Si Badut dari Athena - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Si Badut dari Athena

Seorang pemikir athena yang lebih dikenal si badut dari athena. Dia lahir pada tahun 470 dari bapak yang bekerja sebagai tukang pembuat patung dan ibunya seorang bidan kandungan. Permulaan Socrates mau menuruti jejak sang bapak yaitu membuat patung, akan tetapi ahirnya berganti haluan. Dari membentuk batu menjadi patung ia membentuk watak manusia.
Orang Yunani pada umumnya bagus, bandannya ramping dan tegap, raut mukanya elok. Berbeda dengan Socrates, dengan potongan badan pendek, sedikit gemuk, mulutnya lebar, hidungnya botok dan hidungnya terbudur. Dari itu dia disebut sebagai Badut, akan tetapi kekurangan pada tampan dan perawakan tubuhnya diliputi oleh kelebihan budinya, jujur, adil dan baik.
Dia seorang yang sangatlah bijaksana, karena semasa Socrates bergaul dengan sagala orang, kaya dan miskin, tua dan muda. Dengan kelakuan yang berlaku adilnya, dan lurus dengan kelakuan murni,  hidup yang sederhana dengan tidak keperluan.Ia selalu berkata terus terang dan baik kepada semua orang,  dan lucu pula. Sehingga ia tidak pernah berlaku zalim karena itu dia beri julukan sebagai seorang yang bijaksana.
Ajaran filosofinya tidak pernah ditulis oleh Socrates, melainkan dilakukan dengan perbuatan, dengan cara hidup. Ajarannya ditulis oleh seorang murid Socrates yaitu Xenephon dan Palto. Akan tetapi catatan Xenephon kurang kebenarannya, karena ia sendiri bukan seorang filosof. Untuk mengetahui ajaran Socrates, banyak orang yang bersandar kepada Plato.
Sehari-hari dia berjalan sekeliling kota, mempelajari tingkah laku manusia dari berbagai segi hidupnya. Ia jarang sekali keluar kota, sebagai alasan disebutnya. “padang rumput dan pohon kayu tak memberi pelajaran apapun padaku, manusia ada”. Dia memperhatikan yang baik maupun buruk, yang terpuji dan yang tercela.
Dengan kelakuannya berkeliling dia mau mengetahui dari orang yang mengerjakannya. Ia selalu bertanya, karena yang diraskan pada waktu Socrates tidak tahu apa yang dia ketahui. Maka dari itu Socrates selalu bertanya kepada orang lain dan dia mengetahui dengan apa yang dia ketahui.
Tujuan Socrates ialah mengajar orang mencari sebuah kebenaran. Sikapnya itu adalah suatu reaksi terhadap ajaran Sofisme yang merajalela di waktu itu. Karena guru-guru sofis mengajarkan, bahwa “kebenaran yang sebenar-benarnya tidak tercapai”. Sebab itu setiap pendirian dapat “dibenarkan” dengan jalan retorika. Dengan daya kata dicoba memperoleh persetujuan orang banyak. Apabila orang banyak sudah setuju, itu di anggap benar.
Kaum sofis sering dipandang negatif, mereka mengajar untuk mendapatkan uang yang banyak, menghalalkan segala cara memenangkan argumentasi, serta mengajarkan relativisme. Hal itu salah satu faktor adanya pernyataan Socrates.
Dengan itu Socrates ingin menentang para sofisme tersebut. Menurut Socrates sendiri tanya jawab adalah baginya untuk memperoleh pengetahuan. Itulah permualaan dialektik, dialetika sendiri berasal dari  kata dialog, artinya bersoal jawab antara dua orang.
Pertama Socrates melawan kaum sofis sering ditertawakan, karena dengan pertanyaan dia kurang mendalam. Semua orang berpihak kepada kaum sofis dengan tangkas jawabnya yang akan menundukan Socrates.
Akan tetapi hal itu tidak lama terjadi, lambat laun suasana berubah. Si badut itu yang disangka berolok-rolok saja, dengan membuat pertantanyaan bersungguh-sungguh, pertanyaan makin tepat keluar, guru sofis makin gugup jawabnya, retorikanya hilang, dan jawaban makin tidak karuan. Akhirnya orang banyak menyorakkannya juara yang kalah dalam pertandingan. Dari dipuji guru sofis itu di cemoohkan orang.
Dari perjuangan itulah Socrates disukai banyak orang dan di benci oleh para kaum dan pengikutnya. Di waktu itu Socrates mendapat tuduhan, bahwasannya Socrates meniadakan dewa-dewa yang diakui oleh negara dan mengemukakan dewa-dewa baru. Dari kedua ruduhan mengatakan bahwa Socrates menyesatkan dan merusak fiil pemuda.
Pada waktu itu Socrates akan dihukum mati atas apa yang diperbuat oleh Socrates, padahal Socrates tidak seperti apa yang ada di dalam fikiran guru sofis, malah Socrates membuat orang lain mecari kebenaran. Karena kebenaran menurut socrtaes kebenaran ialah objektif.
Socrates dihukum meminum sebuah racun menara, oleh para temannya Socrates disuruh kabur ke kota lain. Akan tetapi Socrates patuh terhadap undang-undang, dan Socrates melakukan perintah hukuman tersebut dengan meminum racun.

Dan di akhir hayatnya Socrates meninggal pada tahun 399 s.M, banyak orang pengikut Socrates yang bercocoran air mata waktu itu. Sayangnya orang pemikir yang sangat bijaksana dihukum mati, yaitu Socrates.

No comments:

Post a Comment