Mahasiswa Tarbiyah UINSA Menuntut - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 14 June 2015

Mahasiswa Tarbiyah UINSA Menuntut



 Demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan sebagai Solidaritas Mahasiwa (SOLMAT) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Ampel Surabaya Jumat (5/6) menyerbu dan menyegel pintu masuk gedung-gedung FTK. Belasan massa aksi yang telah bekerumun sejak pukul 09.00 WIB itu telah menyegel 2  gedung utama perkuliahan mahasiswa FTK dengan rantai dan gembok.

            Kemudian massa aksi melakukan orasi dan aksi teaterikal di depan gedung dekanat FTK sebelum akhirnya kembali menyegel pintu ruang kerja Ketua Sub Bagian Umum FTK. Setelah itu kerumunan massa aksi kembali melanjutkan orasi ke gedung laboratorium FTK lantas menyegelnya. Setelah melakukan penyegelan massa aksi melakukan aksi sholat ghoib bersama di depan gedung Laboratorium FTK.
            Demonstrasi  yang berhujung penyegelan gedung tersebut lantaran dipicu oleh ketidaklayakan fasilitas dan pelayanan akademik yang disediakan pihak dekanat FTK. Seperti yang dipaparkan Lambung selaku Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa UINSA bahwa demonstrasi itu menuntut adanya ketimpangan fasilitas yang diberikan dekanat FTK kepada mahasiswa. Ia menganggap Fasilitas yang diberikan kepada dosen lebih mirip fasilitas hotel bintang lima, dan berbanding terbalik dengan fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa  “Silahkan dicek di sebelah selatan Gedung B 2 Tarbiyah kalau Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) mau survei silahkan disurvei. Disitu ada sebuah fasilitas kamar yang disitu sangat nyaman dan pokoknya bintang lima,” paparnya disela-sela demonstrasi.
            Presiden DEMA UINSA yang juga mahasiswa FTK itu melanjutkan bahwa bukan saja dari segi fasilitas menuntut pihak dekanat untuk segera berbenah dalam hal pelayanan akademik FTK, ia menganggap pelayanan akademik FTK tidakterlalu memberikan kemudahan akses. “Kemudian ada fasilitas pelayanan dari pihak akademik yang cenderung menutup akses mahasiswa maka ini telah terjadi turun temurun selama 3 tahun beruntun,” katanya.
            Tuntutan yang diajukan pada pihak dekanat oleh massa aksi yang telah menyegel gedung-gedung infrastruktur vital FTK berdasarkan hasil angket ketidakpuasan mahasiswa FTK akan pelayanan akademik dan fasilitas pengajaran yang telah disebar minggu lalu. Menurut Lambung angket telah disebar rabu lalu menunjukan prosentase 15 % Mahasiswa FTK tidak puas akan kinerja akdemik dan ketersediaan fasilitas FTK dengan akurasi kebenaran 70 % - 80 %. “Kalau kita pakai aturan penelitian 15% itu mencapai kebenaran 70 % - 80 %  dan semua Mahasiswa Tarbiyah ketika itu tidak puas dengan pelayanan yang pertama fasilitas dimasing-masing gedung terutama mushola dan WIFI, dan pelayanan akademik yng cenderung kaluu kata mereka ganas,” tambahnya.
            Demonstrasi yang berakhir dengan penyegelan seluruh gedung vital FTK itu juga salah satunya dilatarbelakangi oleh ulah seorang oknum pegawai dekanat FTK yang Lambung sebut tidak bisa kooperatif dengan mahasiswa. Ia juga menyambungkan kembali tuntutan dari para demonstran bahwa FTK segera memutasi oknum pegawai tersebut. “Pak Solikin itu, baru setahun ini menjabat di Kasubag Tarbiah, initinya dia cenderung semena-mena, tuntutannya dimutasi,” pungkasnya. *(luh)