Gagal Sharing, Pemenang lomba Tidak Bisa Hadir - Araaita.com

Breaking News

Saturday, 5 December 2015

Gagal Sharing, Pemenang lomba Tidak Bisa Hadir

Araaita.com – Layaknya tahun sebelumnya, Lembaga Pers Mahasiswa Solidaritas (LPM Solidaritas) yang berada dalam naungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kembali mengadakan seminar kesusastraan, kali ini langsuung di narasumberi oleh dua penulis wanita yang karyanya sedang membuming, yakni Hanum Salsabiela Rais dan Agnes Davonar. Yang berlangsung di Auditorium UINSA kemarin (03/12).

Kali ini LPM Solidaritas tidak hanya mengadakan seminar kesusastraan, LPM ini juga mengadakan lomba esai berskala Nasional yang dapat diikuti oleh semua pelajar dari perguruan tinggi manapun. Lomba tersebut dibuka sejak pertengahan bulan Oktober kemarin dan berakhir bersamaan dengan seminar kesusastraan, dengan diberikannya penghargaan kepada para pemenang lomba. Sebagaimana ungkapan Ussy, selaku ketua pelaksana yang mengatakan bahwa lomba esai dan seminar kesusastraan tersebut dapat diikuti siapa aja, dengan catatan mengikuti prosedur yang telah ditentukan. “Acara ini berskala Nasional,” ungkapnya.



Selain itu, Ussy juga menambahkan bahwa saat ini pemenang dari lomba esai turut diundang untuk menghadiri acara seminar dan pemberian penghargaan. Ada tiga juara untuk lomba esai tersebut dan 20 pilihan esai terbaik. “Semua pemenang diberi tiket undangan untuk seminar kesusastraan ini,” tambahnya dengan tegas.

Sayangnya, para undangan dari pemenang lomba esai hanya beberapa orang saja yang dapat menghadiri seminar kesusastraan bersamaan dengan penghargaan yang diberikan kepada mereka. Menurut Fahruddin Ahmad selaku juara tiga dari lomba esai menduga, bahwa banyaknya ketidak hadiran para pemenang disebabkan karena pengumuman pemenang yang disampaikan oleh LPM Solidaritas tidak sesuai dengan yang dijadwalkan. “Pengumuman pemenang baru H-2 hari kemarin,” duga mahasiswa dari Universitas Jember tersebut saat ditemui Crew Araaita.com (03/12).

Selain itu, Rio mahasiswa dari Perbanas yang juga menjadi pemenang lomba tersebut jua memberi tanggapan terkait undangan seminar tersebut. Menurutnya pengumuman pemenang lomba yang sangat mepet hari H menjadikan pemenang tidak bisa hadir, mengingat pemenang lomba tidak hanya dari perguruan tinggi yang letak geografisnya berdekatan dengan UINSA dan prosedur yang harus diselesaikan dengan kampus sebelum keberangkatan. “Pemenangnya juga dari perguruan tinggi jauh, seperti juara dua dari Universitas Gajah Mada yang tidak bisa hadir,” jelasnya.

Pasalnya, pengumuman yang mendadak dan mengakibatkan banyak pemenang tidak bisa hadir menuai kekecewaan di hati Rio dan Ahmad, mereka memaparkan bahwa acara ini sebenarnya juga ingin dijadikan awal jalinan hubungan dengan para pemenang, agar ada ikatan dan bisa sharing untuk beberapa hal. “Kapan lagi bisa ketemu sama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kalau bukan dari acara semacam ini,” kata mereka bersahutan yang duduk bersebelahan.  (SNF)

No comments:

Post a Comment