan belajaruntuk menjadi penulis walaupun dia tidak terlalu bisa untuk menulis. Dia juga menambahkan bahwa inti belajar di Ara Aita adalah mereka mau belajar, betah berproses di organisasi ini, yang penting teman-teman bisanyaman dalam belajar, makan-makan bareng, senang-senang bersama,saling melengkapi dalam organisasi itu tentunya dan teman-teman khususnya kaderisasi bisa nyaman dalam berproses maupun belajar di LPM Ara Aita (ARTA).  

Adapun memperjelas dari pembahasan diatas tentang hasil-hasil dari track record Ara Aita mulai dari penerbitan adalah jurnal dari volume satu sampai tigadengan tiga bahasa, yaitu bahasa arab, inggris, indonesia dan majalah yang bertema mengenai UKT dan Pengemis yang sampai sekarang berjalan dengan lancar walaupun hambatannya sangat besar, mulai dari kesiapan anggota redaksi dari awal rapat tema sampai eval pasca cetak, hingga penerbitan yang tepat waktu atau yang dikenal dengan deadline akhir. Semua itu yang menjadi bebandan tanggung jawab yang cukup besar dan berat bagi seluruh redaksi yang terhimpun didalamnya. Diantara semua Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) yang ada di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya hanyalah Ara Aita dari Fakultas Dakwah yang mampu dan eksis menerbitkan jurnal sampai sekarang ini, dari pada Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) yang lainnya.