Tolak kekerasan Tolak pembodohan - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 29 August 2015

Tolak kekerasan Tolak pembodohan


Sudah menjadi sebuah tradisi tahunan, ketika sebuah perguruan tinggi (PT) menerima mahasiswa baru, maka ospek sebagai ajang pengenalan kampus sudah pasti akan terjadi. Ospek adalah kegiatan awal bagi mahasiswa baru yang akan menjajaki  PT. Pada dasarnya kegiatan ospek dan runtutan acaranya merupakan pintu gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk menyerap ilmu dan mengenal kampus. Jika ospek sebagai pintu dibuka dan dilaksanakan dengan baik, maka sudah dapat dipastikan bahwa hasil yang didapat dari pelaksanaan baik itu juga pasti berbuah baik, juga sebaliknya ketika yang ditanamkan dalam ospek adalah suatu keburukan maka hasilnyapun sesuai perbuatan. Bak hadits Rasulullah SAW : “Innamal a’malu bin niyyah, wa innama likullimriin maa nawaa,
Coba kita kaca-kan pernyataan tentang ospek sebagai pintu awal bagi mahasiswa baru dengan kampus tercinta kita UINSA Surabaya? Sudahkah kampus kita menanamkan proses kebaikan didalamnya? Dan bagaimana hasil dari perlakuan-perlakuan yang ada selama ini?
Kampus kita, yang dulunya IAIN dan sejak tahun 2013 lalu berubah menjadi UIN sudah mulai menunjukkan perubahan yang lebih baik. Tengok saja dalam keberlangsungan ospek. Di tahun lalu, ospek yang dalam kampus kita sering kali disebut dengan Orientasi Study Cinta Akademik dan Almamater (OSCAAR), masih membudayakan tradisi yang sebenarnya nilai positif di dalamnya kurang terlihat, seperti cara devisi keamanan mengondisikan dan atau mendisiplinkan mahasiswa baru dengan cara obrak-annya berlandaskan kekerasan. Cara seperti ini sudah tampak kenegatifannya, benar memang alasan kekerasan yang ada mungkin bertujuan untuk mendisiplinkan mahasiswa baru, namun dampak dari cara yang seperti itu bukannya malah menjadikan mahasiswa disiplin akan tetapi malah memunculkan konflik antara panitia dan peserta Oscaar. Bagaimana tidak? Siapa juga si yang mau diperlakukan kasar?
Namun, tradisi diatas sepertinya sudah jarang ditemukan pada Oscaar tahun ini. Devisi keamanan yang bertugas mendisiplinkan mahasiswa baru, untuk tahun ini sudah tidak sebengis dahulu. Sudah jarang terdengar teriakan-teriakan kekerasan dalam mendisiplinkan peserta Oscaar. Perubahan semacam ini menurut penulis sudah sedikit membawa revolusi Oscaar menjadi lebih baik. Semoga tahun ini benar-benar menjadi langkah awal adanya perubahan Oscaar menjadi lebih baiki.
Tujuan ospek atau oscaar untuk UINSA secara gambblang mungkin sama dengan Institut lainnya. Yang memaknai tujuan oscaar paling penting adalah supaya mahasiswa baru bisa mengenal dan memahami lingkungan kampus akademisi dan memahami system-sistem yang ada di dalam Selain itu, Oscaar juga mengajarkan tentang kode etik mahasiswa yang harus benar-benar diketahui dan dipatuhi mahasiswa.
Bahkan keberlangsungan Oscaar berhubungan langsung dengan pembentukan watak mahasiswa baru.  Oscaar dan segala rentetan acaranya adalah salah satu pembentuk watak mahasiswa baru. Jadi, baik tidaknya, sukses tidaknya, bodoh tidaknya seorang mahasiswa di perguruan tinggi sedikit tidaknya ada campur tangan dampak daripada Oscaar. Ingat Oscaar pintu awal mahasiswa mengenal segalanya…

Semoga tidak ada hal yang semacam itu lagi (kekerasan). TIdak dioerlukannya kekerasan jika dengan kelembutan saja semua bisa berjalan sesuai yang diinginkan. Semoga ini benar-benar langkah awal menuju Oscaar yang lebih bermutu dan berkualitas. Mungkin sedikit kata ini bisa menjadi pertimbangan untuk keberlangsungan Oscaar selanjutnya “Lakukan Niat baikmu dengan cara yang baik, supaya tampak nilai kebaikannya,”.  *(Dil)

1 comment:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Psikologi. Perkembangan psikologi manusia sekarang ini harus sangat diperhatikan agar mereka tidak berkembang dengan mental yang salah. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai psikologi yang dapat dilihat di www.ejournal.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete