Tandon dan Teras Kecil Tempat Favorit Santri Al-Jihad - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 29 November 2015

Tandon dan Teras Kecil Tempat Favorit Santri Al-Jihad


Tandon dan Teras Kecil yang berada di sebelah Kamar Syafiuddin menjadi tempat favorit bagi santri penghuni gedung belakang Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Jihad yang tidak mau mengikuti kegiatan wajib pesantren

            Setiap hari di PPM Al-Jihad pasti ada kegiatan, baik kegiatan harian, mingguan, setengah bulanan, atau pun bulanan. Program pendidikan dari pengurus, misalkan Banjari, Muhadlarah, KULTUM (Kuliah Tujuh Menit), Ummi, Kajian Fiqh, Kajian Kitab Ayyuh al-Walad dan lain sebagainya. Sedangkan program dari yayasan sendiri, seperti Majlis Dzikir Rahmatan lil Alamin, Fatihahan, Shalat Tahajjud, Yasinan dan lain-lain.
            Setiap kali pelaksanaan kegiatan tersebut pasti ada security yang bertugas untuk ngobra’i para santri yang masih ada di kamar. “Iya Mas, setiap ada kegiatan pasti diobra’i oleh satpam, terutama jam tiga pagi pas shalat tahajjud,” kata Rizal salah satu santri Al-Jihad.
            Dari sekian banyak santri, tidak kesemuanya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang ada di PPM Al-Jihad. Misalnya, santri yang menempati gedung belakang Al-Jihad apabila lagi malas menghadiri salah satu program biasanya bersembunyi di Tandon atau di Teras Kecil yang ada di sebelah Kamar Syafiuddin. “Ketika saya lagi lelah dan males turun untuk mengikuti kegiatan, biasanya saya tidur-tiduran di Teras Kecil sebelah Kamar Syafiuddin atau naik ke Tandon agar enggak diobra’i sama satpam,” jelas laki-laki yang memakai kaos baris-baris hijau dan putih itu.
            Ternyata tidak hanya Rizal yang sering melakukan hal itu. Harir yang juga santri penghuni gedung belakang sering kali melakukan hal yang sama. “Jam satu-dua saya masih belum tidur, baru setelah itu saya naik ke tendon untuk menghindari satpam,” ujar laki-laki berkecamata.
            Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa cukup banyak santri yang jarang mengikuti kegiatan pondok, tidak hanya santri gedung belakang tapi juga penghuni gedung depan. Namun hanya gedung belakanglah yang lebih dipaksa mengikuti kegiatan –tidak tahu kenapa–, sedangkan gedung depan tidak terlalu ditekan mengikuti kegiatan. Hal tersebut terbukti dari banyaknya santri gedung belakang yang mengikuti kegiatan daripada gedung depan, padahal penghuni gedung depan tidak kalah banyaknya.*(fi)


                                                                                                Surabaya, 28 November 2015

No comments:

Post a Comment