Pembodohan Yang Tak Disadari - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 6 December 2015

Pembodohan Yang Tak Disadari

Araaita.com – Sering kali kita melakukan hal yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan. Bisa jadi semua itu terjadi karena ketidak tahuan kita, ketidak pahaman kita atau ketidak pekaan kita. Bahkan tidak jarang semua itu terjadi atas dasar ikut – ikutan tanpa mengetahui apa manfaat dan tujuan sebenarnya. Kita hanya mengikuti apa yang terjadi tanpa mempertimbangkan benar salahnya perbuatan itu.
            Layaknya di dunia perkuliahan, kita semua tahu setiap dosen (pengajar) pasti memiliki metode masing – masing dalam mengajar, ada yang disiplin, ada yang cuma menuntaskan kewajiban, bahkan ada yang asal – asalan. Padahal jika kita telisik lebih jauh system mengajar dosen sangat mempengaruhi tingkat kepahaman dan penguasaan materi mahasiswanya. Menanggapi bermacam – macam sistem yang diberikan dosen, kebanyakan mahasiswa (orang yang diajar) tidak mempermasalahkan hal diatas dan asal ikut saja, meski itu bisa merugikan mereka sendiri. Bahkan meskipun ada yang sadar akan ketidak benaran keadaan yang ada, mereka malah memilih diam dan turut bungkam.
            Argumen setiap orang mempunyai cara masing – masing dalam mengajar itu mungkin benar, tetapi tetap saja semua itu ada tempatnya, mengingat seberapa dampaknya serta manfaatnya apabila cara tersebut diterapkan. Namun jika benar cara yang diberikan dosen sedikit banyak mempengaruhi tingkat kepahaman dan penguasaan mahasiswa pada mata kuliah yang tengah ditempuh, maka mahasiswa tidak boleh asal menerima saja dengan metode mengajar seorang dosen dan diam saja bukanlah hal yang tepat untuk persoalan ini.
            Bahkan ketidak pekaan mahasiswa tidak hanya terhenti pada persoalan diatas. Mahasiswa yang seharusnya pengetahuannya lebih tinggi dari siswa, terkadang bisa jauh lebih bawah daripadanya. Orientasi mereka sekolah dan masuk perguruan tinggi hanya terfokus pada perolehan nilai dan hasil akhir, tanpa memikirkan lebih jauh tentang proses serta manfaat kedepannya. Sehingga banyak bermunculan pembodohan bersumber dari hal sepele, seperti pembodohan lewat absensi atau keaktifan dalam kelas untuk penunjang nilai akhir. Contoh kecil, ketika dosen izin tidak masuk karena suatu hal, maka mahasiswa tidak mendapatkan tambahan pengetahuan, namun mahasiswa tetap mengisi absensi, padahal dengan mengisi absen menandakan bahwa dosen terkait masuk dan mengajar mahasiswanya. Sungguh ironi, tidak aktif tetapi tampak aktif, dan masih banyak fenomena yang hampir sama namun tidak disadari.
            Disadari atau tidak, apabila keadaan semacam diatas terus menerus terjadi, maka dapat dipastikan kerugiaan lebih banyak diterima oleh mahasiswa. Mengingat mahasiswa harus membayar uang kuliah tunggal (UKT) tiap semesternya namun tambahan pengetahuan semakin minim karena hak dan kewajiban yang sama – sama tidak berjalan dengan semestinya. Akan tetapi perlu diingat, keadaan semacam diatas, tidak dapat sepenuhnya menyalahkan pihak – pihak terkait, karena terkadang memang ada kesalahan sistem yang menjadikan hal semacam ini terus terjadi.

            Dan seharusnya diantara pihak terkait harus saling memahami kewajiban dan hak masing – masing, agar pihak yang bersangkutan bisa sama untung dan tidak ada yang dirugikan. Serta perlu catat, toleransi terhadap sesuatu memanglah perlu, tetapi tidak untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dan dapat merugikan. Semua itu harus ada pertimbangan dan batasanya, pahami maka kamu akan mengerti. (SNF)

1 comment: