Perjuangkan Kultur Islam Melalui Sastra - Araaita.com

Breaking News

Monday, 30 November 2015

Perjuangkan Kultur Islam Melalui Sastra

araaita.com – UIN Sunan Ampel (UINSA) tepatnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)  menjadi tuan rumah dalam acara Seminar Nasional dan launching Institut for nusantara studies (INNUS) Surabaya yang bertema, “tauhid kemenangan dan revormulasi kultural masyarakat nusantara“. Yang dihadiri para jajaran pengurus INNUS, seperti Musthofa Bisri,  Nur Syam, dan Warsono. Serta ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan.
Latar belakang berdirinya INNUS Surabaya ini, disebabkan karena adanya dari beberapa dosen yang dahulunya pernah aktif dan mendapatkan suatu penghargaan terbaik di salah satu lembaga LSM. sehingga mereka berkeinginan untuk mendirikan lembaga innus itu di surabaya dengan melihat kondisi perekonomian masyarakat yang kurang baik sehingga mereka mengkaji dan meriset adanya suatu penelitian berbagai daerah tersebut. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Halim selaku Direktur Utama INNUS Surabaya dalam seminarnya yang menjelaskan berdirinya innus ini, “adanya kemauaan mampu untuk mempemberdayaan masyarakat dengan mengkaji suatu teori lalu melakukan riset sekaligus memberikan solusi,” ungkapnya ketika di wawancarai oleh crew araaita.com
Pasalnya, INNUS yang berada di Surabaya merupakan lembaga cabang dari proses penyebar luasan kearifan dakwah Islam di berbagai nusantara. Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu Direktur INNUS Jogjakarta, Aguk Irawan, yang mengatakan bahwa INNUS itu merupakan lembaga yang berusaha didirikan diseluruh pelosok nusantara, agar bisa menghidupkan kembali kultural Islam yang ramah, jujur serta jauh dari liberalisme dalam bumi nusantara,  “Ingin mengembalikan kembali tradisi Islam yang jauh dari kultur nusantara”, ucapnya ketika di wawancarai oleh crew araaita.com di aula fakultas dakwah dan komunikasi. Tujuannya adalah ingin mengembalikan dan memperjuangkan budaya lama yang sekarang sudah muali terkikis habis dengan pengaruh paham-paham radikal.
Selain menjadi direktur INNUS di Jogjakarta, beliau adalah seorang penulis yang sudah eksis dengan cara penyuguhan hasil karyanya yang menyentuh hati masyarakat. Dengan menerbitkan berbagai jenis kategori buku seperti Novel, Cerpen sampai  ke Puisi yang menggunakan seni sastra yang indah. ”Seni itu keindahan, sastra itu keindahan bahasa dan seni itu bermanfaat untuk masyarakat”, tambahnya.  
Dari Proses pembukuan karya sampai saat ini, beliau menggunakan ke intelektualan dengan ikut kajian, meriset, sampai ke penerbitan karya seni dan memakai bahasa yang indah(sastra). setelah mengisi acara seminar, pembagian hasil karya yang berjudul kontroversi  negara islam yang di karang oleh khalil abdul karim langsung di bagikan untuk seluruh mahasiswa yang hadir dalam acara INNUS di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi. “buku yang saya terbitkan, megajak untuk memperjuangkan kultur islam nusantara yang sudah lama agar tidak luntur dengan tradisinya”, pungkasnya. *(lin)        


1 comment:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai sastra. Sastra merupakan sesuatu yang penting yang harus diajarkan bagi pelajar Indonesia. Saya memiliki beberapa pembahasan sastra yang bisa anda kunjungi di www.lepsab.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete