Disuruh Pulang, Peserta OSCAAR Menangis - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 29 August 2015

Disuruh Pulang, Peserta OSCAAR Menangis

“sudah menjadi hal yang wajar bagi para panitia memberi hukuman kepada peserta oscaar yang melanggar ketentuan-ketentuan dari panitia, namun saat memberi hukuman kepada peserta kadang membuat mereka kerdil dan ketakutan sehingga menangis merupakan jalan satu-satunya”

Semangat pagi para panitia oscaar Fakultas Dakwah dan Komunikasi dalam mempersiapkan para mahasiswa baru untuk menuju aula FDK tampak sangat luar biasa, sesekali menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan perjuangan dalam penantian mahasiswa baru yang belum tiba di halaman Fakultas dakwah. Dalam rangka melatih kedisiplinan dan mental mahasiswa pantia oscaar juga mempersiapkan trik- trik sendiri, mulai dari memberi pelajaran lewat hukuman yang sifatnya membangun bagi peserta oscaar yang terlambat, sampai pembentukan karakter yang bermental kuat dengan berbagai ujian yang deberikan oleh panitia kepada peserta oscaar.
Rosya begitulah nama panggilannya, ia adalah salah satu peserta Oscaar asal sidoarjo berjalan keluar dari halaman fakultas dakwah yang ingin pulang dan tidak ikut prosesi oscaar, pasalnya ia diusir oleh panitia oscaar karena ada yang menjengkelkan. Sesampainya di depan gedung fakultas tarbiyah dan keguruan ia dihampiri oleh salah satu wartawan NewNews seraya bertanya hendak pergi kemana gerangan. Berdasarkan pengakuannya ternyata ia hendak pulang karena diusir oleh panitianya. “saya disuruh pulang mas”, ujarnya sambil mengusap air mata di pipinya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan alasannya yang hendak pulang, sambil terisak tangis ia mengatakan bahwa dirinya merasa dicekal oleh para panitia akibat dari kesalahan kecil dalam memakai atribut. Berawal dari simpang siur ketentuan-ketentuan dalam memakai  atribut antara yang ada di SK pertama dengan keterangan panitia sehingga ia harus menerima hukuman berat dari panitia OSCAAR yaitu sampai disuruh pulang “karena beda antara ketentuan atribut yang ada di SK dan panitia membuat saya dihukum terus mas, padahal atribut saya sudah lengkap semua berdasarkan SK nya, namun ada ketentuan yang beda lagi dari panitia”, imbuhnya kepada wartawan NewNews.
Air mata terus mengalir ke pipinya bak hujan redu dipagi hari, Karena ia tidak kuat menahan rasa takut kepada panitia. wanita asal sidoarjo ini sesekali mengeluh karena tidak kuat mentalnya, meski begitu sepengakuannya kepada wartawan NewNews ia tetap melakukan perlawanan kepada panitia oscaar, karena ia rasa alasan- alasan yang dikatakan oleh panitia kepadanya tidak rasional, ia menilai panitia keterlaluan dalam menggunakan otoritas kepada peserta oscaar, sehingga ia menilai panitia kurang toleransi dan terlalu bermain nafsu dalam memberi hukuman kepada peserta oscaar. Sekalipun demikian ia tetap memahami akan perlakuan para panitia kepadanya, karena ia menilai oscaar hanya sebatas uji nyali saja dan ia menganggap itu hanya permainan saja, namun ia merasa tidak kuat saja sehingga ia hanya bisa menangis dan mematuhi perintah pantia. “sebenarnya dari tadi saya juga melakukan perlawanan mas, namun panitianya tidak mau tahu, karena saya lihat alasan panitanya tidak rasional menyuruh aku pulang. Namun saya juga memahami kalau panitia itu hanya menguji mental saya tapi saya sendiri yang tidak kuat, sehingga aku hanya bisa menangis dan mengikuti perintahnya” rintihnya sambil mengusap kucuran air mata di pipinya.
Terkait dengan hal ini pihak panitia fakultas dakwah menanggapi bahwasanya sebenarnya yang ada di undang-undang atau ketentuan-ketentuan mengenai hukuman yang berikan kepada peserta oscaaar itu harus mendidik dan tidak boleh kasar dan berkata kasar, dan hukumanpun disesuaikan dengan kadar mahasiswnya, jika tidak pesertanya itu tidak mempunyai mental yang kuat yah cukup dikasih yang ringan-ringan saja. “Sebenarnya kalau ketentuan dari SC itu semua hukuman itu harus sifatnya mendidik dan tidak boleh kasar. Hanya saja mungkin ketika ada peserta oscaar yang ssemacam itu karena kurang mentalnya,” ujarnya saat ditemui wartawan New news.*(Mad)



No comments:

Post a Comment