Teladan yang Baik Sebagai Generasi Penerus - Araaita.com

Breaking News

Monday, 6 April 2015

Teladan yang Baik Sebagai Generasi Penerus

Sifat loyalitas seorang pemimpin itu sangat dibutuhkan, agar membentuk kepribadian yang nantinya menjadi teladan bagi rakyatnya. 
Ketika kepercayaan sudah melekat dalam hati, maka akan sulit untuk lenyap. Sejarah yang dulu pernah terlukis tidak akan luntur seiring dengan jalannya roda- roda perjuangan.  Jatuh bangunnya kehidupan di masa yang silam,  menjadi  modal menuju masa depan yang masih  dalam angan.
Darah muda bukanlah darah yang mengalir pada diri seseorang berdasarkan usianya. Akan tetapi darah muda itu suatu label yang diberikan kepada seseorang karena jiwa semangat juang yang melekat dalam sanubarinya. Jika seseorang sudah berikrar atas nama Tuhan, maka ia telah bertekad untuk menjaga amanah yang ia terima. Seorang pemimpin akan dianggap bijak jika ia dapat menempatkan dirinya pada posisi-posisi apapun dalam masyarakat.
Kepribadian seseorang menjadi penentu utama akan keberhasilannya dalam meraih segala sesuatu. Karena hal ini lah yang dinilai orang lain. Pepatah mengatakan bahwa tingkah laku seseorang menunjukkan kepribadiannya “ regane jiwa saka sulah bawa”.
              Untuk menjadi teladan yang baik merupakan keinginan bagi setiap pemimpin, agar menjadi panutan bagi para penerusnya. Tak ubahnya dengan Gubernur baru Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel yang akrab dipanggil Makky.  Untuk membentuk teladan yang baik, ia berusaha mencerminkan kepribadiannya yang loyal terhadap sesama.  Khoiron, salah satu rekannya mengungkapkan bahwa Makky pernah menjual kamera DSLR miliknya untuk mendanai suatu acara. “ia melakukannya karena dana yang diajukan tidak kunjung cair, “ ungkap Mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah. 
               Setelah melalui Pelantikan Ketua Sema & Dema Fakultas yang berlangsung Senin (23/3) kemarin.  Maka dinyatakan  bahwa jabatan Ketua Dema Fakultas Dakwah & Komunikasi  periode 2015-2016 telah beralih  kepada Makky Al-hamid.  Setelah mengikuti berbagai kepanitiaan acara dan menempati posisi-posisi tertentu di beberapa organisasi, kini setingkat lebih tinggi jabatan yang ia topang. Dengan visi-misi yang ia bawa yakni “Dema kolaboratif dan manfaat”, ia ingin menghidupkan Dema yang telah Vacum  selama dua tahun dan ingin mengenalkan UKM dan UKK  kepada masyarakat Fakultas Dakwah & Komunikasi.
              Sosok pemimpin berdarah Jawa-madura ini mengaku lebih cocok dengan dunia organisasi dari pada dunia akademik. Karena meskipun tidak lulus kuliah, ia akan kembali ke rumahnya juga. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya yang sedikit dirahasiakan, “ya ada lah”,  ungkap  Makky ketika ditanya oleh Crew Newnews.
             Dengan latar belakang orang tua yang agamis, kepribadian yang loyal dan sifatnya yang supel (mudah bergaul dengan siapa saja), menjadi faktor diusungnya ia sebagai kandidat Gubernur di Fakultas Dakwah & Komunikasi. Selain itu, faktor lain yang menunjang yaitu keaktifannya dalam berorganisasi. Ia sempat aktif dalam HIMAKOM ( Himpunan Mahasiswa Komunikasi). ketika itu ia sebagai anggota di bagian PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa), kepercayaan yang besar ia dapat dari teman-teman seangkatannya. Lalu ia juga aktif di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Selain aktif dalam berorganisasi, ia juga mengikuti  D’Photograph yakni kumpulan para fotografer dan Invinity yakni komunitas yang bergerak dalam bidang kinematografy (perfilman).
            Mengarungi perjalanan pendidikannya, ia menuntaskan sekolah dasarnya di SDN Burneh 1, Madura. Kemudian melanjutkan sekolahnya di Mts. Madrasatul Qur’an Tebuireng, Jombang sampai kelas dua Madrasah Aliyah. Setelah itu ia pindah ke Pondok Pesantren yang sistem pengajarannya menggunakan sistem TMI (Tarbiyatul Mu’allimiinal Islamiyah) dengan jenjang enam tahun. Namun ia mengikuti kelas akselerasi, yakni masuk kelas lima yang setara dengan kelas dua Aliyah. Sampai akhirnya ia lulus dan melanjutkan pada salah satu Perguruan Tinggi di Garut, UNIGA (Universitas Negeri Garut) selama satu semester. Lalu pindah ke Perguruan Tinggi Islam di Surabaya UIN Sunan Ampel  mengambil jurusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Public Relations.
              Di tengah-tengah kesederhanaan dalam hidupnya, ia juga pernah bekerja dengan gaji yang tidak seberapa. Ketika itu semester satu dan dua,mahasiswa yang genap berusia 21 tahun pada 29 Juni 2015 mendatang itu juga pernah mengajar sebagai guru pengganti Pelajaran Sejarah  pada sekolah Menengah ke Atas di Madura. “semester satu dan dua saya PP (Pulang-pergi) Surabaya-Madura, hari jum’at dan sabtu saya ngajar di SMA,” jelas Mahasiswa yang sedang mengenakan peci itu.
 Tidak semua apa yang dimiliki seseorang, orang lain pun harus tahu. Karena setiap orang pasti mempunyai rahasia tersendiri yang tidak ingin diketahui orang lain. A`nil mar’i  laa tas al was al an qorinihi,  seuntai kata mutiara tersebut bermaksud jika kamu ingin mengerti seluk beluk seseorang maka tanyakanlah kepada teman dekatnya. Beberapa faktor  yang menyebabkan hal tersebut salah satunya adalah  untuk menunjukkkan rasa rendah hati. Kerendahan hati seseorang akan terlihat manakala orang tersebut berbohong demi menutupi  privasi dirinya.  Tidak mudah bagi setiap orang untuk membiasakan sifat tersebut, karena setiap orang pasti punya rasa ujub. Apa lagi kalau sudah menduduki  derajat yang tinggi. Bagai kucing lupa daratan, dengan sedikit perubahan dalam dirinya, maka dia akan merasa melebihi segalanya. Lupa akan Sang pencipta yang Maha Kuasa.

No comments:

Post a Comment