Antusias Ikuti OSCAAR Meski Sakit - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 27 August 2015

Antusias Ikuti OSCAAR Meski Sakit

Meskipun Adit tidak bisa berjalan dengan normal, ia tetap antusias mengikuti OSCAAR dengan tongkat besinya
Ketika semua peserta sedang duduk dengan santainya di atas lantai, ia harus duduk di atas kursi yang sempit. Sesekali ia harus berdiri agar tulang-tulangnya tidak kaku. Salah satu MABA (Mahasiswa Baru) Fakultas Psikologi  sudah beberapa kali bolak-balik ke posko kesehatan.  Dengan hanya membawa satu tongkatnya ia berjalan sendiri dari posko kesehatan ke ruang pelaksanaan OSCAAR. Mahasiswa asal Surabaya itu mengaku menderita penyakit TBC Tulang belakang semenjak kelas  satu SMA.  Penyakit tersebut mengakibatkan ia tak dapat berjalan, sehingga harus dengan bantuan tongkat besi.  Mahasiswa bernama lengkap Ahmad Aditya itu masih sanggup mengikuti OSCAAR dengan penyakit yang dideritanya.
Ia pun mengungkapkan kronologi penyakit yang dideritanya.  Ia sempat dicek darah beberapa kali , namun tidak diketahui  jenis penyakitnya. Sampai akhirnya ia dirujuk  di RS. Soetomo untuk menjalani opname, dan baru dapat diprediksi jenis penyakitnya. “Ini seperti TBC,”ungkap dokternya. Berdasarkan keterangan Dokter setiap orang mempunyai potensi untuk terserang penyakit tersebut. Karena virusnya akan menyerang disaat diri seseorang lemah.  Gejala yang sering dialamai adalah  munculnya keringat dingin di malam hari. Ia mengaku bahwa proses pengobatannya juga terlambat, sampai pernah tidak bisa berjalan selama enam bulan. Atas anjuran dokternya ia sempat berhenti sekolah. “Dulu saya pakai tongkat besi yang berkaki dua, sekarang Alhamdulillah sudah pakai yang ini,” ujarnya sambil menunjuk tongkat besi berkaki satu itu.   
Semuanya berawal ketika ia sedang registrasi  bersama orang tuanya, ia sempat menanyakan perihal ketidaksediaaanya untuk mengikuti OSCAAR. Namun sang petugas menyarankan untuk tetap mengikuti saja, karena pelaksanaan OSCAAR kali ini diduga aman dari pada tahun lalu. Ia pun tidak berani untuk menolak.   Ia senantiasa mengikuti saran petugas itu, dan segera melengkapi atribut yang dibutuhkan. Ketika semua persiapan telah sempurna, sempat terbesit dipikirannya untuk  tidak mengikuti OSCAAR, melihat keadaan dirinya yang demikian.  Namun ia tak mau semua atribut yang telah ia beli terbuang dengan sia-sia. Sehingga ia memutuskan untuk  tetap mengikuti OSCAAR. “Orang tua saya juga sangat mendukung kak, supaya tidak diam saja di rumah dan mengenal dunia kampus,” ungkapnya kepada crew NewNews.
 Panitia memeberikan toleransi untuknya agar duduk diatas kursi selama pelaksanaan OSCAAR, sementara peserta lain duduk di bawahnya. Ia mengaku agak sulit untuk berinteraksi dengan teman-temannya karena posisi duduk yang demikian. “saya juga agak sulit untuk berkomunuikasi, karena tempat saya di belakang dan tepat bersama anak-anak cewek,” paparnya lagi. Kemudian dia juga mengaku merasa tidak PD dengan keadaannya. Ia tidak mau dianggap lemah oleh teman-temannya.  *(Far)


No comments:

Post a Comment