Rendahnya Minat Baca Mahasiswa - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 21 April 2015

Rendahnya Minat Baca Mahasiswa

“Mampu membaca dan memahami secara cepat serta dapat menyimpulkan isi bacaan menurut bahasa sendiri.”Demikianlah tujuan dari pentingnya membaca menurut DEPDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional)tahun 1994".
        Membaca segala jenis buku maupun literatur adalah hal yang sangat penting bagi mahasiswa. Selain untuk memperoleh pemahaman dan informasi, melatih kebiasaan membaca untuk mahasiswa dapat meningkatkan kadar intelektualitas mahasiswa tersendiri. Dan dengan membaca, mahasiswa dapat terdorong untuk menggerakan dirinya untuk berkarya atau berbuatkreative yang didukung oleh keluasan wawasan dan kosakata yang dimilikinya.
                Sayangnya minat baca pada mahasiswa saat ini sangatlah minim. Efek dari globalisasi atau perkembangan teknologi informasi saat ini, membuat mahasiswa lebih berpikir praktis untuk mendapatkan sesuatu. Termasuk lebih memilih browsing di internet dari pada membaca dari sumber buku untuk mendapatkan informasi. Jika tujuan dari membaca adalah untuk memahami isi buku dan dapat menyimpulkan isi buku tersebut dengan bahasa sendiri seperti yang dikatakan oleh Departemen Pendidikan Nasional, berbeda dengan mahasiswa saat ini yang lebih terkenal dengan sistem kerja ctrl C + ctrl V atau copy paste.
                Rendahnya minat baca mahasiswa dapat terlihat di perpustakaan kampus kita. Jumlah kunjungan mahasiswa akan terlihat meningkat pada saat pertengahan kuliah, karena banyak mahasiswa yang mencari sumber buku untuk referensi tugasnya. Rata-rata mahasiswa mencari sumber referensi hanya karena mereka memebutuhkan keterangan untuk catatan kaki tugas mereka semata. Sebaliknya, perpustakaan akan terlihat sepi saat awal masuk dan masa akhir perkuliahan, karena mahasiswa belum mendapatkan dan telah selesai mengerjakan tugas-tugas dari dosen pengampunya. Dapat disimpulkan bahwa, mahasiswa akan membaca buku saat mereka mendapatkan tekanan pertanggung jawaban atas data yang mereka dapatkan dalam tugas mereka. Selebihnya mereka akan browsing di internet untuk mendapatkan informasi-informasi lainnya.
                Membaca adalah kebutuhan primer bagi para mahasiswa untuk mengangkat status mereka yang sesungguhnya, yaitu sebagai mahasiswa yang dikenal sebagai sumber pengais informasi terupdate dan teraktual. Namun sebaliknya, membaca bukanlah kebutuhan utama bagi mereka. Jangankan membaca buku, membaca koran pun mahasiswa masih enggan untuk meluangkan waktunya. Jika mereka ingin membaca, mereka lebih memilihuntuk membaca buku komik atau novel yang mereka anggap sebagai hiburan mereka dari pada membaca literatur-literatur buku yang banyak terdapat ilmu pengetahuan didalamnya.
                Rendahnya minat baca pada mahasiswa disebabkan oleh beberapa faktor yang bisa dikatakan cukup fatal. Karena faktor-faktor yang ada saat ini, menjadikan mahasiswa tidak mempunyaistimulussedikit pun untuk membaca atau pun mengais informasi-informasi penting.Salah satunya adalah faktor lingkungan. Orang tua dari mahasiswa tidak menanamkan sistem atau cara didik budaya membaca pada anaknya sejak dini, jika orang tua mengajari anaknya untuk rajin membaca sejak kecil maka budaya itu akan dibawanya sampai dewasa. Begitupula sebaliknya, jika orang tua tidak menanamkan budaya membaca tersebut pada anaknya sejak dini, anak itu akan kesusahan dalam mengais informasi dan tidak mempunyai stimulus untuk membaca buku sedikitpun.
                Contoh faktor lingkungan lainnya adalah teman-teman sekitar mahasiswa. Mereka juga sangat berpengaruh pada minat baca mahasiswa saat ini. Berkembanganya teknologi internet yang semakin mudah untuk diakses kapan saja dan dimana saja. Mahasiswa tidak perlu repot-repot untuk mencari buku atau literatur-literatur lain untuk dibacanya di era saat ini. Hanya dengan bermodalkan handphone canggih atau yang lebih dikenal dengan sebutansmartphone, tablet, laptop serta dilengkapi dengan koneksi internet, semua informasi yang mereka butuhkan bisa mereka dapatkan secara praktis. Lingkungan seperti inilah yang membuat mahasiswa ingin hidup praktis dan tidak ribet. Hal inilah yang menjadikan para mahasiswa semakin bergantung pada perkembangan teknologi internet dan mengkesampingkan buku sebagai acuan mendapatkan sumber informasi dan ilmu pengetahuan.
                Memunculkan minat baca pada mahasiswa saat ini memang bukanlah hal yang mudah, mereka membutuhkan banyak dorongan dari orang-orang terdekat atau lingkungannya agar mereka merubah kebiasaannya yang mengais informasi secara instant.Kebanyakkan mahasiswa yang terbiasan membaca memang terbentuk sejak jauh-jauh lamanya atau sejak dini.

                Supaya menciptakan generasi yang mempunyai minat baca yang tingggi, sangat diperlukan didikan atau budaya dari orang tua. Mulai dari membaca dongeng-dongeng, cerpen, puisi, dan lainnya. Namun, jika sudah terlanjur dewasa sangat sulit untuk menanamkan kebiasaan membaca untuk kalangan mahasiswa, terlebih karena mereka sudah kecanduan dengan koneksi internet.Minat baca mahasiswa terbentuk dari kesadaran pribadi masing-masing. Mahasiswa hanya perlu menyadari bahwa membaca adalah suatu kebutuhan primer yang harus dilakukan agar wawasan mereka semakin luas dan memacu intelektualitas mereka untuk berkembang.