Nyaman Namun Tidak Strategis - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Nyaman Namun Tidak Strategis

Kantin yang rapid an nyaman, tapi tidak diimbangi dengan tempat yang strategis. Sehingga, hal tersebut berkibat kepada jumlah pembeli setiap harinya.

Pindahnya  Kantin ke belakang gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya dari yang sebelumnya berada di sebelah gedung Fakultas SAINTEK (Sains dan Teknologi) dan Fakultas PSIKES (Psikologi dan Kesehatan) mendapat tanggapan yang beragam  dari kalangan mahasiswa hingga penjaga dan  pemilik Kantin (konsumen dan marketing)
            Pasalnya, pemindahan dilakukan karena adanya  proyek twin tower yang  menuntut untuk  segera diselesaikan. Karena,   proyek tersebut menimbulkan suara mesin, penyempitan dan penutupan jalan, dan  sebagainya sangat  menggangu kenyamanan para konsumen. Jika tidak dipindah maka akan berdampak kepada konsumen dan penjaga kantin. Langkah tersebut sudah cukup bijak untuk melindungi orang-orang yang sedang melakukan transaksi demi memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu makan dan minum, atau yang hanya istrihat dan numpang lewat saja. Tapi, seharusnya kebijkan tersebut harus diimbangi dengan pemilihan tempat yang lebih baik dan layak untuk semua pihak,  seperti yang diungkapkan salah satu penjaga toko yang memakai kopiah putih,  “Kalau masalah tempat Mas, lebih nyaman yang di sini. Tapi, kalau untuk pembeli lebih banyak ketika di sana.”
            Selain itu, keberadaan kantin di belakang gedung auditorium dianggap tidak strategis oleh penjaga kantin, karena posisinya yang tidak mudah dijangkau oleh mahasiswa. hal itu  menjadi alasan mengapa pembeli saat ini mulai sedikit dan  lebih banyak di tempat yang kemaren. Dari sekian ribu konsumen  yang ada di bawah naungan UIN SA Surabaya, mulai dari dosen hingga mahasiswa hanya beberapa orang saja yang sering mampir untk sekedar membeli daganngan. Sehingga hal tersebut  berpengaruhi terhadap laba yang diperoleh oleh pedagang, “Di sini tempatnya kurang tepat, karena dari kemarin Kantin tampak sepi.” ungkap Bu Tri.
            Berkurangnya pengunjung di Kantin juga dirasakan oleh mahasiswa Prodi Ilmu Politik dia mengatakan bahwa Jauh sebelumnya saat kantin masih berada disamping Saintek dan Psikologi sangat banyak mahasiswa yang ngopi, mulai dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Tarbiyah, hingga ushuluddin. Banyak dari mereka ke Kantin kalaupun hanya sekedar untuk melepas penat dan sekedar beli minuman. Pemindahan Kantin tidak hanya menjadi penyebab berkurangnya pelanggan, akses jalan yang terlalu jauh juga menjadi penyebab mengapa mahasiswa fakultas lain jarang ke Kantin. Mahasiswa FDK dan Tarbiyah lebih memilih pergi ke Gang Dosen untuk mencari makanan, “Sebelum ini, saya sering menjumpai mahasiswa  FDK dan Terbiyah. tapi, untuk sekang saya tidak pernah melihat mereka kesini lagi, mungkin karena jalan yang kemarin itu ditutup dan untuk kesini terlalu jauh. Sehingga mereka lebih memilih pergi ke Gang Dosen,” kata Arif salah satu pengunjung yang rajin  ke kantin baru itu.
Arif pun menambahkan bahwa  dia merasa keberatan dengan kondisi tersebut, teman-temannya yang dulunya ketika dipanggil bisa langsung datang untuk berdiskusi atau hanya sekedar ngopi. “Keadaannya sekrang sudah berbeda, dulunya saya bisa setiap waktu bisa ngumpul bersama teman-teman yang ada di dua fakultas tersebut” imbuhnya.
            Kondisi yang berbeda dirasakan oleh Fajar mahasiswa semester 2 Fakultas SAINTEK yang hampir setiap hari membeli makanan di Kantin yang baru dipindah, “Saya rasa lebih nyaman sekarang, karena lebih bersih dan lebih tertata rapi dari pada yang kemaren tempatnya gak enak,” tuturnya.

Meski dirasa lebih nyaman, dia berharap agar kantin tersebut dipindah ke tempat yang lebih strategis, sehingga mudah dijangkau oleh semua mahasiswa dan pemasukan penjual bisa bertambah, serta dibuat sebagus mungkin demi terciptanya kenyamanan para konsmen dan keuntungan bagi para penjual atau penjaga kantin, “Saya rasa, tempat sudah lumayan, tapi saya kira Kantinnya dipindah ke tempat yang lebih strategis,” lanjutnya.

No comments:

Post a Comment