Barisan Puisi Hati - Araaita.com

Breaking News

Sunday, 10 April 2016

Barisan Puisi Hati


Dok. Luk/Google
jika sudah mulut ini terbungkam mati             
bersama puing hati yang tertindih
isakan tangis masih meratapi
jika merana itu begini

sesalku singgah disini
terlalu banyak salahkan diri
yang gegabah mengatur posisi
sudahlah, mungkin takdir ilahi rabbi




dan sekarang kebingungan mengikuti
jika banyak yang ingin diraih
tapi tak juga  ada solusi
hanya berdiam sepi

terjerat ku  bersama para Napi
 terbelengguh di dalam jeruji besi
jika fakta bertolak sedang ku mengingini
sakit  pun bersaksi kepedihan yang  tak terobati

cukup sendiri menelan pahitnya kopi
karena tiada lagi yang bisa mengerti
semenjak ia  pergi tinggalkan duniawi
jika semua ini hanya mimpi
mencoba mengahapus rintihan api
walau badai terus menghakimi
terus dan terus tiada henti
menembus sanubari

sadarku yang telah terjatuh
lalu terbangun lagi
lalu terjatuh lagi
dan ini
p
u
i
s
i

h
a
t
i


 

 *Penulis adalah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi semester 4

No comments:

Post a Comment