Maba Fakultas Adab dan Humaniora Lakukan Aksi - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 29 August 2015

Maba Fakultas Adab dan Humaniora Lakukan Aksi

"Gara-gara perampasan cocard yang tak jelas, Maba Fakultas Adab tak rela ditindas. Mereka ingin hak-hak mereka kembali"

Menginjak OSCAAR hari kedua Fakultas Adab dan Humaniora adakan  aksi . Tepatnya  dilakukan setelah pemberian materi yang bertemakan aksi. “Ini merupakan implikasi dari materi yang telah diberikan, supaya lebih mendalami lagi dilakukan simulasi aksi seperti ini,” ungkap salah satu panitia. Kronologisnya berawal ketika para senior merampas cocard sebagian para peserta. Lalu peserta yang lain memberontak karena  tidak terima dengan perlakukan para panitia. “jika tidak pakai satu, tidak pakai semua,”ujar salah satu peserta. Kemudian pemberi materi memancing mereka agar  turun lapangan untuk melakukan aksi.  Ketika itu moderator yang juga anggota  SC itu  justru menawarkan dirinya untuk menjadi KORLAP (Koordinasi Lapangan) jika memang akan terjadi aksi.  Kemudian si pembicara memancing para peserta untuk lakukan aksi, hal ini dilakukan agar mahasiswa baru  semakin tergetak untuk melakukan aksi.
Akhirnya pancingan tersebut berhasil membujuk para MABA Fakultas Adab dan Humaniora.  Tahap pertama mereka melakukan negosiasi atau tawar-menawar  secara damai, dengan cara mendatangi gubernur secra personal, namun usaha tersebut tidak membawakan hasil. “Tahap pertama kita lakukan negosiasi, pak Gub. memang bisa ditemui,  tapi percuma cocard kami tak  kunjung dikembalikan", ungkapnya.
Setelah rencana awal tidak berhasil, mereka langsung menyusun strategi untuk melakukan aksi.  Para peserta langsung membentuk beberapa kelompok untuk  merancang konsep aksi mereka. Lalu  mereka membagi devisi dan membuat slogan-slogan yang berisikan kritikan-kritika mereka. Kurang lebih satu jam mereka menyelesaikan  rapat. Setelah persiapan benar-benar matang mereka turun lapangan untuk melaksanakan aksi  yang bertempatkan di depan gedung fakultas adab yang lama.
Tidak butuh waktu yang lama, aksi tersebut berhasil mengundang mahasiswa dari fakultas lain. Karena antusias mereka yang begitu besar terhadap aksi tersebut. Orasi-orasi dibacakan secara bergantian dengan teriakan dan seruan para peserta  khususnya peserta laki-laki. Tak lupa diiringi juga dengan menyanyikan lagu-lagu pergerakan, salah satunya lagu buruh tani yang menggambarkan perampasan hak-hak mereka. Aksi tersebut berjalan tidak begitu serius, karena memang tidak sungguhan, akan tetapi bagian dari rundown kegiatan OSCAAR. Meskipun demikian, tidak menurunkan semangat mereka untuk terus maju melawan penindasan.
Selama enam puluh menit aksi berlangsung, tak lama kemudian sang Gubernur datang. Para peserta semakin menunjukkan pembelaan mereka dengan teriakan dan sorakan. Lalu pak Gubernur menanggapi pembelaan mereka, dengan wajah yang bahagia. Sikap tersebut menunjukkan kebanggan kepada para MABA.
Di sisi lain sebagian peserta tidak begitu takut dan kaget dengan adanya orasi. “menurut saya sih biasa saja, karena dulu pas SMA juga ada kejadin seperti ini,” ungkap gadis berbaju batik itu. Selain itu panitia OC juga mengatakan bahwa aksi ini bukan pertama kalinya, namun tahun kemarin juga sudah ada  yang seperti ini. *(Dil)
     





No comments:

Post a Comment