3 Pesan Tersurat Dibalik Mitos Orang Jawa - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 10 December 2015

3 Pesan Tersurat Dibalik Mitos Orang Jawa

Jawa merupakan suku dengan populasi terbesar dan pulau terpadat dengan kepercayaan adat yang bermacam-macam. Sembari demikian berkembanglah pula mitos-mitos dalam kehidupan masyarakat. Yang konon katanya, jika kita tidak mematuhi mitos-mitos tersebut, akan terjadi malapetaka pada diri kita. Seringkali kita mendapatkan larangan-larangan tertentu dari orang tua, tidak boleh begitu  ‘pamali’ , yang kalo dipikir-pikir tidak masuk akal juga. Sehingga kita pun sering menyepelekannya, karena manganggap itu hanyalah kepercayaan suku tertentu, yang tidak berlaku secara universal.
Tapi , kita perlu tau lohh..., sebenarnya larangan-larangan tersebut bukanlah bualan belaka. Di balik  mitos-mitos tersebut tersimpan sebuah pesan tersembunyi di dalamnya. Yang berisikan nilai kebijaksanaan, ditinjau dari aspek sosial, kesehatan, hingga genetika. Berikut fakta-fakta yang kami temukan di balik mitos- mitos yang beredar
  1.  Kalau makan harus dihabiskan, kalau tidak binatang ternak akan mati

Mitos ini biasanya diancamkan pada anak yang susah makan dan tidak menghabiskan makanannya. Karena dulu hampir setiap keluarga memelihara ternak, yang disayangi oleh si anak. Dengan doktrin mitos hewan kesayangannya akan mati, sehingga diharapkan si anak mau menghabiskan makanannya.
Ternyata, ada nilai kearifan yang ditanamkan melalui mitos ini. Yaitu kita diajak untuk menghargai makanan sebagai rezeki yang dikaruniai oleh Allah SWT, karena banyak orang yang mati akibat tidak bisa makan.
           2.          Cuci kaki sebelum masuk rumah agar tidak ‘ditempeli’
Dulu di depan rumah diletakkan sebuah gentong berisi air untuk cuci kaki, tangan atau wajah sebelum masuk rumah. Katanya, jika tidak mencuci kaki setelah bepergian, maka kita masih ditempeli. Bagi masyarakat zaman sekarang, mungkin ditempeli bukanlah sesuatu yang mudah diterima. Walaupun eksperimen metafisis dan spiritual membuktikan kebenarannya, alias ini bukan mitos.
Tetapi alasan yang lebih rasional adalah agar rumah tetap terjaga kebersihannya, karena disaat kita bepergian kaki kita telah menginjakan tempat di mana-mana. Dan meskipun memakai alas kaki, tidak menutup kemungkinan bahwa debu akan masuk.
  1. 3      Mandi di malam hari mengakibatkan linu dan nyeri

Seringkali kepadatan aktivitas kita di kampus mengakibatkan kita terlambat untuk pulang ke rumah (hingga larut malam). tentunya tiadak nyaman jika kita tidak membersihkan badan terlebih dahulu alias mandi sebelum beristirahat. Karena keringat yang menempel pada badan kita menimbulkan bau yang tidak sedap. Namun, katanya mandi di malam hari menyebabkan linu dan nyeri pada persendian.
Secara medis ternyata mandi di malam hari memang membuat pembuluh darah menyempit, sehingga peredaran darah agak terhambat. Hal inilah yang mengakibatkan rasa nyeri tersebut. karena terjadinya tumpukan asam di persendian. Efek ini mungkin tidak kita rasakan saat ini, akan tetapi di masa tua kita baru akan menyadarinya. *(Elm)


   
  


No comments:

Post a Comment