Sejak Sekolah, Kenalkan Batik Hingga Cara Pembuatannya - Araaita.com

Breaking News

Thursday, 14 April 2016

Sejak Sekolah, Kenalkan Batik Hingga Cara Pembuatannya


Dok. Islah/Arta
Araaita.com - Rabu (13/04/2016), sekelompok Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) berkunjung ke suatu showroom batik, tepatnya Showroom sekaligus galeri batik tulis Sidoarjo Amri Jaya. Showroom itu terletak di Jl pasar  jetis No. 25 Sidoarjo. Mahasiswa berjumlahkan sembilan orang itu merupakan Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), mereka sedang menjalankan Tugas Praktik dari salah satu matakuliah di jurusan mereka.
“Praktik dari tugas matakuliah Manajemen Pelatihan Partisipatif, dosennya pak Anshori,” jawab Fahmi salah seorang dari kelompok mahasiswa tersebut.
Sejak pukul 09:25 hingga jam 12:30, mereka membaur dengan siswa-siswi dari sekolah-sekolah sekitar Kota Sidoarjo yang saat itu juga berada di Showroom tersebut. Siswa-siswi dari MTs NU Sidoarjo dan Salah satu SMK di Porong Sidoarjo, mereka melakukan praktik membatik untuk pemenuhan tugas mata pelajaran masing-masing. “Mereka ini dari MTs mbg, kalo saya sama 6 teman saya itu dari SMK, jurusan tekstil,” tutur Mentari salah satu dari siswi yang magang tersebut.
Menurut Fahmi, sebenarnya yang harus dilakukan dalam praktik kali ini adalah pendampingan terhadap masyarakat, namun berhubung disini merupakan tempat bekerja yang dimiliki oleh sebuah keluarga, maka yang akan di dampingginya adalah siswa magang dan karyawan yang ada di Showroom tersebut. “Disini kita belajar batik, kemudiaan nanti kita mengajak anak magang dan karyawan untuk bekerjasama dalam membuat pelatihan yang di inisiasi oleh mereka,” jelas Fahmi.

Selain itu Fahmi juga menerangkan tentang tahapan yang akan dilakukan dalam proses pendampingan, Fahmi dan teman-teman akan melakukan pendampingannya secara bertahap, mulai dari belajar dari pak Amri dan karyawan-karyawannya tentang cara membatik, hingga melakukan pendekatan terhadap pihak-pihak tersebut, kemudian di akhir nanti mereka berharap agar mampu membuat sebuah pelatihan yang bersifat partisipatif. “Jadi gini, kita belajar sambil pengenalan dan pendekatan dengan mereka, agar nanti diakhir kami bisa bekerjasama untuk membuat pelatihan,” ucap Fahmi sembari membatik kain yang tergelar dilantai itu. *(Islah/Arta)

No comments:

Post a Comment