Peliknya Hidup Mahasiswaku - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 18 November 2015

Peliknya Hidup Mahasiswaku

Dia lah mahasiswa yang hidup di tengah masyarakat digital, bangun tidur dengan mata yang masih remang-remang, diperiksa gadgetnya.  bukan apa atau kenapa tapi hanya penasaran dengan pesan yang masuk. tak cukup lima menit, eh malah kebablasan sampai setengah enam, sholat subuh pun keteteran, kamar mandi sudah keburu antri panjang.
  Berangkat kuliah pun ngosngosan terhenti di depan pintu gang dosen, melihat segerombolan mahasiswa yang berdesakan masuk bah semut berebut gula di musim hujan. Langkahnya semakin cepat, matanya tersorot tajam mencari kelas tujuan. Alhamdulillah... sedikit menghela nafas sesampainya ia di barisan paling belakang. sekali lagi  ia buka gadget seraya berkata " Huuuh, tiap pagi seperti ini, sungguh hari yang melelahkan sambil mengunggah foto yang memelas.

Tergesah-gesahnya sudah terbayarkan, dengan leyeh-leyeh diatas bangku perkuliahan. memdengarkan ceramah dosen, yang tak hinggap sedikitpun dalam angan. ketika tiba sesi pertanyaan, ia acungkan tangan dengan PD nya ia lontarkan satu pertanyaan.Tak peduli seberapa konyol kontennya, menyombongkan dirinya dengan wajah yang penuh tanya. “Yahh lumayan tuk dapatkan nilai tambahan, gumamnya dalam hati kecil. Tak lama kemudian sang dosen memberikan tugas, ia terima dengan lapang dada.kerjakan dengan seadanya lah, toh sudah takdir mahasiswa”. Tapi serumit apapun tugasnya, dikerjakan olehnya tak lebih dari satu hari alias H-1. sebelum perkuliahan dimulai duduk lah di emperan jalan, demi secerca sinyal. seperti biasa ia klik tombol ctrl A dan ctrl V. lalu sepuluh menit kemudian usai lah  tugas.  Lalu ia tak lupa update status "oh Tuhan terima kasih". asyikkk tinggal di kumpulkan syukur-syukur dapat nilai A,  hahaha.....”, ucapnya kegirangan.


 Eh ketemu sabtu minggu, katanya ngerefrash otak setelah seminggu penat di kampus terminal.  Pergi jalan-jalan bersama kawan sesama bolang, yang hobi  berpetualang. Dirasa kurang afdhol kalau momentumnya nggak di abadikan, sambil bergaya foto selfie abis-abisan dengan background pemandangan. yaah biar kelihatan menyatu dengan alam”, katanya. Lalu diupload di media sosial sambil senyum-senyum kegirangan. Begitulah hiruk pikuk kehidupan ala mahasiswa kita, padahal di luar dunianya status mereka sangat dipandang. Namun apa yang dapat  dibanggakan. Mereka yang sejatinya sebagai pendobrak kegalauan bangsa, eh  ternyata tak pantas jadi generasi penerus masa depan. 

No comments:

Post a Comment