Semangat (Abu) - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 27 August 2015

Semangat (Abu)

“Saya sudah memberikan yang terbaik meskipun saya tidak masuk kebabak selanjutnya, setidaknya saya sudah berusaha membuktikan dimata semua orang terutama Senandung Nacita sebagai juri,bahwa saya bisa dan saya ingin menjadi presenter.Meski saya tidak lolos kali ini saya akan tetap berusaha terus, dan next time saya yakin akan bisa. Saya yakin kegagalan-kegagalanini adalah awal dari keberhasilan saya”, demikian semagat laki-laki berdarah asli Madura ini saat mengikuti ajang pemilihan presenter SCTV goes to campus 2015.

Abu Amar atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan Duta Amar ini, merupakan salah satu mahasiswa aktif multitalenta yang mempunyai segudang prestasi. Laki-laki yang lahir di kota Bangkalan 13 September 1994 itu,kini menjadi pembawa acara yang tlah banyak dikenal oleh orang-orang di sekitanya.Kemampuan berbicara yang iapelajari secara otodidak tersebut, membuahkan hasil yang sempurna. Abu Amar dapat bekerja disamping kegiatan kuliahnya dengan berbagai tawaran mengisi acara yang sering ia dapatkan.

                Dengan pekerjaan orang tuanya sebagai petani, orang tua Abu Amar tetap semagat bating tulang untuk anak kesayangannya tersebut.Namun disemester duanya, Abu mulai belajar untuk tidak mengantungkan dirinya kepada orangtuanya terus menerus.Ia mulai mencari-cari pekerjaan yang dapat membantunya hidup di kota tetangga ini. Mulai dari bekerja sebagai pangkas rambut, penjaga rental PS, Menjual bensin, Menjual pulsa, dan menjadi receptionist disalah satu Mall hingga akhirnya menjadi pembawa acara atu MC freelance. Tak hanya menjadi presenter biasa Abu selalu mempromosikan dari universitas mana ia berasal saat di event-event maupun lomba di luar kampus.
                Mahasiswa universitas negeri sunan ampel surabaya (UINSA) yang sedang duduk disemester lima  ini, tidak pernah mempunyai keinginan maupun cita-cita sedikitpun untuk menjadi seorang pembawa acara sebelumnya. Abu Amar mengkonsepkan masa depannya dengan mengambil jurusan sastra agar dapat menjadi seorang penulis.Namun, konsep tersebut berubah ketika rasa percaya diri yang dimilikinya semakin besar.Semasa sekolah menengah atas (SMA), Abu Amar seringkali diperintah oleh gurunya untuk memimpin acara dibeberapa kegiatan, guru tersebut memberikanaplause dan banyak pujian yang memacunya semakin percaya diri serta terus mempelajari dunia presenter.
                Anak ketujuh dari delapan bersaudara tersebut mempunyai semangat yang tinggi untuk menjadi seorang pembawa acara televisi tingkat Nasional.Abu Amar terus berjuang hingga banyak lika-liku yang iapernah lalui.Ia sering merogoh kocek yang dalam untuk memenuhi biaya-biaya untuk mengikuti lomba dan kegiatan yang diadakan di berbagai media.Iamengaku bahwa, sebelumnya ia tidak memilikii basic ataupun keterampilan berbicara sedikitpun. Hanya bermodalkan percaya diri Abu Amar siap menghadapi perjalanan menuju cita-citanya yang baru.
                Orang tua Abu Amar tidak setuju ketikaia mengambil jurusan ilmu komunikasi sebagai jembatan menuju cita-citanya itu. Kedua orang tua Abu Amar menginginkan ia berada di dunia pendidikan, karena kakak-kakaknya yang telah berhasil menjadi seorang pengajar dan guru. Namun tekadnya untuk menjadi seorang presenter tetap kuat dan teguh, ia berani meyakinkan kepada kedua orang tua dan dirinya sendiri bahwa, jika ia menjalani hidup dengan apa yang ia senangi dan ia nikmati akan menjadi lebih indah dan berarti.
                Mahasiswa yang mempunyai hobi menonton siaran berita di televisi ini mengaku tidak pernah merasakan takut saat berhadapan dengan banyak orang di muka umum.Ia hanya pernah merasa sedikit gerogi saat akan casting karena bertemu dengan juri-juri level upyang terkenal menjadi presenter handal berada di depan matanya. Berikut tips dan trik yang dibeikan oleh Abu agar dapat membawakan acara yang baik “ Yang pertama harus berani, menguasai materi, dan good looking itu sebenarnya adalah nomor yang kesekian saja, karena yang penting kita mau belajar berbicara di depan orang, dan terus mengasah kemampuan berbicara kita dengan belajar, belajar dan belajar”.
                Abu Amar telah membuktikan bahwa studynya di kampus univesitas islam negeri sunan ampel surabaya (UINSA) ini tidak main-main, ia mendapatkan ilmu yang sesuai dengan kesugguhan dan ketelatenannya selama ini. Dengan usaha dan kerja kerasnya dengan mengikuti berbagai kegiatan maupun kontes yang ada tersebut, Abu sedikit banyak membantu mengharumkan nama universitas yang sudah menampungnya selama empat semester ini.*(nim)


No comments:

Post a Comment