Kabid Humas Polda Jatim Imbau PTI berikan Informasi yang benar pada Masyarakat - Araaita.com

Breaking News

Friday, 1 April 2016

Kabid Humas Polda Jatim Imbau PTI berikan Informasi yang benar pada Masyarakat


Araaita.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Perbandingan Agama fakultas Ushuluddin dan Filsafat ( FUF) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar  Seminar yang bertajuk, “Peran Polri Dalam Menjaga Kebhinnekaan Indonesia : Respons Terhadap Kelompok Agama Garis Keras” Pada Kamis, (31/03/2016) pagi hari tadi.
Dok. Far/Arta
            Dalam seminar tersebut di hadiri oleh  Mahasiswa Program Studi Perbandingan Agama dari dua Perguruan Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, dan Universitas Darus Salam Gontor yang tergabung dalam Mahasiswa Perbandingan Agama Jawa Timur (MAPAJA).
            Selain kedua Perguruan Tinggi tersebut turut hadir pula sebagai nara sumber pada seminar tersebut yaitu Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Jawa Timur, dan Dr. Syamsu Rijal Panggabean, MS selaku Staf pengajar pada jurusan Hubungan Internasional dan Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
            Terkait dengan pengantisipasian gerakan-gerakan radikal serta  langkah yang harus dilakukan oleh Perguruan Tinggi Islam (PTI), Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono menghimbau agar elemen-elemen perguruan tinggi memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. “Jadi bukan hanya tugas kelompok tertentu, ketika membaur agar memberikan inormasi yang benar, dengan harapan bahwa informasi yang di terimakala itu akan menjadi benar”. Ujarnya kepada wartawan saat di temui usai seminar.
            Lebih lanjut Kabid Humas Polda Jatim tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan  Preventiv dan Preemtif secara terus-menerus dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “dan kalau dari kepolisian kita ada  upaya-upaya antara Preventiv dan Preemtif  dan telah kita lakukan berkali-kali, sampai yang bersangkutan itu sadar dan kita menggunakan Stakeholder yang lain”. Imbuhnya

            Selain itu  menurut pria kelahiran Yogyakarta tersebut gerakan radikal bukan hanya menyentuh para mahasiswa akan tetapi juga menyentuh pada masyarakat luas. “sebenarnya tidak hanya mahasiswa saja, akan tetapi biasanya itu yang rentan dengan keimanan jadi gampang terpengaruh dengan doktrin lain, tapi semua masyarakat bisa menjadi korban.” Pungkasnya. *(oZR)

1 comment:


  1. Saya tertarik tentang artikel Anda pada masyarakat.
    Saya juga memiliki artikel yang sama tentang masyarakat yang dapat Anda kunjungi di www.lpm.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete