Ketergantungan Akibat Penyalahgunaan - Araaita.com

Breaking News

Friday, 8 April 2016

Ketergantungan Akibat Penyalahgunaan

Dok. Repro Luk

Araaita.com – Kamis, (07/04/2016), Seminar nasional dengan tema “Selamatkan Generasi kami dari Bahaya Narkoba” yang di selenggarakan oleh IKPAN (Ikatan Kader Penyuluh Narkoba) di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Dalam pemaparannya Ria yang pernah menjabat sebagai kepala BNN Tulunggagung mengungkapkan, saat ini kasus penyalahgunaan narkoba semakin meningkat, termasuk di jawa timur. Pengguna berasal dari berbagai kalangan mulai dari anak SD, remaja, bapak-bapak, bahkan ibu-ibu. Penggunaan zat adiktif yang seharusnya hanya boleh dikonsumsi untuk kepentingan medis, justru diperjual belikan secara ilegal. “Sebenarnya morvin (salah satu jenis narkoba) itu dalam dunia medis digunakan untuk penghilang rasa sakit atau sebagai obat penenang ketika sedang melakukan operasi. Dengan cara diinjectkan melalui jarum suntik, dan itu pun harus dilakukan oleh dokter anestesi,” ujarnya.
Ia juga mengatakan dewasa ini, pengedaran narkoba sangat bervariatif. Ada yang dicampur dengan makanan, obat diet, bahkan penghapus yang terletak diujung pensil. Obat diet sebagai sasaran untuk pengedaran narkoba, karena didalamnya terdapat kandungan psikotropika yang berguna sebagai penahan rasa lapar.
            Founder Lembaga Rehabilitasi Plato Foundation, Dita Amalia juga menuturkan, sejatinya seorang pecandu dikatakan sebagai korban bukan kriminal, karena sebetulnya keadaan  lingkungan lah yang menyebabkannya. Berbeda lagi dengan seorang pengedar yang akan melalui proses hukum. “Kalau hanya sebagai pecandu, maka akan mendapatkan rehabilitasi. Tapi kalau ketahuan membawa lima kilogram  itu sudah disebut sebagai pengedar yang  akan diproses secara hukum, ungkapnya.
Ia juga menambahkan, pada hakikatnya pecandu merupakan orang yang terinfeksi penyakit. Penyakit ADIKSI yang menyerang otak dan bersifat kambuhan akan berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan pecandu. Pecandu bahkan divonis tidak akan bisa disembuhkan, tapi hanya bisa dipulihkan. Maksudnya adalah, sifat ketergantungan itu tidak akan bisa hilang total, suatu saat akan bisa kambuh lagi.
Dalam pemaparannya ia juga berpesan, bahwasannya seorang pecandu berhak mendapatkan rehabilitasi atau pemulihan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011 tentang pelaksanaan wajib lapor pecandu narkotika. “jika menemukan siapa saja yang terpergok mengkonsumsi narkotika, segera laporkan ke IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor),” tegasnya.*(Luk/Arta)


No comments:

Post a Comment