Banggakan Usaha Sendiri - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 18 November 2015

Banggakan Usaha Sendiri

Siang itu terlihat ibu-ibu yang berjualan kue di samping Fakultas dakwah, berbagai macam jenis kue terjajahkan olehnya. Ibu itu begitu bersemangat ketika melayani pembelinya, dijelaskannya jenis jajanan dan harga masing-masing. Setelah sedikit berbincang dengannya redaktur kami mengungkapkan riwayat hidupnya. Penjual kue yang akrab dipanggil ibu Nia merupakan lulusan D3 dari salah satu lembaga yang bernamakan ISMI (Ikatan Sekretaris manajemen Indonesia) yang terletak di Darmo Permai, Surabaya. Namun anehnya riwayat karirnya justru ia habiskan di dapur kesayangan. Pernah ia ditawari kerja di kantor tapi ia tidak mau, “saya ingin mandiri membuka usaha sendiri”, ungkapnya. Sebelumya ia juga sempat kursus memasak selama tiga bulan, namun ia menegaskan bahwa ilmu utamanya adalah dari sang ibu.
Ternyata hasil kursusnya pun membuahkan hasil, ia mampu menciptakan berbagai jenis makanan. Dari situ lah ia mulai berjualan kue, awalnya ia hanya berlapak di rumahnya sambil membuka pesanan baik jajanan pasar atau pun kue. Namun, lambat laun ia berinisiatif untuk berjualan di kampus, karena dirasa pesanan sudah mulai jarang. Dibawalah satu keranjang sambil berkeliling seluruh fakultas ia jajahkan kepada para mahasiswa. Setelah beberapa minggu ia merasakan capek keliling terus , lalu ia putuskan untuk berlapak di masjid jumlah jajananya pun juga bertambah menjadi lima keranjang. Biasanya sampai isyak ia baru bergegas pulang. Akan tetapi lapak itu pun juga tidak berlangsung lama, ia pun diusir oleh orang yang nggak jelas.“katanya jajanan kantin nggak laku kalau saya jualan di sana, nggak tau kantin yang mana”, paparnya agak jengkel. Setelah itu ia pindah lorong jalan yang menuju gang dosen, tepatnya di antara gedung fakultas adab dan dakwah. Kemudian kalau sudah pukul empat sore ia pindah ke gang dosen sampai menjelang magrib. “menghabiskan sisa kue mumpung masih ada mahasiswa”, ujar ibu dua anak itu.
Kalau ditanya perihal omset ia hanya tersenyum, seraya berkata “kalau omsetnya sih nggak ngitung, soalnya sudah langsung dibuat belanja lagi, toh juga punya sendiri. Kecuali kalau ada orang luar yang ikut, baru saya hitung”, jelasnya. Disamping itu ia menjelaskan bahwa modalnya kurang lebih Rp 500.000, sedangkan hasil kuenya sekitar 200 buah. Ia mengungkapkan bahwa ia sering mendapat orderan dari orang-orang yang ingin menjadi reseller. Namun ia merasa tidak sanggup untuk memenuhi permintaan karena kurangnya sumber daya manusia. Sedangkan Ia merasa tidak mampu untuk menggaji orang kalau seandainya memperkerjakan karyawannya. Hingga saat ini ia hanya menekuni usahanya tersebut bersama suaminya di kampus UIN Sunan Ampel dan membuka pesanan di rumah. *(luk)

       

No comments:

Post a Comment