5 kebiasaan dalam dunia santri - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 3 December 2015

5 kebiasaan dalam dunia santri


Dunia pesantren. Jika kalian pernah nyantri mungkin kalian bakalan ngerasain gimana kehidupan dalam penjara suci. Jauh dari orang tua, merasa tidak bebas dalam artian gak boleh keluar dari pesantren, gak boleh bawa temen laki-laki, gak boleh bawa hanpone, dan jika melanggar pasti ada hukumannya. Dapat dibayangkan Hidup dalam pesantren awalnya memang menyedihkan, karena jauh dari orang yang kita sayangi yakni keluarga (orang tua, saudara) atau temen dekat kita. Namun di sisi lain juga akan menyenangkan jika sudah mengenal betul proses kehidupan yang ada di dalam pesantren yang lambat laun akan mempunyai jiwa-jiwa santri seutuhnya.
Dalam dunia pesantren adakalanya pepatah bilang “tak kenal maka tak sayang” hal yang paling utama dalam pesantren adalah mengenal santri satu sama lain(ta’aruf). Karena jika kita ketahui manfaat dari ta’aruf sendiri sangatlah banyak selain mengenal teman baru, tali silaturohim pun mulai ada, serta melatih diri agar dapat mengetahui karakter orang lain dari sisi psikologinya.
Selain itu, apa sih kebiasaan seorang santri? Nah disini, perlu kita sadari bahwa di dunia santri terdapat beranekaragam dan bermacam-macam baik dalam kewajiban, tindakan, kebersamaan, serta kebencian. Dari pengalam yang ada, beberapa kebiasaan para santri yang di anggap sudah membudaya:
  1. 1.       Ngaji bersama, kegiatan ini wajib di ikuti oleh para santri. Karena ilmu itu adalah Bahkan dalam hadis juga di terangkan bahwasanya “ tholabul ilmi faridzhotul al kulli muslimin” yang artinya mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim.
  2. 2.       Sholat Berjamaah, tidak asing bagi seorang santri yang ketika telat sholat berjamaah akan ada hukuman tersendiri bagi yang melanggarnya. Mengapa demikian? Jika di pesantren tidak ada hukuman bagi santri yang terlambat sholat jamaah maka kemalasan santri pun juga akan merajalela, dengan hal seperti itu maka di terapkanlah hukuman agar kedisiplinan dalam peraturan pesantren.
  3. 3.       Di sisi lain juga dikenang, tidak asing bagi santri makan bersama tanpa memandang itu teman dekat. mengapa mereka malah memilih makan bersama, dengan adanya akan bersama seperti itu menganggap bahwa dengan hal semacam itu kebersamaan dan silaturrohim tetap terjaga.
  4. 4.       Ngrumpi ala santri, sudah sewajarnya bahkan kita sering melihat di pesantren-pesantren dengan grombolan-grombolan santri entah yang akan di bicarakan apa dan siapa. Namun ngrumpi ini tidak hanya membicarakan orang lain, adapun ngumpi ini justru membawa manfaat bagi santri yang melakukan dalam hal kebaika seperti berdiskusi mengenai kitab yang akan di bahas atau yang sudah di bahas dalam pengajian.
  5. 5.       Biasanya, seorang yang tidak kuat dengan dunia pesantren dengan kebiasaan yang ada di lingkungannya, akan tetap melanggar walaupun sudah mengetahui apa sanksi yang akan di terimanya. Misalnya, pacaran dalam dunia pesantren sangatlah di larang bahkan jika melanggar hukumannya pun akan semakin berat. Dengan demikian agar tidak menimbulkan syahwat antara perempuan dan laki-laki maka maka di larang sangat keras untuk melakukan hal semacam itu.


Dari beberapa hal kecil yang terdapat di pesantren, baik itu baik maupun buruk dapat kita ambil hikmah dan pelajaran bagi kalian yang sudah maupun yang belum merasakannya. Karena apa, dari kebiasaan kecil seperti itulah yang nantinya akan kalian kenang dan memahami makna dari kehidupan. 

No comments:

Post a Comment