Disuruh Ambil Atribut di Konveksi, MABA Psikologi Emosi - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 27 August 2015

Disuruh Ambil Atribut di Konveksi, MABA Psikologi Emosi

Orientasi studi cinta akademik dan almamater (OSCAAR) yang dilaksanakan mulai tanggal 26 hingga 29 Agustus 2015 ini merupakan rangkaian awal dan juga formalitas untuk pengenalan almamater serta akademik bagi mahasiswa baru (MABA).Selama tiga hari berturut-turut MABA diharuskan memakai atribut yang sudah ditentukan oleh panitia pada tiap fakultas.Tiap fakultas mempunyai konsep sendiri-sendiri untuk menjelaskan serta memaparkan megenai atribut yang dikenakan fakultasnya.
Contohnya fakultas ekonomi bisnis islam (FEBI) yang megangkat konsep ‘Menyongsong masyarakat ekonomi asean(MEA)’. Iqbal Khoiri mengatakan bahwa konsep tersebut diangkat karena FEBI identik degan masalah perekonomian dan bisnis.Sejalan dengan konsep OSCAARnya, dalam menggunakan atribut FEBI lebih memilih atribut yang elegan dan berkelas agar terkesan seperti pebisnis ataupun pelamar kerja. “Tahun ini kita agak beda dengan kemarin, kalo kemarin masih kental dengan perpeloncoan. Kali ini atribut FEBI lebih elegan dan berkelas biar kayak pleamar kerja soalnya nanti juga ada yang bawa map.” Ungkap ketua OSCAAR FEBI.
Berbeda dengan FEBI, fakultas tarbiyah dan keguruan (FTK)mengalami perubahan saat mensosialisasikan aturan OSCAARnya.FTK sempat mengalami perubahan atribut dan membuat beberapa MABA kebingungan. Contohnya Adib, MABA asal Kediri ini terpaksa harus bolak-balik Kediri-Surabaya karena ia mengetahui perubahan atributnya terlambat. Ia datang ke Surabaya untuk membeli perlengkapan-perlengkapan OSCAARnya yang sudah disediakan oleh panitia, karena atribut yang hampir i siapsebelumnya mengalami perubahan.“Sempat bigung sih mbak, karena panitia ngeshare pengumumannya lewat facebook, kebetulan saya buka facebooknya juga agak terlambat” jelasnya.
Hampir sama dengan FTK, panitia fakultas dakwah dan komunikasi (FDK) pada tahun ini menentukan atribut yang menurut salah satu MABAnyajuga sangat sulit. Ahmad Madani mengatakan bahwa ia sangat kesulitan mencari atribut untuk OSCAARnya. Ia kehabisan stok perlengkapan rompi serta belum mendapatkan burung pipit yang merupakan salah satu syarat OSCAARnya itu.“Saya bingung mau cari rompi dan burung pipitnya kemana lagi, mana saya belum terlalu mengenal daerah Surabaya sekarang ini” ungkapnya dengan polos.

Kesusahan dalam memenuhi perlengkapan OSCAAR juga dialami oleh salah satu MABA fakultas psikologi dan kesehatan (FPK). Ini merupakan tahun pertama FPK megadakan OSCAAR fakutasnya sendiri setelah bergabung  dengan fakutas sains dan teknologi (SAINTEK) ditahun 2014 lalu .Menurut Burhanuddin selaku Gubernur fakultas psikologi dan kesehatan, dalam OSCAAR ditahun 2015 ini FPK ingin tampil sederhana dan relax. Meski terkesan ringan dalam memenuhi atributnya salah satu MABA mengalami kesulitan. Karena ia disuruh oleh panitia untuk mengambil perlengkapan yang ia beli dikonveksi tempatpanitia menjahitkan tas untuk OSCAAR MABAnya.Mahasiswa asal Lamongan ini sempat kesal karena panitia tidak memberi kejelasan dan kepastian dengan alasan sibuk.“Saya bingung sekali dengan apa maunya panitia ini.Saya disuruh ambil sendiri tas yang saya pesan dipenjahit, jadi sempet muter-muter hampir dua jam cari tempat penjahitnya. Kalo dia bilang sibuk saya juga sibuk cari peralatan yang lain” pungkasnya sambil emosi.

No comments:

Post a Comment