OSCAAR Lebih Kreatif dan Bermanfaat - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 29 August 2015

OSCAAR Lebih Kreatif dan Bermanfaat

                ““Masa orientasi yang semakin kreatif dan bermanfaat serta mampu membawai karakter fakultas masing-masing membuat masa orientasi semakin berkesan dan menyenangkan”
Pagi itu matahari belum nampak merajai langit, namun sinarnya sudah mulai menerangi hampir separuh dari bumi, di sebuah kampus negeri di Surabaya, tepatnya di UIN Sunan Ampel (UINSA), mahasiswa baru (MABA)mulai terlihat  berjejer di depan panitianya masing-msing untuk siap melaksanakan OSCAAR di hari itu.
Seperti yang secara umum di pahami, Masa orientasi study cinta akademik dan almamater (OSCAAR) adalah masa dimana bentuk-bentuk senioritas sering di lakukan, mulai dari cara kasar para panitia menghukum atau pun mengintrogasi MABA. Masa seperti ini seolah menjadi masa paling menyebalkan yang harus di jalani oleh MABA.
Namun nuansa OSCAR kali ini dirasa sangat berbeda di bandingkan dengan tahun sebelumnya, OSCAAR kali ini terlihat lebih ramah dan lebih berbobot. Seperti yang terlihat di berbagai fakultas, teori prktis yang berkaitan dengan jurusan mereka di jadikan tugas dan  hukuman yang berbobot untuk MABA. Salah satuya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), di fakultas ini panitia memberikan tugas khusus perkelompok untuk berjualan “Tema OSCAAR di fakultas kami Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kak, makanya dari panitia kita disuruh jualan”, Ujar Desi,  salah satu Maba FEBI yang sedang berjualan.
Jika di FEBI memiliki tugas khusus yang dapat membangun keahlian mereka dalam berjualan, hal berbeda dan sama berbobotnya di lakukan oleh Fakultas Syariah dan Hukum. Di fakultas ini terdapat cara baru dalam segi penghukuman terhadap Maba, mereka menerapkan sistem Pengadilan dalam mengadili MABA yang bersalah, pengadilan ini juga sekaligus sebagai sistem pengenalan tentang hukum dan sistem pengadilan secara praktis “tujuannya memang untuk pengenalan aja,” kata ketua stearing comite(SC) Fakultas Syriah dan Hukum itu.
Sistem pengadilan yang di jalankan mempunyai hukum-hukum yang pasti layaknya sebuah undang-undang dalam suatu negara, sitemnya pun sama dengan pengadilan yang sebenarnya, dari mulai pencatatan nama, suasana ruang sidang, serta komponen-komponen yang meliputi hakim, pemanggil, saksi dan lainnya.
“sistemnya kayak gini, jika dulu yang melanggar langsug di eksekusi, sekarag yang melanggar langsung ditulis, dipanggil, diserahkan ke para panitera dan langsung di lakukan persidangan,” jelas ketua SC yang sering di panggil Jos putra than itu.
Perubahan demi perubahan yang dilakukan untuk memperbaiki OSCAAR semakin terlihat, kekerasan dan hukuman-hukuman tidak rasional mulai di hilangkan seiring dengan adanya keputusan dari  rektorat, keputusan itu menyatakan bahwa OSCAAR  mulai tahun ini tidak boleh lagi memakai kekerasan dan bentak-bentakan. Hingga akhirnya SC selaku konseptor acara harus berfikir lebih kreatif dan mendidik untuk menjadikan OSCAAR tetap berjalan dengan sangat berkesan dan menyenagkan tanpa kekerasan.“Ini adalah terobosan baru dari kami dan semoga sesuai dengan apa yang di harapkan pihak dekanat supaya menghindari kekerasan yang mungkin terjadi ,” pungkas jos.
Namun yang paling di sayangkan, sistrm yang mendidik seperti ini tidak bisa dilanjutkan hingga hari terakhir OSCAAR, sebab pihak dekanat yang akan memegang kendali OSCAAR secara langsung di Fakultas Syariah ini. “OSCAARnya itu dua hari-dua hari, jadi y dekanat punya konsepan sendiri, atribut juga tidak di pakai lagi keuali peci hitam,” tandas lelaki berbadan agak sedikit gemuk itu.
Selain kedua fakultas itu, Fakultas Dakwah dan komunikasi justru lebih unik dan tentunya sangat mencerminkan Dakwah dan keislaman, panitia OSCAAR fakultas ini biasanya mmberikan hukuman dengan menyuruh membaca qunut, Rukun sholat dan lainnya sedangkan di pembukaannya kemrin di fakultas ini juga dengan menggunakan Istighosah “Dakwah pun sekarang juga lebih menjurus kepada keislaman, dari mulai pembukaan, sudah di buka dengan istighosah, hukumannya pun disuruh baca qunut, rukun islam dan sejeisnya,” ungkap Dila salah satu Panitia OSCAAR Fakultas Dakwah dan Komunikasi. *(Ish)

No comments:

Post a Comment