Lobby Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jadi Area Kantin Kejujuran Dadakan - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 24 March 2016

Lobby Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jadi Area Kantin Kejujuran Dadakan

Dok. Dim/Arta. 

Araaita.com Sepanjang lobby gedung A lantai dua Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya banyak mahasiswa berhenti untuk membeli makanan dan minuman yang dijual bebas dengan mengandalkan kejujuran dalam pemasarannya. Dalam pantauan crew Ara Aita pada Kamis, (24/3/2016), makanan dan minuman tersebut memang sengaja ditaruh begitu saja di kursi-kursi yang terletak di samping kanan dan kiri di sepanjang lobby fakultas. Para pembeli dibiarkan begitu saja untuk mengambil makanan dan membayarnya sendiri tanpa ada pengawasan dari penjual.
Banyak mahasiswa yang merasa diuntungkan dengan adanya jual beli tersebut. Menurut Galuh Wanda Saputri, mahasiswa semester dua Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) berpendapat bahwa, sistem jual beli semacam itu sangat memudahkannya untuk mencari makanan saat sedang lapar. “Saya kan tidak sempat untuk sarapan, jadi cari makanan untuk mengganjal perut,” ujar Galuh, biasa ia disapa. Banyak mahasiswa khususnya semester dua dengan jadwal kuliah mulai pagi, menyebabkan tidak sempatnya untuk sarapan. “Mahasiswa semester dua kan pagi udah masuk kuliah, karena ada intensif bahasa Arab-Inggris,” tambah mahasiswa berbaju cokelat tersebut.
Tidak hanya Galuh, hal senada juga diungkapkan Aghnina mahasiswa semester dua Prodi KPI, menurutnya dengan adanya jual beli makanan di fakultas lebih mudah dibandingkan harus membeli ke luar fakultas, karena jarak yang jauh. “Mending beli di sini (fakultas), dibanding harus turun dulu ke gang dosen untuk beli jajanan,” ujar gadis berkulit kuning langsat tersebut.
Keuntungan tidak hanya diraup oleh mahasiswa yang membeli makanan, namun mahasiswa yang menjualnya pun ikut mendapat untung. Seperti yang dituturkan oleh Fatimah, salah satu mahasiswa yang menjual dagangannya di fakultas, “Ada uang tambahan biar gak terus-terusan minta ke orang tua,” ujarnya kepada wartawan Ara Aita. Faktor yang menjadikan Fatimah menjual makanan di fakultas yaitu karena melihat banyak mahasiswa yang berjualan, “Mungkin lihat banyak anak yang jualan, jadi tertarik juga untuk ikut berjualan,” tambahnya. *(Arin/Arta)


No comments:

Post a Comment