Bagai Burung Dalam Sangkar - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 29 August 2015

Bagai Burung Dalam Sangkar

Puluhan pasang derap kaki terdengar di sepanjang jalan ketika sang waktu mulai sampai pada waktu shalat subuh. Helaan nafas cepat juga turut menyertai langkah kaki yang terkesan dikejar sesuatu. Mereka terlihat berbondong-bondong menuju suatu tempat dengan tergesa-gesa. Dengan harapan tidak akan mendengar peluru-peluru makian yang akan ditujukan pada mereka.
Umumnya, ketika ospek siswa maupun mahasiswa yang baru masuk ke instalasi baru dan lingkungan baru, mereka akan menghadapi ujian mental yang ditujukan untuk melihat seberapa kuat mereka ketika menghadapi sebuah masalah. Hal seperti ini, dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk mengerjai masyarakat baru atau penghuni baru yang masuk di lingkungannya. Dan walaupun sudah menjadi alumni di sebuah instalansi, bagi mereka momen seperti inilah yang paling menjadi kegemaran untuk memberi motivasi-motivasi, walaupun terkadang terdengar sebagai bentakan.
Orientasi Studi Cinta Akademik dan Almamater atau OSCAAR sering dieluh-eluhkan sebagai ajang yang sangat dinanti-nanti bagi senior untuk menunjukkan mahasiswa baru kepada kampus yang telah mereka pilih dan yang telah mereka masuki. Tapi tidak bagi MABA. Ketika semakin dekat waktunya OSCAAR, sebagian dari mereka malah menginginkan penghapusan orientasi itu, karena mereka tahu bahwa pada akhirnya mereka hanya akan menjadi sasaran kemarahan dari senior walaupun mereka sendiri tidak tahu apa kesalahan yang mereka perbuat.
Senior menjadi-jadi, mahasiswa baru menangis. Itu sudah menjadi ungkapan biasa bahkan menjadi jargon utama pada event seperti ini. Jika mahasiswa baru menentang, maka mereka seakan-akan ditunjukkan pada pasal tidak tertulis yang berbunyi, “pasal satu: panitia selalu benar, pasal dua: jika panitia salah maka kembali ke pasal nomor satu.” Jadi, bak burung dalam sangkar, mahasiswa baru pun tidak bisa menentang.
pada saat seperti ini, mereka yang senior atau yang menjadi panitia akan terus mencari-cari kesalahan dar mahasiswa baru. Banyak media yang dapat para senior gunakan untuk menyalahkan mahasiswa baru. Baik dari atribut yang dikenakan maupun yang sedang mereka bawa, bahkan setiap langkah dan gerak gerik mahasisiwa baru selalu diawasi hanya untuk menemukan kesalahan manusiawi yang wajar dilakukan, tapi dibuat seolah-olah itu adalah kesalahan yang fatal dan tidak terbantahkan.
Benar saja, untuk senior yang menjabarkan kesalahan mahasiswa baru mereka sudah terlatih dan berpengalaman, bagaimana menghadapi mahasisiwa baru yang memiliki karakter barmacam-macam. Mereka akan terus menekan mahasiswa baru sampai mereka tidak bisa bicara, dengan membawa kata intelektual sebagai acuan penyalahan. Padahal dibalik bentakan-bentakan yang ada, senior hanya bermaksud agar proses transformasi dari siswa SMA se-derajat biasa ke status mahasiswa dapat berpikir secara praktis, kritis, dan dinamis.
Niat baik dari para senior untuk membentuk mental baja tidak begitu sukses. Karena kenyataannya, MABA malah semakin bungkam. Kemudian keadaan yang ada terlihat seperti memojokkan MABA, dan pembenaran atas ungkapan ospek hanya sekedar pembodohan mahasisiwa menjadi benar. Tapi ungkapan pembodohan memang ada benarnya. Karena terkadang dalam sebuah event ospek terdapat banyak kekerasan, atau menggunakan fisik baik dalam keadaan panas maupun sekedar setingan biasa.
Bukan hal yang rahasia lagi jika ospek sering menelan korban jiwa. Sehingga tanpa sengaja ospek sudah dilebelitaskan dengan kekerasan. Pemerintah pun pernah mengeluarkan keputusan untuk meniadakan ospek, padahal bukan ospeknya yang harus ditiadakan, tapi kekerasan dan lebelitas tentangnya dan apapun yang diaggap sebagai ajang pembodohan. Memang jika sudah terjadi hal seperti ini, akan sangat diperlukan pengawasan dari dewan guru atau pihak dosen. Tapi juga bukan berarti ospek dalam kendali pegajar, tapi sebatas mengawasi.

Sudah saatnya senior yang memegang tali jabatan memikirkan nasip adik angkatannya untuk masa depannya. Dan juga ikut serta menghilangkan kata lebelitas yang buruk tentang ospek dengan mengisi acara ospek dengan hal yang bermutu dan berbobot. 

No comments:

Post a Comment