Perpustakaan UINSA Berlakukan Sistem Peminjaman Baru - Araaita.com

Breaking News

Friday, 4 December 2015

Perpustakaan UINSA Berlakukan Sistem Peminjaman Baru

araaita.com - Kamis, (3/12) sistem peminjaman buku perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya telah berganti semenjak kamis dini hari. Sistem tersebut adalah sistem scanning buku yang harus dilakukan oleh pemustaka jika hendak meminjam buku. Sebelum melalui proses sirkulasi pemustaka diharuskan untuk menscanning buku yang hendak dipinjam.
Pemustaka diarahkan untuk mendatangi dua PC (personal Computer) yang terletak di antara rak dan ruang sirkulasi.  Apabila tanpa melalui proses scanning tersebut , pemustaka tidak akan bisa meminjam buku. Karena terscanning tidaknya buku akan terdeteksi melalui PC yang terdapat di ruang sirkulasi. Adapun tata caranya adalah pertama pemustaka harus masuk melalui scanning kartu perpustakaan masing-masing, lalu memasukkan kode ‘123456’, kemudian scanning barcode (kode batang) yang tertera pada  buku yang hendak dipinjam. Pada keterangan yang tertempel di atas PC, proses penscanningan tersebut guna memastikan atau mengecek apakah buku yang hendak dipinjam sesuai dengan kondisi fisik buku.
Lalu ditegaskan melalui sesi tanya-jawab bersama salah satu penjaga sirkulasi, sistem tersebut merupakan bentuk pembelajaran peminjaman mandiri (self-service) yang juga diterapkan oleh perpustakaan di Negara Eropa. “Suatu saat mahasiswa akan dapat meminjam buku sendiri tanpa melalui proses sirkulasi, jadi mahasiswa meminjam dan mengembalikan bukunya melalui proses scanning”,jelas penjaga berkulit putih itu. Adapun jika terlambat mengembalikan, akan ditanggung oleh si peminjam. Karena data peminjaman sudah tersimpan melalui proses scanning tersebut.

Namun, sering kali proses penschanningan tersebut error. Padahal kode yang dimasukkan sudah benar. Sehingga mebingungkan para pemustaka yang hendak meminjam. Maka dari itu untuk permulaan ada pendampingan untuk para pemustaka seperti yang dilakukan oleh Muklisin dan Latifatur selaku pegawai sirkulasi. Beberapa mahasiswa menggerutu karena sistem tersebut akan memakan banyak waktu, PC yang tersedia hanya dua dan itu pun tidak berlangsung maksimal. Akan tetapi, celoteh mahasiswa tersebut langsung disahut oleh Muklisin bahwa untuk jangka pendeknya akan memakan banyak waktu, tapi untuk ke depannya tidak. *(Elm)

No comments:

Post a Comment