Perpisahan Terindah - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 19 November 2015

Perpisahan Terindah


Farini Alata adalah seorang gadis remaja berumur 11 tahun , Farini tinggal bersama nenek nya di indonesia. Sedangkan Ayah, Ibu dan kakaknya Farini tinggal di Australia.Padahal orang tuanya ssudah menyuruh Farini tinggal di Australia. Tapi Farini masih berfikir ulang. Sebab Farini tidak ingin meninggalkan sahabat-sahabat nya yaitu , Diana ,Ani, dan Tania .tapi saa yang paling Farini terluka saat harus meninggalkan mereka.
" Haloha Farini", sapa Diana .
"Halo Di", balas Farini.
"Aku gak nyangka yah sebentar lagi kita pake seragam puti biru. Oya kita akan terus bareng-barengkan?”
"Pasti dong", tiba-tiba Tania datang bersama Ani.
"Pokoknya kita akan sama-sama terus. Kalo perlu sampai maut misahin kita”, sambung Ani.
"Bener banget tuh. Iya kan guys " ucap Diana.
"Iya dong " sahut semmuanya kecuali Farini.
"Kamu kenapa Far? Muka kamu kusut banget sih?”, tanya Tania.
"Apaan sih kamu Tan garing banget”, sahut Farini. Dalam hati Farini bergumam, apa yang harus aku bilang sama mereka, kalo aku bakal gak sekolah lagi sama mereka. Aku harus ikut sama Ibu aku. Aku gak punya pilihan lain lagi selain tinggal sama mereka. Karena nenek sudah harus istirahat. Nenek gak boleh capek. Jadi aku harus tinggal sama orang tuaku.

Pada saat pengumuman kelulusan. Farini berjanji bakal bilang yang sebenernya sama mereka.
"Yeaayy kita lulus!!” kata Diana dengan senangnya.
"Pokoknya kita harus pergi ke smp yang selama ini kita impiin”, kata Ani.
"Farini, kamu kenapa sih? Dari semenjak selesai ujian muka kamu kusut banget. Kamu cerita dong sama kita. Kita pasti mau dengerin kok”, tanya Diana.
"Ehh aku gak apa-apa kok, aku mau bicarain sesuatu ke kamu semua. Sebenernya aku gak ngelanjutin sekolah di sini. Tapi aku harus ikut Ibu aku ke Australia. Maafin aku, aku emang egois. Maafin aku kalo aku sudah gak perduli lagi sama kalian. Tapi aku pengen banget kaya kalian. Aku pengen bisa deket sama keluarga aku!”, Farini menjawab sambil tertunduk
" Apa??”, tanya mereka serentak.
"Kenapa sih kamu Far? Tega banget sama kita. Kita kira kamu sahabat terbaik kita”, kata Diana.

Seketika itu juga mereka ninggalin Farini. Dengan raut wajah yang langsung berubah dan terlihat marah. Farini mencoba mengejar. Dan saat sudah dekat Farini pun berterik.
"Aku akan berangkat Besok Pagi!", teriaknya dengan harap mereka akan kembali. Setidaknya buat ngucapin “selamat tinggal”. Tapi itu semua tidak mungkin. Dan percuma saja mereka tetap tidak kembali. Aku kembali ke kelas dengan tidak bertenaga. Di tengah keputusasaan Farini tiba-tiba ada yang meluk Farini dari belakang .
"Kita semua ngerti kok Far", kata sahabat-sahabatnya serentak.

Kita semua menangis dan berpelukan dengan keadaan yang lengkap.
Keesokan hari nya Farini dan sahabatnya sudah di Bandara.
"Jaga diri kamu yah Far”, ucap Diana.
" daaaahhh, baik-baik ya kalian. Jangan lupa untuk tetap menghubungi kalau ada apa-apa”, ucap Farini.
Semua serentak menyampaikan selamat tinggal saat Farini berjalan ke pintu pesawat.
"Selamat tinggal sahabat ku", kata Farini sambil meneteskan air mata.


Akhirnya persahabatan itu terpisah. Persahabatan dimana suka dan suka sudah dilalui bersama. Dan tak akan pernah terlupakan bagi mereka.

No comments:

Post a Comment