Menumbuhkan Gemar Baca pada Mahasiswa - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Menumbuhkan Gemar Baca pada Mahasiswa


Pagi itu, tepatnya pada hari Rabu (18/3) di sebuah stand dan berdampingan dengan gedung ushuludin terdapat suatu ruangan yang tidak begitu luas, duduklah seorang lelaki paruhbaya menatap layar monitor komputer yang tampaknya sudah mulai mengusang. Dengan dikelilingi sumber-sumber ilmu yang dirangkum menjadi sebuah buku, yang berderet dan tersusun rapi masing-masing penempatannya, seperti di atas rak buku, di atas meja dan di lantai-lantai toko. Lelaki yang dikenal dengan sebutan Pak Samsudin itu selalu setia merawat buku-buku yang telah menjadi teman sehari-harinya.
Suasana tempat yang mau tidak mau menjadi tempat favoritnya itu saat ini sedang tidak ramai atau sepi, tanpa suara sedikitpun pada ruangan persegi panjang itu. hanya ada satu dua orang yang terlihat lalu lalang melihat-lihat buku yang di pajangnya. Miris jika dilihat. Memang banyak yang terlihat masuk ke dalam stand yang menjadi tempat Samsudin mencari nafkah serta mencurahkan hobinya yang suka membaca buku. Tapi tidak heran, walaupun banyak mahasiswa yang mendatangi ruko di sebelah gedung ushuludin ini, sebagian besar dari mereka hanya lewat di depan toko buku yang di jaga Samsudin, tanpa melihat maupun masuk kedalamnya karena tujuan mereka adalah tempat makan yang berada pesis di sebelah toko buku ini. Berbeda dengan suasana dalam toko yang sepi, kantin yang berada di sisi toko buku itu terdengar sangat ramai, memekakan telinga dengan percakapan orang yang sedang menikmati waktu istirahatnya, yang sesekali di selingi canda dan tawa.
Beliau menuturkan bahwa awal berdirinya toko buku ini dibangun sekitar pada tahun 2005-2006 atas tawaran kerjasama dari Ridhwan Natsir yang masih menjabat sebagai rektor IAIN Sunan Ampel saat itu. dengan harapan kampus IAIN pada masa itu memliki toko buku di dalam kampus untuk memfasilitasi mahasiswa.
Berbagai buku pengetahuan telah di sediakan di sebuah ruang yang tidak lebih besar dari ruang kelas perkuliahan. Penjaga toko itu juga mengeluhkan bahwa paling ramainya pengunjung toko buku yang telah ia jaga sejak tahun 2005-an ini, hanya ketika masa wisuda. Karena di masa-masa itu banyak mahasiswa yang akan lulus tersebut menghilangkan buku pinjaman dari perpustakaan. Untuk mengganti buku yang hilang tersebut maka sebagian besar calon wisudawan menggantinya dengan membeli buku di stand buku milik Samsudin.
Hal seperti itulah yang menyebabkan pria yang sedangmengenakan baju berlengan pendek dengan motif kotak-kotak biru ini merasa prihatin atas perkembangan anak muda zaman sekarang yang tidak memiliki keinginan besar untuk membaca buku. Adapun pengunjung yang pernah mengunjungi toko buku ini dari tahun 2005 sampai 2008 bisa terbilang sepi dan bisa di hitung dengan jari. “Bahkan sebagian pengunjung toko ini adalah dari kalangan Dosen atau pengajar,” tutur pria berkulit sawo matang itu. Karena intensitas pengunjung yang terbilang langkah itu, maka Samsudin berinisiatif membuka stand penjualan buku miliknya pada hari sabtu dan minggu untuk menambah kas pemasukan.
Samsudin mengakui, Sekitar tahun 2011-an minat baca mahasiswa mulai meningkat, dan sesekali ada pengunjung yang berasal dari luar kampus hanya sekedar mampir mencari-cari buku yang dibutuhkannya. Karena hobi dan pengabdiannya pada ilmu pelajaran, dia kemudian membentuk sebuah kumpulan untuk meningkatkan keinginan membaca pada mahasiswa yang kurang tertarik pada buku pengetahuan, perkumpulan itu bernama KOMBAS “Komunitas Baca Surabaya”. Setiap rabu malam komunitas tersebut menggelar kajian rutin tepat di lokasi Samsudin berdagang buku setiap harinya. Anggota dari komunitas ini mahasiswa yang berasal dari berbagai Fakultas di UIN Sunan Ampel Surabaya. Selain dari kalangan Mahasiswa, terdapat beberapa dosen muda yang turut mengikuti kajian-kajian rutin ini. Bahkan mahasiswa luar kampus seperti UNAIR, UNESA, dan ITS turut mengikuti kajian yang di buka selepas isya' hingga pukul sembilan malam.
Hasil dari pengabdiannya, adalah para mahasiswa yang berada di bawah bimbingannya juga menjadi tertarik terhadap buku. Bazar dan bedah buku yang dilaksanakan di depan rukoh toko buku pada beberapa hari yang lampau termasuk hasil ketertarikan mahasiswa bimbingannya teradap buku. Mahasiswa yang ingin serius dalam bidang ini akan difasilitasi dan dihubungkan dengan penerbit buku tersebut.

No comments:

Post a Comment