Idealisme Mahasiswa dan Pilkada 2015 - Araaita.com

Breaking News

Wednesday, 9 December 2015

Idealisme Mahasiswa dan Pilkada 2015


araaita.com Takterasa usai sudah masa jabatan Tri Rismaharini sebagai walikota Surabaya, perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik di dunia. Sesegera mungkin Surabaya akan mendapatkan walikota baru, atau mungkin Tri Risma mendapat amanah kembali dari masyarat Surabaya. Wallahualam semoga Allah memberikan pemimpin terbaik untuk kota Surabaya ini. Namun, bukan ini yang akan penulis bahas, penulis akan membahas mengenai idealisme seorang mahasiswa dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Surabaya.

Sekitar seminggu yang lalu, menjelang diadakannya pilkada 2015 didapati sebuah aksi dari mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) yang tergabung dalam Hospitality Club turun kejalan. Aksi tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada para pengguna jalan agar menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Kota Surabaya 2015 , dengan membawa banner berukuran 8 meter bertuliskan ‘Songo Desember Ojo Lali Nyoblos Rek!!.’ mahasiswa fakultas ekonomi ini sangat antusias dalam membantu mensukseskan pilkada 2015.

Namun pada daerah lain penulis dapati beberapa mahasiswa sedang terlibat menjadi lumbung suara bagi salah satu partai politik di daerahnya degan aksi mendukung salah satu partai di jalanan. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang ini idealisme seorang mahasiswa sedang diuji. Mahasiswa sebagai suatu pilar atau penegak demokrasi yang juga bagian dari pemilih dan memiliki nalar intelektual tinggi, seharusnya mampu untuk memberikan pemahaman mengenai apa itu demokrasi dan apa itu demokrasi bersih kepada masyarakat melalui pilkada 2015 ini. Namun yang menyedihkan adalah dengan mudahnya para mahasiswa mau menjadi bagian dari pensuksesan sang calon. Terlibat dalam salah satu partai atau menjadi gerakan partisipan dari sebuah partai adalah hak preogratif mahasiswa. Namun apakah wajar jika kita sebagai pribadi kaum intelegensia mau menggadaikan nalar intelektualnya pada sang calon yang hanya memberi kita iming-iming tertentu?


Sebagai mahasiswa kita seharusnya cakap dalam memposisikan diri pada era saat ini dengan memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Pola berpikir kritis dan juga paradigma baik yang pernah kita pelajari di kelas harus kita terapkan serta kedepankan agar tidak mengarah ke pragmatis. Kita harus bersikap netral dan bijak dalam mendukung suksesnya pilkada 2015 ini, agar kita tidak ikut terlibat dalam meracuni mahasiswa lain maupun masyarakat untuk ikut serta berkampanye politik. Hendaknya kita berperilaku bijak dengan cara berdemokrasi bersih dan mengharumkan almamater kita masing-masing melalui pilkada  2015 ini.  (Nim)

No comments:

Post a Comment