Antara Dosen dan Panitia OSCAAR - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 27 August 2015

Antara Dosen dan Panitia OSCAAR

Orientasi Studi Cinta Akademik Almamater (OSCAAR) yang dilaksanakan di UIN Sunan Ampel Surabaya telah dimulai. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap pagi saat menjelang subuh para peserta atau mahasiswa baru menyusuri jalan-jalan untuk mencapai kampus. Meskipun peraturan yang sebenarnya dimulai pelaksaan OSCAAR adalah sekitar jam 7. Ada alsan yang dibuat panitia kenapa menyuruh para pesertanya untuk berangkat pagi agar bisa shalat berjama’ah subuh, meskipun pada kenyataannya hanya sedikit peserta ataupun panitia yang mengikuti shalat berjama’ah tersebut. entah karena apa alasan untuk berangkat pag ini tetap saja dibuat oleh panitia, padahal dari rektorat sendiri aturannya dumilai OSCAAR sekitar jam 7.
Pada hari pertama OSCAAR memang ada yang berbeda, dilihat dari pembukaan OSCAAR. Pada tahun sebelum-sebelumnya pembukaan oscaar dilakukan secara bersamaan dari seluruh fakultas du UIN Sunan Ampel, namun pada tahu ini, pembukaan oscaar dilakukan sendri disetiap fakultas. Alsan kenapa tidak diadakan pembukaan OSCAAR secara serempak seperti tahun lalu karena masih adanya proyek pembangunan yang ada di UINSA. Pembukaan OSCAAR ini sendiri dilakukan secara berbeda-beda di setiap fakultas. Ada yang dilakukan secra sederhana ada juga yang berbeda seperti yang dilakukan di fakultas dakwah, ada proses pelepasan balon-balon.
Terlalu paginya penentuan kepada peserta untuk berada di area OSCAAR membuat banyak mahasiswa baru terambat untuk datang, meskipun secara logika sebenarnya mereka tidak terlambat, karena OSCAAR dimulainya jam 7. Karena peraturan yang diadakan oleh panitia yang mengharuskan mahasiswa baru berada di area OSCAAR pagi sesuai jam yang mereja tentukan maka ini menjadikan para mahasisswa baru telat. Seperti biasa jika ada peserta yang telat panitia akan menghukum mereka dengan cara yag berbeda-beda pula. Meskipun banyak yang bilang bahwa OSCAAR tahun ini tanpa kekerasan seperti yag di aturkan oleh pemerintah, tetap saja adegan perpeloncoan terjadi ketika OSCAAR ini terjadi.

Masih banyak dari panitia-panitia yang melakukan adegan perpeloncoan dengan kasar. Salah satu Dosen yang saat itu memang ada di sekitar lokasi OSCAAR melihat adegan perpeloncoan itu, dan secara tegas dan langsung pun sang Dosen memberitahu kepada panitian agar tidak ada perpeloncoan terjadi. Sikap yang cenderung membela para mahasiswa baru agar mereka merasa nyaman tanpa perpeloncoan. Sikap yang ditunjuukkan oleh Dosen tersebut memang sangat benar. Betapa tidak, dalam sebuah proses OSPEK atau pengenalan kampus memang sehrusnya ada Dosen yang bisa mengawasi proses OSPEK agar perpeloncoan atupun adegan kekersan tidak sampai terjadi. Meski sudah mendapat teguran dari sang Dosen, tetap saja perpeloncoan terjadi ketika Dosen itu sudah tidak melakukan pengawasan kembali. Dalam hal ini, pengawasan oleh Dosen sangat diperlukan agar tidak akan terjadi kembali perpeloncoan kepada mahsiswa baru.

No comments:

Post a Comment