Sejuta Makna Dibalik Berproses Di Ara Aita - Araaita.com

Breaking News

Tuesday, 21 April 2015

Sejuta Makna Dibalik Berproses Di Ara Aita


Berproses di ara aita memang sangat kejam. Tapi dibalik  kekejaman itu tersimpan pelajaran yang sangat berharga, yang tidak dapat diungkapkan dengan kata kata. Namun jika dalam berproses tidak sungguh sungguh, tidak didasari oleh keinginan yang kuat, maka ia akan tereliminasi dengan sendirinya oleh sleksi alam.

Salah satu syarat mutlak bagi mahasiswa untuk mempunyai gelar serjana adalah ia harus membuat karya ilmiah,yang berupa Skripsi, hal ini berdasarkan keputusan Direktorat Jendral No.152/E/T/2012 tentang publikasi karya ilmiah sebagai syarat kelulusan untuk program serjana, magister dan doktor. Sangat ironi jika melihat mahaisiswa UINSA saat ini yang mayoritas tidak bisa menulis, dan motifasi menulisnnyapun masih tergolong rendah, terbukti saat crew new new mereviewdari 170 mahasiswa semester dua yang mempunyai motifasi menulis hanya terdapat 14 mahasiswa.
Ulfiani,salah satu dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengungkapkan bahwa akibat dari ke awaman mahasiswa dalam tulis menulis membuat mahasiswa dalam mengerjakan tugas hanya main jiblak dari internit saja. Ulfiani menambahkan bahwa Perilaku yang sedemikian jika diteruskan hanya akan membuat bodoh mahasiswa saja, karena tidak ada proses berfikir sehingga maunya yang serba instan dan tidak mau repot. “Mahasiswa sekarang itu maunya yang serba instan, sehingga makalahpun buatnya  secara instandengan modal copy paste, tanpa  melihat efeknya” ungkapnya.
Senada dengan Khoiron salah satu mahasiswa prodyPengembangan Masyarakat Islam merasa miris melihat mading yang berjejeran di dinding Fakultas Dakwah yang sepi dari karya tulis mahasiswa dan meskipun ada tidak pernah di ganti karyanya, menurut Khoiron fakumnya mading ini akibat dari kurangnya kreatifitas mahasiswa dan minimnya minat tenaga penulis yang mau mengisi mading itu. Sehingga dalam dua semester hanya satukali digantinya. “Mungkin mahasiswa sekrang pada tidur semua ya, mading sekecil ini saja gak pernah diganti karyanya.  Dari sini Mahasiswa Fakultas Dakwah terkesan tidak kreatif jika melihat mading ini, bagaimana tidak sudah hampir dua semester isi mading ini tidak di ganti,” ungkapnya saat ditemui Crew New Newsdi depan mading.
Nah sejauh  mana Kiprah ara aita di tengah derasnya arus informasi dan komunikasi yang serba instan ini?.
Sejak 33 tahun yang lalu LPMAra Aita hadir dengan misi membawa perubahan kearah yang lebih baik. Mengajarkan mahasiswa menulis Karya Ilmiah, dengan pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif. Ditengah derasnya arus globalisasi media informasi dan komunikasi telah berhasil merubah pola pikir mahasiswa dari kreatif menjadi imitasi. Mahasiswa maunya yang serba instan, tanpa mau berfikir dan berkreasi  sendiri sehingga mahasiswa bergantungan terhadap teknologi. Maka disini Ara Aita hadir ingin mengajak mahasiswa untuk menatap kedepan dan melihat disekitar kita dengan kritis, kreatif dan inovatif. Demikian ungkapan Iqbal Mansur selaku Pimpinan Umum LPM Ara Aita saat ditemui Crew New News terkait peran Ara Aita terhadap mahasiswa[U1] .
Melihat dari proses kaderisasi yang dijalankan, LPM arta ternyata tidak hanya mengajarkan kadernya menulis saja, tapi dibalik belajar menulis ia mendapat banyak hal.Mulai dari belajar inter peuner terapan, penelitian dan pengamatan serta memberi pelajaran kepada anggotanya kepemimpinan dan minagemen penerbitan. Selain itu LPM Ara Aita juga menjadi wadah mahasiswa dalam membentuk pribadi yang militan, kritis dan dinamis yang mampu menatap masa depan yang penuh tantangan dan kekejaman. Sebagaimana yang diungkapkan oleh pimpinan Umum Ara Aitabahwa  Proses kaderisasi di LPM Ara Aita itu sangat kejam, dalam artian harus konsisten, dispilin waktu. Dan masih banyak tekanan tekanan yangmengekang.“Proses di Arta itu memang kejam, tapi dibalik kekejaman itu tersimpan seribu makna yang dapat memberi pelajaran yang sangat berharga kepada kader mahasiswa. Namun apabila mahasiswa tidak tahan dengan proses di arta, maka disini hukum alam yang menjawab, ia akan tereliminasi dengan sendirinya” ujarnya.